Mukhasiron: Kami Akan Persulit Pendirian Usaha Karaoke

Anggota Pansus III Mukhosiron

KUDUS – Tidak dilarangnya usaha karaoke, termasuk di Kabupaten Kudus, membuat elemen yang selama ini getol menyuarakan pelarangan usaha tersebut, menjadi gerah. Bahkan siap untuk mempersulit pendirian usaha karaoke.

Misalnya saja anggota Pansus III yang selama ini getol menyuarakan pelarangan karaoke, Mukhosiron, yang menegaskan bahwa pihaknya siap mengganjal sejumlah pasal yang akan mempersulit pendirian usaha karaoke.

”Memang dari hasil konsultasi kami, usaha karaoke itu tidak dilarang karena sudah diatur dalam undang-undang. Sehingga tidak boleh sebuah perda bertentangan dengan undang-undang,” terangnya.

Namun, Mukhasiron menegaskan bahwa pihaknya siap mengganjal dengan sejumlah pasal yang akan mempersulit pendirian usaha karaoke. ”Kami akan berusaha semaksimal mungkin, memperjuangkan pasal-pasal yang akan mempersulit izin pendirian usaha karaoke di Kudus,” tegasnya.

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mencontohkan, salah satu pasal yang hendak dimasukkan adalah soal jarak usaha karaoke dengan pemukiman warga atau dengan fasilitas ibadah. 

”Ini akan bisa menjadi salah satu ganjalan ketika ada pengusaha yang hendak membuka usaha karaoke. Harus diperhatikan benar jaraknya. Nah, melalui aturan tersebut, kami tetap berharap agar Kabupaten Kudus bersih dari usaha karaoke,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan, ranperda karaoke yang saat ini dibahas di Pansus III DPRD Kudus, masih menjadi polemik yang cukup panas menyusul adanya pihak-pihak yang pro dan kontra terhadap keberadaan usaha karaoke. Sejumlah demonstrasi dari kedua pihak, sempat mewarnai proses pembahasan ranperda yang hingga kini masih belum disahkan tersebut.

Termasuk dalam demo yang berlangsung pada Jumat (22/5/2015) lalu. Di satu sisi, ada puluhan pemandu karaoke (PK) yang beraksi menuntut supaya tempat karaoke diperbolehkan beroperasi. Sedangkan di sisi lain, ada elemen masyarakat yang menghendaki supaya Ranperda Karaoke disahkan segera, karena isinya sudah jelas berisi larangan terhadap berdirinya usaha karaoke tersebut.

Ada beberapa pasal dalam Ranperda Karaoke yang memang semakin menegaskan bahwa usaha karaoke memang dilarang di Kudus. Yaitu karaoke hanya diperbolehkan sebagai fasilitas di hotel berbintang lima di Kudus. Padahal, di Kudus ini tidak ada hotel dengan status bintang lima. Berarti, fasilitas karaoke yang ada di hotel sekarang ini, jelas juga tidak diperbolehkan.

Kemudian, karaoke itu diperbolehkan dengan catatan hanya untuk kepentingan diri sendiri atau perlombaan. Dan kalaupun hotel bisa menyelenggarakan karaoke, maka dilarang untuk menyediakan PK, minuman keras (miras), dilarang buka pada bulan suci Ramadan, dan larangan lainnya. (MERIE)