Ramadan, Jam Buka Warung Kopi Lelet Dibatasi

Sudarno, Kepala Seksi (Kasi) Penegak Perda (Gakda) Satpol PP Rembang. (MURIANEWS/AHMADFERI)

Sudarno, Kepala Seksi (Kasi) Penegak Perda (Gakda) Satpol PP Rembang. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang menyatakan telah melayangkan surat instruksi bupati tentang operasional warung kopi selama Ramadan. Para pelaku usaha tersebut diperbolehkan membuka warung selama lima jam atau tepatnya pada pukul 17.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Sedangkan bagi pengelola kafe dan karaoke telah diinstruksikan agar tutup sejak puasa hingga 10 hari setelah lebaran.

“Kami telah kirimkan surat instruksi bupati kepada seluruh pelaku usaha kopi maupun pengelola kafe dan karaoke. Jika melanggar ketentuan yang telah ditetapkan, kami akan menindak tegas. Kami pun akan meningkatkan patroli maupun razia agar para pelaku usaha bisa menaati dan melaksanakannya secara baik,” ujar Sudarno, Kepala Seksi (Kasi) Penegak Perda Satpol PP Rembang, Rabu (17/6/2015).

Riyadi, Ketua Paguyuban Kafe-Karaoke se-Kabupaten Rembang menyatakan akan tetap mendukung dan mematuhi instruksi bupati tersebut. Bahkan sejumlah pemandu karaoke (PK) juga telah dipulangkan ke daerah masing-masing, sebab rata-rata mereka berasal dari luar daerah. Ketika kafe karaoke akan buka kembali, mereka tinggal dihubungi lagi untuk kembali beraktivitas.

“Sebenarnya secara pribadi masih ada yang mengganjal, sebab kenapa kafe karaoke yang resmi berizin disuruh tutup total hampir 1,5 bulan, tapi di sisi lain masih banyak warung kopi maupun kafe liar tidak diperketat pengawasannya. Hal itu yang terkadang memancing kecemburuan. Meski demikian, selaku ketua paguyuban, kami akan mendorong agar tetap mematuhi instruksi bupati,” kata Riyadi. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)