Laporan Penebangan Pohon Logung, LSM Pandawa Dicuekin

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pandawa memberikan keterangan pers, Selasa (12/5/2015). (MURIA NEWS/FASIOL HADI)

KUDUS – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pandawa merasa dicueki aparat kepolisian, terkait dengan laporan yang disampaikannya setahun lalu. Yaitu soal dugaan penebangan pohon milik Pemkab Kudus, yang terletak di lahan proyek Waduk Logung.

Ketua LSM Pandawa Bambang WS mengatakan, sejak setahun lalu, pihaknya sudah melaporkan soal dugaan penebangan pohon di atas proyek Waduk Logung, yang terjadi di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus.

”Pertama tahun 2013 lalu, kami lapornya ke Polda Jawa Tengah. Saya bahkan sudah diperiksa di sana, terkait dengan laporan itu,” jelasnya kepada sejumlah wartawan, Selasa (12/5).

Bambang mengatakan, pepohonan yang ada di atas tanah proyek Waduk Logung, telah ditebangi dengan cara sembarangan. Terlapornya sebanyak 20 orang oknum masyarakat yang ada di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus.

”Termasuk juga beberapa oknum perangkat Desa Kandangmas, yang kami duga terlibat dalam penebangan ini. Ada 20 orang yang kami laporkan ke polisi,” terangnya.

Persoalan itu, menurut Bambang, bermula ketika puluhan orang yang dilaporkannya, menebang pepohonan yang ada di atas tanah yang terkena proyek Waduk Logung. Tanah tersebut adalah tanah milik Pemkab Kudus, karena sudah dibeli untuk kepentingan proyek Waduk Logung.

Di Kandangmas sendiri, ada kurang lebih 20 hektare lahan yang pepohonannya sudah ditebang secara sembarangan. Lokasinya tidak di satu tempat, melainkan di beberapa titik. (FAISOL HADI / MERIE)