Kelurahan Purwosari Maksimalkan Keberadaan Gedung PKK Guna Meningkatkan Mutu SDM Warganya

Guna meningkatkan mutu SDM warganya, pemerintah Kelurahan Purwosari, rajin mengadakan berbagai kegiatan. Tujuannya agar kreativitas warga bisa terasah. 

Maka dari itu, pemerintah kelurahan selalu memanfaatkan kegiatan yang ada. Satu di antaranya adalah pertemuan organisasi di gedung PKK.  

Dalam perkumpulan itu, biasanya mereka selalu membahas kegiatan PKK,  serta kemajuan seputar kelurahan setempat.

”Meskipun gedung PKK ini bentuknya sederhana, namun kami selalu memanfaatkannya untuk keperluan rapat kecil, atau pertemuan ibu-ibu RT,” kata Suremi, Lurah Purwosari.

Menurutnya, dengan adanya pemanfaatan semacam ini, maka secara otomatis gedung PKK bisa terawat dengan baik. Dengan begitu kegiatan yang dilakukan di gedung PKK juga akan berjalan baik.

Selain itu, gedung yang berada di dekat Puskesmas Purwosari ini juga selalu memberikan pendidikan tersendiri bagi kader PKK. Sebab organisasi tersebut selalu mengadakan kegiatan positif warganya . Sehingga mereka bisa menciptakan kreativitasnya tersendiri.

”Tempat itu memang bermanfaat. Maka dari itu, tempat ini kami pertahankan. Selain itu, untuk membangun baru, memang pihak kelurahan harus berkoordinasi dengan dinas terkait terlebih dahulu,” tuturnya. 

Meskipun gedung PKK sudah berumur puluhan tahun, namun kegiatan organisasi yang diadakan juga berjalan efektif. Praktis, pemerintah kelurahan merasa antusias dengan keberadaan PKK. Karena, PKK juga ikut serta membangun SDM.

Sebelumnya, pihak puskesmas mengusulkan agar gedung PKK dipindah. Namun pihak puskesmas malah melimpahkan biaya pembuatan gedung barunya kepada pemerintah kelurahan. ”Kami tidak mau, sebab anggaran tidak ada untuk pembangunan gedung tersebut,” ungkapnya.  

Menurutnya, bila gedung tersebut dibongkar dan akan dibangun lagi, maka pihak puskesmaslah yang harus mendanai. Sebab masyarakat telah bersepakat bila ada pembongkaran dan pembangunan baru gedung PKK, maka puskesmas juga harus ikut andil dalam pembuatan gedung. ”Itu kesepakatan warga,”  pungkasnya. (Edy Sutriyono / Akrom Hazami)