Desa Blimbing Kidul : Unggulkan Produk Peningkat Hasil Pertanian

Selain menyuguhkan berbagai seni di kalangan pendidikan dan usaha kecil yang ada di desa pada acara Lomba Desa 2015. Petani asal Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu, juga ikut memperlihatkan produknya berupa obat penumbuh tanaman.

Praktis, adanya lomba desa yang digelar oleh pemerintah setempat dimanfaatkan petani untuk memamerkan produknya itu. ”Dalam lomba ini kami menyuguhkan obat semprot untuk perangsang daun dan pohon,” kata Wardoyo, perwakilan Kelompk Tani Sido Rukun.

Petani yang ada di desa tersebut merasa terbantu dalam adanya kegiatan lomba desa. Sebab secara otomatis desa yang berpenduduk sekitar 3.800 jiwa, serta terdiri dari 23 RT dan 3 RW ini bisa mempromosikan produk tersebut kepada khalayak.

”Karena memang daerah Blimbing Kidul adalah para petani, maka yang kami pamerkan ya obat ini. Meskipun dalam stan lomba desa ini adalah untuk UMKM, namun kami juga punya hak untuk menampilkan hasil karya dari para petani yang ada di sini,” paparnya

Pria berusia 50 tahun tersebut menjelaskan produk obatnya tersebut. Di antaranya adalah menjelaskan dari mulai bahan baku pembuatan sampai dengan cara pemrosesan obat ini.

”Bahan baku pembuatan obat semprot atau perangsang tanaman ini memang  mudah. Yaitu kami mendapatkannya dari bekas buah-buahan atau sayur-mayur yang sudah membusuk. Setelah itu kami cincang serta saya campuri dengan bahan baku yang lainnya,” ujarnya.

Dengan adanya kreativitas petani tersebut, nantinya akan bisa meminimalkan biaya petani di saat musim tanam. Sebab bila petani menggantungkan dari pupuk maupun obat-obatan dari toko, maka biayanya akan terlalu membengkak.

”Untuk bahan baku campurannya, kami hanya menggunakan air kelapa, air cucian beras, dan gula merah. Setelah itu kami diamkan atau fermentasikan selama 3 minggu supaya cairannya bisa mengental dan dapat digunakan untuk menyemprot tanaman,” tuturnya.  

Menurutnya, dalam penemuan ini memang bisa dimanfaatkan oleh para petani lain. Selain itu juga bisa mengangkat kualitas para petani yang ada di desa tersebut. Sehingga bisa dijadikan manfaat tersendiri bagi petani lainnya yang memang berkunjung ke Desa Blimbing Kidul ini. (Edy Sutriyono / Akrom Hazami)