Pemdes Kauman Berupaya agar Warga Bisa Bersekolah

Saat ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Kauman, Kecamatan Kota sering mengimbau warganya untuk selalu bersekolah. Sebab desa tersebut memang terletak di daerah perkotaan yang mayoritas dikelilingi tempat pendidikan berbasis agama. Kondisi demikian akan memacu warga untuk mengenyam pendidikan yang layak.

Imbauan untuk selalu bersekolah yang dilalukan pemdes kepada warga merupakan sebuah motivasi kepada generasi muda.  Yaitu agar dengan pendidikan, maka cita-citanya akan mudah tercapat. ”Meskipun pihak desa tidak bisa memberi apa-apa. Kami hanya bisa memberi motivasi kepada warga untuk selalu bersekolah,” kata  Rafiqul Hidayat, Kepala Desa Kauman.

Imbauan tersebut biasanya dilakukan pemdes, setiap kali mengadakan rapat koordinasi tingkat RT maupun RW. Selain itu, pemdes juga memberikan imbauan sadar pendidikan kepada warga saat ada  kegiatan PKK di desa tersebut.

Rafiq melanjutkan, meskipun jumlah penduduknya sedikit, tapi pemdes menitikberatkan akan pentingnya pendidikan di kalangan warga. Praktis, di desa tersebut kecil kemungkinannya menemukan anak usia sekolah tak mengenyam sekolah.

”Untuk menempuh pendidikan, setiap warga bisa memilih yang ada di sekitar desa. Mulai dari PAUD Desa Kauman, MI, MTs maupun tingkatan Aliyah. Sebab tempat pendidikan tersebut mudah dijangkau,” ujarnya. 

Dengan adanya imbauan semacam ini, nantinya diharapkan warga merasa tergugah untuk melaksanakan pendidikan yang layak. Sehingga untuk tingkat pendidikann yang berada di desa juga bisa maksimal.

”Yang penting itu sekolah dahulu. Sebab Pemerintah Kabupaten Kudus juga mewajibkan warganya untuk wajib belajar 12 tahun. Bila tidak punya biaya, pihak desa bisa membantu mereka untuk membuatkan surat keterangan tidak mampu. Untuk masalah pendidikan yang sudah tingkat perkuliahan, itu kan bisa dilakukan sambil kerja,” ungkapnya.

Dia cukup senang bila kewajiban sekolah itu bisa dilaksanakan dengan baik. Sehingga mereka bisa mempunyai ijazah tingkat SMA/MA atau SLTA yang bisa dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan. ”Sehingga biaya kuliah juga bisa didanai secara mandiri,” pungkasnya. (Edy Sutriyono / Akrom Hazami)