Serangan Keong Mas di Pati Mengganas

PATI – Memasuki masa tanam dua (MT II) di Kabupaten Pati,  para petani harus meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan berbagai jenis hama. Terutama jenis keong mas yang mengganas sejak beberapa pekan terakhir.  Bencana banjir yang melanda Bumi Mina Tani awal tahun 2014 lalu, memicu perkembangan  hama perusak padi tersebut.

Berbagai upaya dilakukan petani untuk membasmi keong ma, antara lain secara manual dengan memungut satu per satu keong mas yang menempel pada batang padi, hingga menyemprotkan bermacam obat hama.  Namun,  upaya tersebut belum mampu mengatasi serangan hewan jenis mollusca itu.

Salah seorang petani  di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati Kota, Rumisih mengatakan, para petani kerepotan membasmi hama keong mas. Bahkan, tidak sedikit petani di wilayah Kecamatan Pati Kota dan Jakenan terpaksa menanam ulang akibat tanaman padi mereka rusak diserang keong mas.

”Kendala para petani pada MT II tahun ini, adalah serangan hama keong mas. Selain perkembangan hamanya cepat, kerusakan yang ditimbulkan juga lebih parah. Setelah terserang hama keong mas, bibit yang ditanam menjadi rusak mulai batang dan mati. Sehingga kami harus menyulam ulang bibit padi tersebut,” jelas Rumisih (35) kepada Koran Muria, Sabtu (29/3).

Kondisi serupa juga dialami petani lainnya, Mohadi (49). Petani  warga Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan  mengaku kerepotan menghadapi serangan hama keong mas  sejak awal penanam padi dua pekan lalu. Selain menambah takaran obat hama, ia juga beberapa kali menanam ulang bibit padi yang rusak diserang keong mas.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertannak) Pati Nikentri menjelaskan,  terkait ancaman hama keong mas di beberapa kecamatan pada MT II ini, pihaknya masih mendata serta berkoordinasi dengan tim pemeriksa di lapangan. 

”Setelah mendapat informasi dari beberapa petani di Kecamatan Jakenan dan Widorokandang, kami segera menerjunkan tim pemeriksa tanaman. Selain itu, kami juga masih menunggu hasil koordinasi dengan POPT. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, serangan hama keong mas menjadi kendala serius bagi petani selain tikus dan wereng,” paparnya.  (Syamsul Falak/Sumarni)