Desa Gondoharum : Berupaya Memangkas Biaya Pertanian

Untuk memangkas biaya petani saat musim tanam, Pemerintah Desa (Pemdes) Gondoharum, Kecamatan Jekulo, akan mewacanakan pengalihan penggunaan pompa air tenaga diesel ke mesin  pompa ke tenaga listrik. Supaya para petani bisa meminimalisasi biaya tanam yang kerap membengkak.

Kepala Desa Gondoharum Ruslan mengatakan, banyak petani di desanya yang menggunakan tenaga pompa air diesel untuk mengairi sawahnya. Di tahun 2015 ini,  penggunaan mesin tenaga diesel akan dialihkan ke tenaga listrik.

Dengan adanya wacana tersebut, nantinya desa yang berpenduduk sekitar 8.333 jiwa,  serta terdiri dari 39 RT dan 5 RW ini bisa menyejahterakan rakyatnya. Selama ini, biasanya petani menyewa mesin pompa tenaga diesel dari  pengusaha jasa atau perseorangan. Kondisi itu membuat petani harus merogoh kocek lebih dalam modalnya.

Selama ini para petani membayar pada pengusaha diesel. Untuk satu kotak sawah adalah Moro Limo yaitu hasil panen dibagi 5 atau 1/5. Bila nantinya ada tenaga listrik untuk mengairi sawah. Maka petani akan dikenai biaya. Tapi jumlahnya lebih rendah dari biaya sewa mesin pompa tenaga diesel. tuturnya.

Menurutnya, di saat kenaikan BBM seperti sekarang. Nominal biaya sewa mesin pompa tenaga diesel amat memberatkan petani. Terkadang nilainya juga berubah-ubah. Lantaran kenaikan harga solar atau harga tarif listrik yang terjadi.

”Misalnya nanti ada jalur listrik besar yang masuk ke Dukuh Tumpang maka kami akan langsung mengusulkan itu pada pemerintah. Sebab mayoritas sawah di sana masih menggunakan mesin tenaga diesel,” paparnya.

Usulan terhadap tenaga listrik untuk mengairi sawah akan dimatangkan. Di antaranya pemdes akan berberkoordinasi dengan PLN setempat. Bila hal itu terealisasi, maka pemdes akan membuat badan usaha milik desa (BUMDes).  Di dalamnya, BUMDes akan memanfaatkan dinamo untuk mengoperasikan pompa air tenaga listrik.

Selain itu, nantinya juga bisa membuat para petani meningkatkan perekonomiannya. Sebab bila perencanaan tenaga listrik bisa disetujui pemerintah, para petani bisa membayar dengan murah kepada pihak desa. 

”Kami berharap rencana itu bisa lancar dan cepat disetujui oleh pemerintah,” imbuhnya. (Edy Sutriyono / Akrom Hazami)