Lani Tak tahu Ikan Jualannya Mengandung Formalin

Lani (kanan) mengaku tidak tahu jika dganganya mengandung formalin saat di datangi dinas kesehatan. (MURIANEWS/PRIYO)

Lani (kanan) mengaku tidak tahu jika dganganya mengandung formalin saat di datangi dinas kesehatan. (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora Bersama Pihak Satpol PP dan Kepolisian Polsek Jepon menggelar razia di pasar tradisional Kecamatan Jepon. Kegiatan razia pasar ini dilakukan untuk mengetahui sejumlah kondisi barang yang ada di pasar tradisional tersebut. Dalam operasi gabunganya tersebut Dinkes berhasil mendapatkan Ikan Laut yang mengandung bahan pengawet formalin di salah satu ikan daganganya.
”Saya tidak tahu kalo ada kandungan formalin berada pada ikan jualan saya,” kata Lani, penjual ikan laut kepada petugas saat dimintai keterangan, Selasa (23/6/2015).
Ia mengatakan, pihaknya hanya mendapat pasokan ikan dari salah satu pedagang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Juwana,Kabupaten Pati. Hanya, karena kurangnya pengetahuan, ia tak bisa mendeteksi zat berbahaya yang terkandung dalam ikan.
”Biasanya tak ada masalah. Pembeli juga tak mengeluh apapun. Saya juga baru tahu kalau ada kandungan formalin di salah satu ikan,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengakui baru dua hari ini menjual ikan jenis terinasi yang terdeteksi zat berbahaya tersebut. Sebelumnya ia tak pernah menjual ikan tersebut. ”Baru dua hari untuk jualan ikan jenis terinasi. Karena tahu ada kandungan formalin, saya sudah tidak mau lagi jual terinasi,” tandasnya. (PRIYO/SUPRIYADI)