Dua Pedagang Diduga Jadi Korban Peredaran Uang Palsu di Rembang

Uang pecahan seratus ribu bernomor seri EHE 737181 ini diduga palsu dan dikabarkan telah beredar di Pasar Kota Rembang dalam sepekan terakhir. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Dugaan peredaran uang palsu di kawasan Pasar Rembang semakin menguat seiring munculnya dua nama pedagang yang menjadi korban peredaran uang yang diduga palsu.

Mereka berdua baru mengetahui uang hasil penjualan ternyata palsu setelah mengecek satu persatu-satu uang yang mereka terima. Diduga kuat para pengedar uang palsu melancarkan aksinya dengan menyamar sebagai pembeli.

“Dua korban tersebut adalah ibu Salamah (48) asal Kelurahan Tanjungsari yang berjualan ikan basah. Lalu seorang lainnya adalah ibu Dwi Nurhayati (39), warga Desa Sumberjo yang sehari-hari berjualan ayam potong. Satu dari dua barang bukti berupa uang yang diduga palsu itu telah diserahkan kepada petugas Polres Rembang, sedangkan selembar lainnya menyusul besok,” ujar Suparno, Koordinator LSM Semut Abang, Kamis (28/5/2015).

Atas temuan tersebut, Suparno mengaku sangat mengutuk perbuatan seseorang yang nekat membuat dan mengedarkan uang palsu pecahan seratus ribu tersebut. Dia menegaskan para pelaku wajib dihukum seberat-beratnya karena telah merugikan masyarakat luas. Pihaknya juga meminta agar aparat penegak hukum segera bertindak cepat atas munculnya isu tersebut agar para pedagang tidak merasa was-was.

“Saya menduga mafia ini terorganisir, untuk itu kami berharap inteljen negara segera menelusuri hal ini. Bagi masyarakat yang mungkin menemukan seseorang yang mencurigakan, laporkan segera kepada pihak berwajib. Jangan sampai ada lagi pedagang pasar Rembang atau warga lainnya kembali menjadi korban,” kata Suparno yang juga seorang pedagang ayam di Pasar Rembang tersebut. (AHMAD FERI/SUWOKO)