FKTH Sangsikan Data K2 BKD Pati

PATI-Forum Komunikasi Tenaga Honorer (FKTH) Pati, menyangsikan data tenaga honorer kategori dua (K2) yang dirilis Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pati tahun 2005 sebanyak 2.246 orang. Data tersebut diragukan karena hasil pengecekan pihaknya hanya 1.781 orang.

Padahal hasil penelusuran yang dilakukan FKTH, ditemukan lebih dari 200 nama dalam database K2 yang diduga data masuknya dipalsukan,” kata Ketua FKTH Pati Rusdiana, Jumat (28/3).

Menurut dia, beberapa cara dapat dilakukan untuk memalsukan data masuk sebagai honorer K2. Antara lain pembuatan surat keputusan (SK) wiyata bakti dari pimpinan instansi yang tidak sesuai dengan waktu masuk dan tidak mencoret nama mereka yang telah putus pengabdian beberapa tahun.

”Berdasarkan pendataan BKD pada 2005 hingga 2010, tidak sesuai dengan data dan SK wiyata bakti anggota FKTH. Dari data kami, hanya ada sebanyak 1.781 K2 yang terdata pada tahun 2006,” terangnya.

Untuk membuktikan kebenaran data anggota FKTH, lanjut dia, pihaknya telah mengantongi SK wiyata bakti awal dari semua anggota FKTH saat pertemuan di Gedung PGRI pada 2007. Sebab, data itu dikumpulkan koordinator wilayah FKTH di masing-masing kecamatan. Sehingga data yang masuk sebelum 2005 atau sesudahnya dapat dicek.

Ia mengatakan, adanya kemungkinan data K2 milik BKD itu  sebanyak 2.246 orang, karena memasukkan 465 guru TK yang mengajar di lembaga nonpemerintah atau tidak masuk kategori tenaga honorer. Sebab dari jumlah guru TK, yang masuk database hanya empat orang. 

“Bahkan jumlah tersebut, seharusnya kini telah berkurang karena telah digelar seleksi CPNS tiga kali. Yakni  tahun 2006, 2009, dan 2013. Termasuk ada tenaga honorer yang telah meninggal dunia dan mundur,”tandasnya. (Syamsul Falak/Sumarni)

2 gagasan untuk “FKTH Sangsikan Data K2 BKD Pati

  1. Sebaiknya diupload aja daftar tenaga honorer k2 kab pati yang tahun 2006, agar jelas dan tidak ada kesan membuat buat. Sehingga ada bukti otentik. Trim

  2. tolong yang transfaran ,akuntabel,obyektif sesuai intruksi menpan.jangan ada yg di dzolimi .sbb kami h k2 pya data tiap tiap kecamatan.yg bodong sadarlah drpd nanti urusan dgn aparat kepolisian ngak usah ikut pemberkasan ,lolos di bkd blm tentu lolos di bkn

Komentar ditutup.