Desa Glagahwaru : Kembangkan Pembangunan Desa

Pemerintah Desa (Pemdes) Glagahwaru, Kecamatan Undaan, berupaya mengembangkan pembangunan. Karenanya, mereka gencar menggandeng warganya untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

Upaya yang dilakukan pemdes, adalah memberikan ruang bagi warga untuk berpendapat. Guna memberikan saran pada pembangunan yang direncanakan.

Kondisi demikian, membuat pemdes mendapatkan rekan untuk sama-sama mengembangkan pembangunan. ”Yang penting usulan masyarakat itu kami terima. Baik mengenai pembangunan atau yang lainnya,” kata Mahmudi, Kepala Desa Glagahwaru.

Sebab dengan adanya ruang bagi warga untuk memberi pendapat, maka desa yang berpenduduk sekitar 3.950 serta terdiri dari 25 RT dan 5 RW ini bisa meningkatkan komunikasi aktif bagi semua elemen.

Menurutnya, berpendapat bagi warga merupakan hal yang diperlukan sekali. Sebab pendapat warga menjadi acuan untuk menjalankan program pemerintahan. ”Sebab warga juga berhak ngomong atau memberikan masukan, serta memberi saran yang baik,” paparnya.

Pihak desa selalu berharap pada warganya untuk selalu aktif dalam pembangunan. Sebab pembangunan itu bukan semata-mata tanggung jawab oleh pemerintah, namun juga tugas semua pihak.

Menurutnya, dalam berpendapat itu nantinya akan muncul gagasan baru. Seperti halnya dalam rapat koordiansi RT maupun RW. Biasanya, setiap RT atau RW sudah mempunyai uneg-unek dari penduduknya. Sehingga saat rapat koordinasi, keluhan warga bisa disampaikan melalui perwakilan RT atau RW.

Selain itu, pihak desa juga akan menampung berbagai pendapat yang dilayangkan oleh RT maupun RW. Namun untuk apliksinya terhadap pembangunan, pihak desa melihat terlebih dahulu mana yang dianggap paling penting dan mendesak. 

”Bukan berarti pihak desa akan menyetujui semua, dan bukan berarti pula pihak desa akan menolak semua. Namun pendapat itu akan kami godok lagi dengan perangkat desa dan jajaran saya, mana yang lebih penting dalam ditindak lanjuti ke pembangunan,” ujarnya. 

Dengan adanya pemberian ruang untuk berpendapat itulah, nantinya akan bisa membuka keterbukaan. ”Sehingga pembangunan desa bisa maju, serta dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Edy Sutriyono / Akrom Hazami)