Disperindagkop Blora “Kecolongan” Harga Elpiji Melon Melejit Naik

Kepala Disperindagkop dan UMKM Blora Maskur (MURIANEWS/PRIYO)

Kepala Disperindagkop dan UMKM Blora Maskur (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Blora Maskur membenarkan kalau saat ini harga elpiji melon di pasaran mengalami kenaikan. Begitupun dengan barang yang sulit di dapatkan.”Memang harga elpiji 3 kilogram dipasaran mahal. Untuk itu, sejumlah langkah akan disiapkan sebagai bentuk antisipasi. Kami akan membentuk tim untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah wilayah. Langkah ini diambil guna memastikan penyebab tersendatnya pasokan yang menyebabkan lonjakan harga,” kata Maskur, Rabu(17/6/2015).

Menurutnya, Herga Eceran Tertinggi (HET) di Kabupaten Blora memang telah mengalami revisi. Yaitu Rp 16 ribu di tingkat pangkalan, Rp 17 ribu di tingkat pengecer dan paling tinggi Rp 18 ribu di tingkat konsumen. Harga tersebut mulai berlaku sejak bulan Mei lalu.

”Kalau HET nya di tingkat paling bawah sebenarnya Rp 18 ribu per tabung,namun kalau kenyataannya hingga Rp 20 ribu, bahkan ada yang Rp 22 ribu, tentu perlu diadakan pengecekan,” jelasnya.

Selain itu, kenaikan harga sebenarnya lazim terjadi,terutama jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Namun, lonjakan yang saat ini terjadi dinilai sudah melampauai batas kewajaran. ”Alokasi gas elpiji untuk Kabupaten Blora sebenarnya sudah mencukupi. Jadi sangat tidak mungkin terjadi kelangkaan. Namun dengan adanya laporan kelanggkaan,kami tentu akan mengecek ke lapangan,” ujarnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)