Korupsi Proyek Pemeliharaan Jalan di Rembang Rugikan Negara Rp 900 Juta

Raharjo, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang. (MURIANEWS / AHMADFERI)

REMBANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah telah menahan Raharjo, Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang, pada Kamis (4/6/2015). Kejati juga membeber tentang modus penyelewengan yang dilakukan oleh pejabat pembuat komitmen (PPKom) tersebut.

Akibatnya, proyek pemeliharaan jalan di ruas Sulang-Sumber-Kaliori senilai Rp 6,9 miliar diduga telah merugikan negara sebesar Rp 900 juta.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jawa Tengah Eko Suwarni membenarkan kerugian negara yang timbul akibat kasus dugaan korupsi itu mencapai Rp 900 juta. Menurutnya, modus korupsi yang dipakai tersangka adalah dengan mengurangi bestek, sehingga kualitas jalan sepanjang empat kilometer itu menjadi tidak sesuai ketentuan kontrak.

”Nilai kerugiannya Rp 900 juta, modusnya ada bestek yang tidak sesuai, hal itu sesuai keterangan ahli dari Universitas Negeri Semarang. Setelah penahanan ini, kami masih mengembangkan penyidikan terhadap proyek yang lain. Penyidikan kasus ini belum selesai, sehingga terus berlanjut,” kata Eko Suwarni, Kamis (4/6/2015).

Kejati memastikan, penahanan terhadap Raharjo dilakukan berdasarkan bukti yang cukup dan dikhawatirkan bisa melarikan diri atau bisa menghilangkan barang bukti. Menurut Kejati, Raharjo dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebelumnya, Kejati juga telah menahan pemborong proyek tersebut, yakni Direktur PT Permai Jaya, Abdullah Noor dalam kasus yang sama dengan Raharjo. (AHMAD FERI / TITIS W)