Desa Jepang Pakis, Kampung yang Menggiatkan Jumat Bersih

Sejumlah perangkat desa melakukan rapat kecil di kantor balai desa, di Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus. (KOMA / EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Kebersihan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kudus di setiap hari Jumat, merupakan proses untuk pencegahan penyakit. Sehingga dengan kegiatan kebersihan itu akan mengurangi gejala penyakit yang ada.

 

Kepala Desa Jepang Pakis Sakroni mengatakan, paling tidak kegiatan kebersihan ini bisa membuat lingkungn desa menjadi bersih. Selain itu juga dapat mencegah berbagai penyakit seperti malaria, dan lainnya.

Sehingga desa yang berpenduduk sekitar 6.765 serta terdiri dari 41 RT dan 7 RW ini bisa menciptakan pemerintahan yang bersih. Mengingat kebersihan menjadi hal yang dibutuhkan dalam proses berjalannya pemerintahan yang baik.

”Dalam kebersihan itu memang kami lakukan setiap hari Jumat bagi pemerintah desa. Bila nantinya masyarakat ikut mencontoh ya silakan. Selain itu bila masyarakat akan melakukan kebersihan secara sendiri, ya monggo,” paparnya.

Oleh karenanya, pihak desa selalu melakukan kebersihan itu sebagai wujud pelaksanaan program kerja dalam pemerintahan. Agar ke depannya bisa berguna bagi seluruh warganya. Selain itu juga bisa bermanfaat bagi pemerintah sendiri.

”Kami berharap supaya ke depannya bisa memberikan kemaslahatan bagi warga. Baik itu tentang percontohan yang baik ataupun terhadap penanggulangan penyakit. Sebab untuk menanggulangi penyakit itu juga harus diawali dengan hidup bersih,” tuturnya.

Menurutnya, setiap hari Jumat memang pas diadakan berbagai kegiatan. Baik dimulai dari kebersihan, senam pagi atau yang lainnya. Sebab di instansi mana pun juga melakukan hal serupa. Maka dari itu pihak desa harus bisa aktif, atau sama halnya dengan instansi yang lainnya.

Selain kebersihan, pihaknya juga menyerukan warga untuk bisa aktif memeriksakan kesehatan. Baik itu di posyandu bila yang mempunyai anak kecil maupun di puskesmas keliling bagi warga yang tidak mempunyai biaya maksimal.

”Meskipun kebersihan dan arahan kami berbentuk semangat kebersihan yang penting pemerintahan ini juga bisa membuat warganya diperhatikan. Sehingga perhatian itu akan bermuara pada komunikasi antara warga dan pemdes yang semakin baik,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO / AKROM HAZAMI)