Meski Aturan Membolehkan, Produk IKM Sulit Masuk Toko Modern

Maraknya pertumbuhan toko modern di Jepara diharapkan bisa dimaksimalkan oleh Industri Menengah Kecil (IKM) untuk menjual produknya. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Keberadaan toko modern di Kabupaten Jepara sangat banyak. Namun, keberadaan toko modern tersebut belum bisa dimaksimalkan oleh industri kecil menengah (IKM) di Jepara lantaran berbagai hal. Padahal, ada aturan yang dapat dimanfaatkan oleh IKM.

Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Jepara, Florentina Budi Kurniawati menjelaskan, berdasarkan aturan yang ada, sebenarnya produk lokal Jepara bisa dijual di toko-toko modern yang ada. Sayangnya, belum ada produk lokal Jepara yang bisa masuk karena belum memenuhi standar yang ditentukan.

”Ada beberapa standar yang harus dipenuhi, di antaranya mengenai lisensi halal, standar kesehatan dari departemen kesehatan, hingga kemasan,” ujar Florentina kepada murianews.com.

Dia menjelaskan, soal kemasan, kebanyakan produk IKM Jepara masih dibungkus dengan plastik tipis dan masih tradisional. Meski pihaknya tidak menyangsikan kualitas produk yang diproduksi warga Jepara itu.

”Di toko modern, kemasan harus tebal dan dipoles dengan menarik. Banyaknya toko modern di Jepara sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh IKM,” katanya.

Menurutnya, keberadaan toko modern tidak boleh hanya dipandang negatif. Sebab sebenarnya pedagang tradisional bisa belajar banyak dari toko modern. Baik soal tampilan, penataan hingga manajemen. ”Soal manfaat, IKM sebenarnya bisa mengambil manfaat. Hanya saja memang belum ada yang getol memenuhi standar, sehingga produknya bisa masuk toko modern,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)