Meski Harga Ayam Potong Naik,Omzet Pedagang Menurun

Salah satu penjual ayam potong di Pasar Induk Blora.(MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Jelang bulan suci Ramadan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokokterus merangkak naik, di antaranya ayam potong. Meski demikian, justri omzet penjualan mengalami penurunan.

Hal ini diungkapkan Sulasmi, salah seorang pedagang. Sejak harga ayam mengalami kenaikan, penjualan ayam potong mengalami penurunan. Jika sebelumnya dirinya menjual 30 hingga 40 potong per hari, kini paling banyak hanya 25 sampai 30 potong tiap hari.

”Sebelumnya, Rp30 ribu sudah dapat ayam berukuran sedang. Tapi sekarang, hanya dapat ukuran kecil.Ini yang menjadikan jumlah pembeli juga berkurang dan enggan untuk membeli ayam,” ujar Sulasmi,Rabu(10/6/2015).

Menurutnya, sejak harga ayam potong naik, pembeli lebih banyak beralih ke telur. Selain kenaikannya tidak terlalu tinggi, telur dipilih, karena dianggap cukup layak menjadi pengganti ayam sebagai lauk pada tumpeng pada tasyakuran di tradisi nyadran. Dia memperkirakan, kenaikan harga ini bakal terus terjadihingga H-1 Ramadan nanti.

”Dengan harga Rp 20 ribu per kilogram, telur ayam lebih cepat habis terjual karena banyak yang beli,” ungkapnya.

 Meski harga telur, ayam potong dan beras mengalami kenaikan, kondisi terbalik terjadi pada bawang merah dan bawang putih. Bawang merah yang sebelumnya Rp 36 ribu, kini menjadi Rp 32 ribu per kilogram. (PRIYO/KHOLISTIONO)