Humas PN  Kudus: Tilang Harus Menimbang Aspek Sosial

ilustrasi proses tilang

KUDUS – Humas Pengadilan Negeri (PN) Kudus Ahmad Syafiq mengatakan, proses tilang  yang dilakukan Satlantas Polres Kudus harusnya mempertimbangkan aspek kemanusiaan. Hal itu,  supaya budaya gotong royong dan tolong -menolong tetap ada.

Syafiq menceritakan, dalam kasus persidangan terdapat sebuah cerita dari peserta sidang. Seseorang yang terkena tilang  menjelaskan, jika dirinya ditilang di sebuah gang daerah sekitar Akbid Pemkab Kudus. Hanya, dia ditilang lantaran menolong seseorang guna mendapatkan angkutan saja.

”Dia cerita, bahwa dia ditilang karena mengantarkan seseorang yang jalan kaki ke daerah keramaian atau jalan umum untuk naik angkutan. Namun sesampainya disana malah ditilang. Padahal hal itu sudah dijelaskan, bahwa dia cuma menolong. Itupun di jalan yang masuk gang pula,”  kata Syafiq, kepada murianews.com, Kamis (21/5/2015).

Katanya, jalan disana juga bukanlah jalan raya, sebab letaknya yang menjorok ke kampung dan lebih pas disebut gang. Hal seperti ini, menurutnya, pihak kepolisian harus melakuan pertimbangan dalam menilang. Selain itu, akibat dari hal tersebut, peserta sidang tidak mau menolong lagi, lantaran takut disidang. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)