Kesenian Kentrung Mulai Ditinggalkan, Ini Harapan Masturi

Masturi, pelaku kesenian Kentrung. (MURIANEWS/ EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Masturi warga Desa Kalirejo, Kecamatan undaan merupakan pelaku kesenian tradisional kentrung (cerita islami) mulai tahun 1998. Seiring perkembangan zaman, seni tersebut sudah mulai tergeser. Ia pun berharap ada yang masih menggandrungi kesenian tersebut.

”Paling tidak masyarakat tidak melupakan kesenian tradisional, khususnya kentrung. Sebab kesenian itu mempunyai nilai agama. Karena di dalam pementasan seni itu terdapat cerita agama, misalnya wali, nabi maupun yang lainnya,” kata Masturi.

Selain mempunyai cerita islami, dalam pementasannya juga memiliki khas tersendiri. Yaitu di saat pentas pemain tersebut memakai pakaian adat Jawa dan menggunakan alat musik rebana. Namun, dengan khasnya itulah dapat ditafsirkan bahwa kesenian Jawa dan cerita islam itu masih erat hubungannya.

“Setidaknya pemdes bila mempunyai hajat itu mengundang, meskipun sekitar 30 menit saja. Secara otomatis akan mempromosikan desa ini,” paparnya.

Menurutnya, dengan kesenian kentrung, secara tidak langsung akan dapat mendidik anak usia dini. Sebab pementasanya juga seperti bapak ibu guru bercerita bila menerangkan pelajaran saat di sekolah. Sehingga pendidikan moral anak-anak juga dapat terbangun untuk dijadikan penyeimbang ksenian dari luar. (EDY SUTRIYONO/SUPRIYADI)