Penyuluh Pertanian Kecamatan Sluke Angkat Tangan

Salah seorang petani melintas di kawasan pertanian. Saat ini ratusan hektare lahan pertanian yang tersebar di Desa Sanetan, Desa Rakitan dan Desa Manggar di Kecamatan Sluke dilaporkan rusak akibat serangan babi hutan. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sluke Marsam tak bisa berbuat banya terkait serangan babi hutan yang menimpa Kecamatan Sluke. Meski sudah berjaga para petani tetap kecolongan.

”Kami tidak bisa berbuat banyak, selain meminta kepada petani agar berjaga ketika malam jika memang masih memiliki tanaman di lahan. Sejauh ini para petani memilih mengandalkan para pemburu babi hutan,” kata Marsam.

Ia menyebutkan serangan babi hutan juga terpantau terjadi di wilayah Rakitan dan Manggar. Dia juga membenarkan jumlah babi hutan yang menyerang memang mencapai ratusan dan beraksi pada malam hari.

Saat ini pihak desa telah meminta tolong kepada para tentara yang kini tengah terlibat kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Sanetan untuk menggunakan senjata guna memberantas babi hutan. Sebab upaya membasmi hama dengan racun tidak dilakukan karena khawatir babi hutan yang mati tanpa diketahui akan meninggalkan bau busuk. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)