Desa Mejobo : Pentingkan Pelayanan Prima Warga

Untuk memenuhi kebutuhan warganya, saat ini Pemerintah Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, telah memberlakukan pelayanan prima. Tujuan pelayanan tersebut untuk memuaskan serta memenuhi kebutuhan warga. Khususnya di bidang administrasi.

Penjabat Kepala Desa Mejobo Joko Kusmanto mengatakan, pemerintah desa sepakat bahwa yang terpenting untuk masyarakat adalah pelayanan maksimal.

Sebab dengan pelayanan yang baik akan membuat warga merasa dipedulikan. Selain pelayanan prima di bidang administrasi, pemdes juga menampung keluh kesah warga ataupun aduan warga yang bersifat mendadak.

Sehingga di desa yang berpenduduk sekitar 7.880 jiwa serta terdiri dari 35 RT dan 4 RW ini akan mampu menjalankan fungsi pemerintahannya dengan baik. Sebab pembangunan yang baik itu, bisa dinilai masyarakat dari sisi bagusnya pelayanan.

”Dengan demikian kami bisa memberikan pembangunan sosial yang baik. Saya harus bisa mendengarkan semua aspirasi masyarakat. Sebab aspirasi yang didengarkan oleh pemerintah itu amat berarti bagi warga,” paparnya.

Selain itu, pihak desa juga akan selalu memberikan pelayanan administrasi kepada warga selain di kantor. Sebab pelayanan administrasi memang bisa dilakukan di rumah perangkat desa. Lebih-lebih administrasi surat izin karyawan pabrik rokok yang absen.

”Pelayanan surat izin itu tentunya tidak mengenal waktu, maka dari itu kami harus bisa terbuka kepada warga. Karena penduduk sini memang rata-rata pada bekerja di perusahaan rokok. Sehingga kebutuhan mereka memang tidak bisa ditebak serta ditunda,” tuturnya.

Menurutnya, kebutuhan warga memang mayoritas terkait dengan administrasi desa. Sehingga pihak pemerintah desa juga harus selalu sigap untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, para warga juga harus bisa selalu aktif untuk memenuhi persyaratan admistrasi.

”Kami juga mengajak kerja sama warga agar aktif untuk melihat tanggal atau kadaluarsa sebuah administrasi. Misalnya, mereka selalu memantau kadaluarsa KTP, KK maupun yang lain. sehingga mereka juga akan bisa merasa cepat terlayani tanpa adanya kendala administrasi yang sudah kadaluarsa,” imbuhnya. (Edy Sutriyono / Akrom Hazami)