Sering Kebololan, Persijap Fokus Mengejar Surplus Gol

JEPARA – Persijap telah memainkan enam laga di kom¬pe¬tisi Indonesia Super League (ISL) 2014. Ha¬silnya, tim yang berjuluk Laskar Kalinyamat itu berada di pe¬ring¬kat sembilan klasemen se¬me¬n¬tara wilayah barat dengan empat poin.

 

Poin itu diperoleh dari satu kemenangan melawan Persik dan satu seri saat menjamu Persib. Meskipun manajemen tak mematok target tinggi, bukan berarti skuad asuhan Raja Isa tanpa beban. Banyak hal yang mesti dibenahi tim pelatih. Di antaranya, lini be¬lakang dan depan.

Pasalnya, dari enam laga tersebut, kinerja lini belakang Persijap belum optimal. Ini terlihat dari 12 gol yang telah ber¬sarang ke gawang tim kebang¬gan warga Jepara tersebut. Ar-tinya, rata-rata dalam satu laga Evaldo Silva dkk kebobolan dua gol.

Sementara itu, lini depan di satu-satunya tim asal Jateng pada pentas ISL musim ini juga jauh dari kata subur. Sejauh ini, Laskar Kalinyamat baru meng¬hasilkan tujuh gol. Itu artinya, jumlah gol yang bersarang di gawang sendiri lebih banyak ketimbang gol yang disarangkan ke gawang lawan. Melihat fakta tersebut, Persijap harus mencetak minimal lima gol untuk menyeimbangkan neraca golnya. Sekaligus mengejar kondisi surplus.

”Banyak gol terjadi karena kurang konsentrasi dan terjadi di menit-menit awal babak pertama dimulai. Saat lawan Persik lalu kita sudah mulai benahi dan berhasil memetikkemenangan pertama,” kata Raja Isa, pelatih Persijap kepada Koran Muria, kemarin.

Mengetahui kelemahan dan kekurangan dalam tubuh Persijap, pelatih asal Malaysia itu berkomitmen memaksimalkan jeda laga ini untuk berlatih keras. Sejak awal latihan usai liburan, tim pelatih memberi latihan khusus untuk meningkatkan kinerja lini be¬lakang tersebut. 

”Bisa dilihat saat latihan, kami mengasah kemampuan pe¬main dalam hal meng-cover lini per¬tahanan, kesigapan dalam clearing, dan memperkuat komunikasi antar pemain,” terang Raja.

Untuk lini depan, ia mengakui lini serangnya bermasalah dengan penye¬le¬sain akhir.  Tak semua dari tujuh gol yang diciptakan anak asuhnya dicetak dari pemain lini depan. Beberapa gol juga dihasilkan dari pemain belakang seperti Danial.

”Meski demikian, yang die¬valuasi dan diperbaiki bukan saja lini be¬la¬kang dan lini depan saja. Tapi pada semua lini,” ungkapnya. (Wahyu Kz / Sundoyo Hardi)