Bupati dan Wabup Hadiri Pernikahan Putra Presiden, Audiensi Soal Pungkruk Ditunda

JEPARA – Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Jepara, Hadi Priyanto memberikan klarifikasi atas gagalnya Paguyuban Pengusaha Pungkruk (Papepung) dan warga Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo. Hadi menyatakan, agenda audiensi dengan Papepung dan Warga Desa Mororejo ditunda. Hal ini disebabkan Bupati dan Wakil Bupati ada kepentingan lain.

 

”Ada agenda menghadiri undangan pernikahan putra Presiden Jokowi di Solo,” kata Hadi kepada murianews.com, Kamis (11/6/2015). 

Menurutnya, undangan dari Presiden Jowo Widodo di acara pernikahan putranya memang tidak dapat ditunda. Sehingga, kebijakan untuk menunda audiensi dengan Papepung dan warga Desa Mororejo dilakukan dengan terpaksa. 

”Penundaan ini bukan berarti audiensi dibatalkan. Nanti kami informasikan kapan audiensi dilaksanakan,” katanya.

Pemkab Jepara memang mewacanakan menggusur semua bangunan yang berada di atas tanah ”milik” negara, yakni bangunan-bangunan tempat karaoke di Pungkruk. Setelah digusur, rencananya Pemkab Jepara mendirikan bangunan berupa los untuk dijadikan sebagai wisata kuliner.

Mengetahui wacana Pemkab Jepara tersebut, Papepung dan warga Desa Mororejo mempertanyakan status tanah yang diklaim milik Pemkab tersebut. Pasalnya, selama ini warga hanya mengetahui status tanah yang digunakan oleh pengusaha karaoke tersebut merupakan tanah milik desa. (WAHYU KZ/TITIS W)