Transportasi Haji Diupayakan Bisa Ditanggung Pemkab Jepara

Audiensi Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Jepara denganDPRD Jepara, yang membahas terkait penyelenggaraan haji. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Biaya transportasi haji dari daerah asal ke embarkasi diupayakan ditanggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Wacana ini muncul setelah adanya audiensi dari Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Jepara denganDPRD Jepara, Selasa (5/5/2015).

Forum KBIH yang diketuai Sholih Taufiq berharap, agar semua biaya transportasi ibadah haji dari Jepara ke embarkasi ditanggung Pemkab Jepara secara penuh, sehingga tanpa adanya biaya tambahan sebesar Rp 475 ribu bagi para jamaah haji.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Lukito Sudi Asmoro mengatakan, selama ini Pemkab Jepara telah berupaya memberikan bantuan kepada jemaah haji khusus untuk transportasi dari Jepara ke embarkasi maupun sebaliknya. 

“Pemkab Jepara telah memberikan bantuan dengan menyediakan bus sebanyak 16 bus yang memang diperuntukkan bagi Jamaah haji,” kata Lukito.

Menurutnya, selain bantuan 16 bus untuk transportasi dari Jepara ke embarkasi dan sebaliknya, tahun ini bantuan yang diberikan bagian kesra untuk ibadah haji juga ada Rp 425 juta, yang dibagi menjadi beberapa bagian. Diantaranya untuk transportasi, pelepesan dan pemberangkatan serta untuk Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

”Tiap tahun pelayanan terhadap jamaah haji terus kita tingkatkan, meskipun masih banyak kekurangan. Termasuk,masih adanya tambahan biaya.Hal itu, karena kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.

Wakil ketua DPRD Jepara Aris Isnandar menyampaikan, jika Pemkab harus membuat kebijakan baru pada APBD 2016, dengan membuat usulan plafon anggaran penyelenggaraan haji sesuai dengan kebutuhan.Sehingga, jamaah haji tidak lagi diberikan tambahan biaya untuk transportasi. 

”Selama ini, anggaran yang diusulkan ternyata belum mengakomodir semua kebutuhan, sehingga kedepan harus disesuaikan. Kita yakin teman-teman di komisi C yang membidangi masalah ini bisa mengerti,” katanya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)