Soal Perampokan SPBU Mlonggo, Proses Pengumpulan Data Belum Optimal

Pihak kepolisian ketika melakukan olah TKP di lokasi perampokan SPBU Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Kasus perampokan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 44.594.03 Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, yang menghilangkan uang Rp 80 juta masih didalami oleh Satreskrim Polres Jepara. Namun, sampai saat ini proses pengumpulan data untuk diselidiki belum optimal.

Satreskrim Polres Jepara, AKP I Wayan Suhendar mengatakan, proses pengumpulan data memang belum optimal. Terlebih ada dugaan keganjalan dalam kasus perampokan tersebut. Sejauh ini, pihaknya baru mendapatkan data dari lapangan dan dari saksi-saksi ketiga kegawai yang berada di lokasi ketika kasus tersebut terjadi.

”Kami akan mengorek keterangan dari pemilik juga. Seharusnya kemarin, tapi belum bisa karena pemiliknya ada urusan lain,” kata Suhendar kepada murianews.com.

Menurutnya, kesibukan pemilik SPBU yang menjadikan penggalian data belum optimal. Padahal, dalam hal ini pihaknya ingin menggali data terkait SOP SPBU itu sendiri. Hal ini penting, agar dapat melakukan penyelidikan yang lebih mendalam. (WAHYU KZ/TITIS W)