Masyarakat Resahkan Keberadaan Lampu Tenaga Surya

Lampu tenaga surya yang terdapat di Desa Ngembal Kulon, Jati, Kudus selalu dilakukan pengecekan rutin oleh petugas untuk menjaga keawetan dan keoptimalan kinerjanya. (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Meski sebagian kalangan tertentu mengatakan lampu penerangan jalan tenaga surya bisa menghemat biaya. Namun di sisi lain, warga yang berada di sekitaran lampu tersebut sangat menyayangkan kegunaannya.

”Saat musim kemarau atau panas ini bisa bersinar maksimal. Namun kemarin pada waktu mendung seharian, lampu itu hanya bertahan sampai pukul 10 malam saja. Setelah itu mati sampai fajar,” kata Kholisbrono, warga Jepara yang mempunyai kios furniture di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati.

Menurutnya, kalau memang untuk digunakan menerangi jalan umum, seharusnya pakai listrik (PLN). Sehingga di saat mendung atau hujan lampu penerangan jalan bisa lancar. Karena sangat penting untuk pengguna jalan ketika malam hari. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)