15 PGOT Terjaring Razia Satpol-Dinsosnakertrans

15 PGOT (e)

Ada sebanyak 15 pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) yang berhasil diamankan oleh Satpol PP dan Dinsosnakertrans Rembang dalam razia gabungan yang dilakukan di tiga kecamatan pada Selasa (16/6/2015). (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Sebanyak 15 pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) berhasil diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol PP) dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans).PGOT yang berasal dari berbagai daerah tersebut berhasil diamankan dalam razia gabungan yang dilakukan di tiga kecamatan pada Selasa (16/6/2015). 15 PGOT itu terdiri dari 10 laki-laki dan lima perempuan, usai diamankan mereka mendapat perawatan dan pembinaan di Kantor Dinsosnakertrans.

”Hasil razia gabungan kali ini ada 15 PGOT yang kita amankan. Sebagian ada pengamen, gelandangan, termasuk orang-orang yang tidak punya keluarga. Razia ini kami lakukan karena adanya informasi dari masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan mereka,” ujar Sudarno, Kepala Seksi (Kasi) Penegak Perda (Gakda) Satpol PP Rembang sekaligus ketua tim razia gabungan, Selasa (16/6/2015).

Sudarno menyebutkan para PGOT yang terjaring razia itu berasal dari luar daerah seperti Blora, Pati dan Grobogan, namun ada pula yang berasal dari Rembang. Menurutnya ada sebagian PGOT yang bisa diajak berkomunikasi sehingga memudahkannya untuk menentukan langkah pembinaan. Dia menyatakan bagi mereka yang sulit diajak komunikasi bakal ditempatkan di panti rehabilitasi Pangrukti Mulyo.

”Langkah penanaganan terhadap masing-masing PGOT akan dipilah-pilah, mana yang masuk ke panti jompo dan mana yang masuk ke panti Pangruktimulyo di Mbesi. Kita akan berkoordinasi dengan Dinsosnakertrans untuk menentukan hal tersebut,” kata Sudarno. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)