Setiap Desa di Kudus Harus Punya Video Dokumentasi

Para warga beramai ramai memikul gunungan apem (serabi) di saat acara Kirab Budaya Apeman menyambut bulan Sya’ban pekan lalu. (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Sebanyak 123 desa dan 9 kelurahan yang ada di Kabupaten Kudus, diharapkan mempunyai video atau film tradisi daerah masing-masing. Hal itu itu diupayakan guna menggali potensi, nilai seni maupun khasanah dari desa dan kelurahan tersebut.

Oleh karena itu, disaat ada kegiatan maupun acara tradisi atau budaya di desa, pihak desa dan kelurahan harus dapat mengabadikannya dalam bentuk video atau film dan foto.

”Seharusnya setiap desa dilengkapi sarana tersebut untuk kebutuhan dokumentasi acara budaya mereka. Karena hasil dokumentasi tersebut bisa didaftarkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Selain itu kami sebagai kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kudus dapat mengoleksi film  dari desa dan kelurahan tersebut sebagai kebutuhan arsip,” kata Nanang Usdiarto, kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kudus.

Menurutnya, dengan dokumentasi tersebut maka mempermudah memperkenalkan kekayaan suatu desa kepada masyarakat luas. Seperti halnya film Wayang Klitik Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kirab Apem Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Ampyang Maulid Desa Loram Kulon,Kecamatan Jati dan lain sebagainya.

Dia menambahkan, dokumentasi yang berkenaan dengan khasanah atau budaya tersebut, pihaknya selalu menelisik hingga ke desa terpencil untuk mencari kekhasan suatu desa. Sehingga disaat ada acara Kirab Budaya atau acara khas lainnya dapat langsung mendokumentasikan untuk keperluan arsip daerah. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)