Kapal Motor Penumpang (KMP) Muria Jadi Kenangan Para Bakul

JEPARA – Kapal Motor Penumpang (KMP) Muria sudah belasan tahun menjadi tulang punggung utama, untuk menyeberangkan warga dari Karimunjawa ke Jepara. Sejak beroperasi tahun 1996 silam, kapal itu telah memberi banyak kenangan bagi penumpang setianya. 

Kini kapal itu, mulai tak dioperasikan, dan akan digantikan dengan kapal baru KMP Siginjai, yang mempunyai kemampuan yang lebih ketimbang KMP Muria. Kapal itu sebentar lagi bakal meninggalkan Jepara, dan dikandangkan ke ASDP di Belitung.

Selama belasan tahun, KMP Muria menjadi andalan utama warga, terutama warga Jepara. Kapal yang terdiri dari tiga dek itu, penumpang setianya rata-rata adalah para ”bakul” atau pedagang yang kulakan dari Jepara kemudian dipasarkan ke Karimunjawa. Jadi tak heran jika isi kapal yang berukuran besar itu dipenuhi barang bawaan, bahkan kendaraan besar.

Salah satu pedagang yang setia menggunakan jasa KMP Muria, yakni Istia’nah (46). Pedang sembako di Karimunjawa ini mempunyai banyak kenangan dengan KMP Muria. Maklum ia merupakan salah satu penumpang yang rutin menggunakan kapal itu untuk transportasi dari Jepara-Karimun atau sebaliknya, setiap pekannya. ”Kebetulan saya dagang di sana (Karimunjawa), ke Jepara untuk kulakan sembako,” kata Isti kepada Koran Muria.

Sangking seringnya, ia hafal betul komposisi atau ruang demi ruang yang ada di KMP Muria. Menurutnya, ada tiga dek yaitu dek dasar untuk barang-barang, dan kendaraan seperti truk dan mobil. Dek kedua merupakan tempat untuk penumpang yang terdiri dari tiga bagian, dengan bagian pertama paling depan adalah ruang VIP. 

”Sedangkan bagian di belakangnya yaitu bagian kedua dan bagian ketiga, merupakan ruang penumpang ekonomi yang menggunakan AC alami dan kursi plastik,” ujarnya berkelakar.

Ia juga selalu mengingat bagaimana perasaan penumpang, ketika kapal tambun itu diterjang ombak tinggi. Terjangan ombak itu menyebabkan kapal bergoncang, sehingga tak sedikit penumpangnya yang panik.

”Kalau puncaknya musim hujan kan dilarang berlayar. Tapi saat awal-awal musim hujan biasanya masih berani dan ombak tinggi, jadi kapalnya goyang-goyang kenceng,” ungkapnya.

Bahkan, dia juga pernah mengalami saat kapal sudah mulai berlayar, dalam perjalanan terpaksa balik putar arah karena gelombang terlalu besar untuk diterjang. Untuk itu, dengan adanya pergantian KMP Muria dengan KMP Siginjai, ia berharap dapat mengatasi persoalan transportasi dikala ombak besar. 

General Manager ASDP Jepara Zulkifli mengatakan, KMP Muria sudah seharunsya diganti, karena mulai berumur. Meski demikian menurut dia, kondisinya kondisi kapal tersebut masih sangat bagus. Sehingga kapal itu direncanakan akan diratrik ke ASDP Cabang Belitung.

”Untuk penempatan kapal itu (KMP Muria) kami belum tahu. Yang jelas ditarik ke ASDP Belitung. Belitung punya banyak rute perjalanan,” ungkapnya.

Sebelum ditarik ke Cabang Belitung, KMP Muria akan terlebih dahulu berada di Dermaga Kartini. Tetapi waktu bersandar kapal itu tidak akan lama. (Wahyu Kz / Ali Muntoha)