Dapat Kartu BPJS, Sukardi Senang Bisa Cuma-Cuma Berobat

Sukardi, warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, memperlihatkan kartu BPJS Kesehatan yang dia terima dari bupati Kudus. Sebelumnya dia tercatat sebagai pemegang kartu Jamkesda, yang kemudian dimigrasi pemkab ke BPJS Kesehatan. (MERIE)

Sukardi, warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, memperlihatkan kartu BPJS Kesehatan yang dia terima dari bupati Kudus. Sebelumnya dia tercatat sebagai pemegang kartu Jamkesda, yang kemudian dimigrasi pemkab ke BPJS Kesehatan. (MERIE)

KUDUS – Penerima kartu BPJS Kesehatan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kudus H Musthofa kepada warganya di pendapa kabupaten, Selasa (16/6/2015), merasa senang saat menerimanya. Apalagi, mereka bisa berobat menggunakan kartu tersebut nantinya.Sukardi, warga Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Bae, mengatakan bahwa dirinya senang bisa mendapatkan kartu tersebut. Soalnya, dia membutuhkannya untuk digunakan sebagai kartu berobat.
”Dalam usia saya yang sudah tua ini, pastinya senang bisa mendapatkan kartu berobat gratis. Sehingga kartu ini akan sangat berguna kalau memang saya membutuhnya untuk berobat,” tuturnya.
Sukardi sebelumnya adalah satu dari 24.365 jiwa penerima layanan kesehatan gratis melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Sekarang ini, mereka dimigrasi menjadi peserta BPJS Kesehatan, meski layanannya akan sama dengan kepesertaan Jamkesda.
Bupati Kudus H Musthofa mengatakan bahwa layanan ini merupakan wujud dari janji kampanye yang disampaikannya kepada warga Kudus, mengenai pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.
”Apalagi di periode kedua ini, saya tidak ingin melihat ada lagi warga saya yang kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan. Semua harus bisa dilayani dengan baik, terutama di fasilitas kesehatan (faskes) yang kita miliki,” terangnya.
Musthofa mengatakan untuk mendukung program tersebut, seluruh komponen yang dimiliki Pemkab Kudus haruslah saling bekerjasama. Dari mulai pihak rukun tetangga, desa, hingga kecamatan, puskesmas, dan rumah sakit.
”Makanya, saya minta seluruh daftar puskesmas terdekat, harus dimiliki segera. Termasuk nomor teleponnya dan dokter jaga yang ada. Sehingga jika ada apa-apa, maka semua pihak bisa saling mendukung. Jangan sampai ada masyarakat yang keleleran saat membutuhkan layanan kesehatan,” tuturnya.
Musthofa juga mengingatkan kepada kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), untuk mengingatkan kepada masing-masing kepala puskesmas, agar bisa mendukung semua program pemerintah.
”Yang jelas, jangan sampai menolak untuk melayani warga yang ingin mendapatkan layanan kesehatan. Semua harus dilayani. Karena itu sudah menjadi janji saya, dan saya tidak ingin ingkar janji,” tegasnya. (MERIE)