Desa Bakalan Krapyak : Kompakkan Warga Cegah ISIS

Saat ini, Pemerintah Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu menggencarkan rapat koordinasi dengan warga untuk menolak masuknya paham ISIS ke desa. Tidak heran jika di setiap gang perkampungan, atau RT,  marak terpasang spanduk penolakan organisasi sesat tersebut.

Kepala Desa Bakalan Krapyak, Susanto mengatakan, pihak desa selalu memantau kegiatan warganya. Sebab pemerintah desa juga khawatir bila ada warganya ikut terlibat di organisasi tersebut. Apalagi bila sampai tergoda masuk ISIS karena tergiur usai diiming-imingi uang.

Warga desa telah memasang spanduk penolakan. Keberadaan spanduk tersebut guna mengingatkan warga untuk bersama mempersempit ruang pergerakan ISIS. Warganya sepakat untuk menolak ISIS. Mulai dari penentangan bahkan pengusiran warga bila sampai ada yang terjebak masuk ISIS. Selain itu juga, adanya spanduk bisa memberikan semangat tersendiri bagi warga untuk sepakat menyuarakan penolakannya.

”Sebelum kami pasang spanduk ini, biasanya saya selalu memberikan arahan-arahan kepada warga. Baik melalui pengajian di masjid, PKK, maupun pengumuman- lainnya. Sehingga para warga yang belum tahu bahaya ISIS akan bisa mengetahuinya,” kata Susanto. 

Pemerintah desa akan menggencarkan kembali pemasangan spanduk penolakan ISIS ini. Terutama di lingkungan RT yang masih belum memasang. Hal itu untuk memperlihatkan kebulatan tekad Desa Bakalan Krapyak mencegah ISIS.

”Untuk pemasangan spanduk ini dilakukan para pemuda. Kami bekerjasama dengan tokoh masyarakat. Supaya mereka juga bisa ikut memantau para warga yang lain supaya tidak terjerumus pada organisasi sesat lainnya. Apakah itu ISIS atau sejenisnya,” tuturnya.

Dia menyatakan, yang terpenting bagi pihak desa adalah telah berupaya keras untuk menangkal organisasi sesat tersebut. Selain itu, nantinya juga akan diintensifkan kembali dengan mengarahkan kepada warga. Baik melalui kerja sama dengan dinas terkait atau yang berwenang. ”Sehingga warga bisa lebih paham tentang aliran sesat sejenisnya,” pungkasnya. (Edy Sutriyono / Akrom Hazami)