Desa Bae, Kecamatan Bae : Prihatin dengan Kerusakan Jalan Desa

Setelah cairnya anggaran pendapatan belanja desa (APBDes) tahun 2015 ini, Pemerintah Desa Bae, Kecamatan Bae akan memfokuskan pembangunan jalan di wilayah RW 1, tepatnya adalah di Dukuh Krajan dengan cara melakukan pengaspalan.

Sebab selama ini, dukuh tersebut belum tersentuh pembangunan jalan. Sehingga ketika musim hujan, jalan yang berada di wilayah tersebut sering tergenang air. ”Dalam proses pembangunannya nanti akan kami mulai dari Gang Pasar Jambu (bekas pabrik rokok jambu bol,red) ke barat dan ke utara. Kira-kira panjang 1 kilometer dan lebarnya 3 meter,” kata Agung Budiyanto, Kepala Desa Bae.

Dengan adanya pembangunan jalan tersebut, diharapkan dapat meminimalkan tergenangnya air, serta bisa bisa menanggulangi banjir. Wilayah tersebut selama ini juga terlihat kumuh. Lantaran di RW 1 merupakan sentra pasar Jambu.

”Maka dari itu, untuk membersihkan lingkungan yang kumuh, serta menanggulangi banjir di saat hujan, pembangunan jalan akan kami usahakan secepat mungkin. Terutama saat APBDes sudah cair,” paparnya.

Menurutnya, bila pembangunan tersebut sudah berhasil maka di tahun yang akan datang, pemdes fokus pada pembangunan jalan lainnya. Karena ditemukan ada beberapa titik lain yang juga rusak.

Selain itu, dalam pembangunan ini akan dirinci biayanya. Yaitu sekitar Rp 200 juta.

Selain itu, dalam pembangunan tersebut juga akan ditambah dengan anggaran bantuan gubernur (bangub) di tahun ini. Sehingga pihak desa bisa memaksimalkan pembangunan, serta dapat menyelesaikannya dengan baik pula.

”Anggaran Rp 200 juta itu kemungkinan akan kami ambilkan juga dari Bangub di tahun ini. Sebab bila APBDes digunakan secara terfokus di pembangunan maka dana operasinal desa menjadi minim. Maka untuk menyeimbangkan dana, kami bisa memanfaatkan bangub tersebut,” ungkapnya. 

Dia berharap APBDes bisa segera cair. Sehingga desa yang berpenduduk sekitar 8.000 jiwa serta terdiri dari 24 RT dan 5 RW ini  bisa mengadakan kegiatannya dengan maksimal. ”Baik dimulai dari kegiatan perangkat desa, maupun pembangunan infrastruktur. (Edy Sutriyono / Akrom Hazami)