Vonis Terpidana Korupsi Dana SPP Ditambah 1,5 Tahun

Ketua Badan Pengawas UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber Gunanto. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Pengadilan Tinggi Jawa Tengah akhirnya menjatuhkan vonis hukuman lebih berat kepada Rukati (64) dalam kasus korupsi dana simpan pinjam perempuan (SPP) di UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber. Pengadilan Tinggi mengabulkan banding dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang dan memperberat hukuman Rukati yang semula dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor, kini divonis tiga tahun penjara atau ditambah 1,5 tahun. 

“Rukati terbukti mengorupsi dana SPP di UPK Sumber, jadi vonisnya diperberat. Saya menerima duplikat putusan banding dari Pengadilan Tinggi Jawa Tengah melalui Pengadilan Negeri Rembang pada Jumat (/8/5/2015). Selain divonis pidana penjara lebih berat, Rukati juga mesti membayar denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 131,4 juta,” ujar Ketua Badan Pengawas UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber Gunanto, Senin (11/5/2015).

Gunanto menjelaskan Rukati merupakan warga Desa Sumber sekaligus ibu dari mantan Seketaris UPK Sumber Heny Nurcahyanti yang juga terlibat kasus korupsi serupa yang merugikan Negara Rp 611,5 juta. Heny sebelumnya telah divonis 2,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor, namun ketika memilih banding, Pengadilan Tinggi juga memperberat vonis Heny menjadi 4,5 tahun. Upaya kasasi ke Mahkamah Agung pun ditolak, bahkan Heny divonis lebih berat lagi menjadi lima tahun dan juga didenda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 218,1 juta.

“Khusus putusan terhadap Heny yang telah berkekuatan hukum tetap, kami berharap kepada Pengadilan agar segera memproses penghapusan tunggakan yang terjadi akibat penyimpangan yang dia lakukan. Sebab jika tidak dihapus, maka tunggakan itu akan memengaruhi kinerja dan surplus di UPK. Padahal, dari surplus itu, UPK bisa memberikan bantuan sosial kepada masyarakat,” kata Gunanto. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)