Dana Rp 174 Miliar RSUD Kudus Harus Berbuah Kenyamanan

Bupati Kudus Mustofa saat melakukan dialog dengan jajaran RSUD dr Loekmono Hadi. (MURIANEWS)

KUDUS – Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD dr Loekmono Hadi Kudus diharapkan bisa mengedepankan pelayanan yang memberikan kenyamanan kepada pasien dan keluarganya. Apalagi sudah didukung dana ratusan miliar rupiah.

Bupati Kudus H Musthofa menegaskan bahwa sebagai instansi pelayanan publik terdepan bidang kesehatan, tentunya menjadi ujung tombak layanan kesehatan di Kudus. 

Dikatakan Musthofa, itu sebabnya Pemkab Kudus menganggarkan dana Rp 174 miliar bagi RSUD, agar bisa melaksanakan kinerjanya dengan baik. ”Apalagi statusnya sekarang sudah BLUD, ya. Sehingga mendapatkan kebebasan atau otonomi untuk mengelola anggarannya sendiri,” terangnya, di hadapan seluruh jajaran RSUD dr Loekmonohadi Kudus, Selasa (26/5/2015).

Penataan itu, menurut Musthofa, harus dilakukan secara menyeluruh. Baik itu penataan fisik maupun fasilitas yang ada di sana. ”Semuanya harus tercakup. Baik itu dalam penataan fisik lingkungan rumah sakit, juga harus ditata dengan baik. Sehingga kenyamanan pasien dan pengunjung akan bisa didapatkan,” terangnya.

Musthofa mengingatkan bahwa, peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan, juga harus diimplementasikan secara nyata. Karena hal itu menyangkut hajat hidup orang banyak, terutama masyarakat Kudus. 

Pelayanan di bidang kesehatan itu, dilakukan secara berjenjang. Yaitu dimulai dari tingkat pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) hingga rumah sakit. Semuanya, menurut bupati, harus dilaksanakan secara maksimal. 

”Saya sudah membebaskan biaya bagi masyarakat kurang mampu di semua puskesmas di Kudus. Lebih dari itu, layanan kelas III di RSUD dr Loekmono Hadi, juga sudah dimudahkan saja sekarang. Yaitu hanya dengan menunjukkan KTP sebagai warga Kudus,” paparnya.

Acara di RSUD dr Loekmono Hadi sendiri, dimaksudkan bupati untuk berdialog dengan jajaran lembaga tersebut. Yakni untuk mencari tahu sejauhmana kekurangan atau kekurangsempurnaan dari layanan yang diberikan rumah sakit. ”Supaya kita bisa memberikan apa yang menjadi harapan bagi masyarakat, akan layanan kesehatan yang baik,” imbuhnya. (MERIE)