SD IT Luqman Al Hakim : Tonjolkan Bakat dengan Ajang Kreasi

Setiap murid pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, maka dari itu SD IT Luqman Al Hakim, Krandon, Kecamatan Kota, selalu mengukur kemampuan murid dengan menggelar ajang kreasi. Karena lewat ajang itulah, bisa dijadikan tolok ukur bakat dan kemampuan murid. Sehingga memudahkan guru mengarahkan dan membimbing.

Kepala SD IT Luqman Al Hakim Usman Wakimin mengatakan, kegiatan ini selalu diadakan setiap satu tahun sekali. Sehingga ketika pelaksanaan pendidikan dalam kurun waktu satu tahun, bakat dan kreativitas murid bisa dilihat.

Kegiatan yang diadakan pada Minggu (5/4) ini, merupakan ajang kreasi setiap murid. Sehingga murid dituntut untuk bisa menunjukan kreativitasnya masing-masing. Baik secara kemampuan akademik maupun nonakademiknya. 

”Dalam kegiatan ini kami tekankan pada kelas 1 sampai kelas 5, sebab untuk murid kelas 6, harus sudah fokus pada Ujian Nasional. Selain itu, wali kelas masing-masing kelas, juga menyiapkan konsep yang akan ditampilkan muridnya. Seperti halnya kelas 5, mempresentasikan tentang permainan musik perkusi yang terbuat dari barang bekas, dan pembuatan pupuk kompos,” paparnya.

Sehingga SD yang berdiri pada 2001 ini juga secara otomatis, mengaplikasikan Kurikulum 2013 lewat ajang kreasi tersebut. Sebab tempat pendidikan yang memiliki 300 murid, serta terdiri dari 12 kelas, dan 28 guru ini, memang dijadikan pilot project oleh pemerintah, untuk melaksanakan kurikulum tersebut.

”Paling tidak kegiatan ini membuat anak-anak bisa lebih menonjolkan bakatnya. Karena adanya kegiatan ini, juga berasal dari usulan orang tua wali murid. Mereka ingin mengetahui kemampuan anak-anaknya sejak dini,” tutur Usman.

Menurutnya, kegiatan ini secara otomatis juga membantu membangun mental murid menjadi berani tampil dan unjuk kebolehan. Karena dalam mempresentasikan karya seninya, murid menunjukkannya pada penonton yang terdiri dari seluruh teman-temannya, guru, karyawan, dan wali murid.  

”Dalam ajang kreasi ini, kami mengadakan penilaian dengan melibatkan dewan juri. Untuk dewan juri, pihak sekolah menunjuk dari dewan guru yang paham dan senior di bidangnya. Namun, yang terpenting dalam kegiatan ini tidak ada yang nomor satu atau juara. Sebab dengan digelarnya ajang kreasi ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas murid,” imbuhnya.  (Edy Sutriyono/ Titis Ayu)