Pengusaha Karaoke di Beri Waktu Dua Bulan Kosongkan Tempat Usahanya

Wakil Bupati Jepara (baju putih) memimpin rapat koordinasi lintas sektoral membahas tindaklanjut penutupan pungkruk di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2015). (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara  melakukan penutupan pusat hiburan karaoke sejak 10 April, kini para pengusaha karaoke yang sebelumnya menempati tanah Pemda diminta untuk segera mengosongkan lokasi tersebut.

Mereka diberi batas atau tenggang waktu hingga 26 Juli 2015 untuk segera membersihkan barang-barang yang masih tersimpan disana.

Pengosongan lokasi pungkruk terungkap dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin wakil bupati Jepara Subroto, Rabu (13/5/2015) di ruang kerjanya. Hadir dalam pertemuan itu pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), LSM, TNI, Kepolisian, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Mereka diminta satu persatu untuk memberikan tanggapan atas upaya penutupan hiburan pungkruk tersebut.  

 ”Kami semua sudah bersepakat, agar mereka (red, pengsuaha pungkruk) segera mengosongkan lokasi,” ujar Subroto.  

Disampaikan Subroto, para pengusaha diminta untuk segera mengosongkan lokasi tersebut hingga batas waktu 26 Juli 2016. Setelah itu, atau keesokan harinya pemkab akan mengambil alih untuk menata kawasan pungkruk.

”Kami berikan waktu hingga 26 Juli 2015 untuk mengosongkan tempat usaha mereka yang ada di tanah Pemda,” kata Subroto.

Setelah diambil alih, rencanaya untuk SKPD terkait, yakni Dinas Ciptaruk, Dinas Pariwisata, DPPKAD, Bappeda, Dinas Pasar Koperasi dan UMKM untuk menundaklanjuti program kawasan pungkruk. Termasuk didalamnya, mengalokasikan anggaran untuk penataan. (WAHYU KZ/SUPRIYADI)