Urai Polemik Tanjung Bonang, Pansus DPRD Gandeng Untag

Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Rembang, Puji Santoso. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Rembang bakal menjalin kerja sama dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, untuk mengurai polemik kepengelolaan di Pelabuhan Rembang Terminal “Tanjung Bonang” Sluke.

Legislator merasa perlu menggandeng tim ahli, agar penuntasan persoalan di pelabuhan yang berada di Desa Sendangmulyo, Sluke, itu bisa cepat dilakukan.

“Untag hanya diberikan wewenang untuk mencari tenaga ahli yang berkompetens. Sebab DPRD tidak bisa membayar satu per satu ahli secara langsung, tetapi membayar lewat lembaga penyelenggaranya. Tenaga ahli itu tidak mesti akademisi, tetapi juga bisa praktisi atau teknisi yang paham dan mumpuni,” ujar Ketua Pansus DPRD Rembang, Puji Santoso, Sabtu (9/5/2015).

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, tenaga ahli itu tidak harus berasal dari Untag Semarang. Ahli itu nanti akan dimintai pendapat, sekaligus pertimbangannya tentang berbagai problem di Tanjung Bonang. Dia optimistis dengan bantuan tim ahli, kerja pansus akan lebih sistematis dan efektif dalam menggali informasi.

“Terkait independensi calon tim ahli, kami akan memastikan obyektivitas mereka. Penyelenggara dalam hal ini Untag, sudah kami wanti-wanti untuk menyodorkan ahli yang terpercaya. Meski menunggu kedatangan ahli, target menuntaskan polemik di Tanjung Bonang tidak akan molor dari dua bulan,” kata Puji Santoso. (AHMAD FERI/ALI MUNTOHA)