Panti Pijat dan Karaoke Dibongkar

KOTA SEMARANG – Sebanyak 35 bangunan panti pijat dan tempat karaoke ilegal di Jalan Unta Raya, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari menjadi sasaran penertiban Satpol PP Kota Semarang, kemarin. Pembongkaran tersebut merupakan peringatan terakhir bagi pemilik bangunan yang masih nekat mengoperasikan kegiatan ilegal di lokasi itu.

Kepala Seksi Trantib dan Humas Satpol PP Kota Semarang Aniceto da Silva mengatakan, upaya persuasif yang telah dilakukan di antaranya memberi peringatan tertulis dan penyegelan tak digubris pemilik bangunan.

”Jika mereka masih beroperasi lagi, maka kami akan membongkar secara permanen dengan menggunakan alat berat,” katanya.

 

Dalam operasi tersebut, sebanyak 150 personel Satpol PP dikerahkan dan di-back up petugas dari Polsek Gayamsari. Tak ada perlawanan dari pemilik bangunan.

Menurut Aniceto, bangunan-bangunan tersebut digunakan tidak sesuai peruntukkannya. Mereka menyalahi perda, izin pariwisata dan izin HO. ”Kami akan secara rutin melakukan pengawasan sehingga bangunan-bangunan di sini tidak disalahgunakan untuk kegiatan ilegal,” lanjutnya.

Sri Indrayati, Lurah Pandean Lamper menambahkan, sosialisasi kepada pemilik bangunan sudah berulangkali dilakukan. ”Kami juga sudah sering melakukan dialog tapi mereka masih tetap membandel,” katanya.

Seorang warga setempat Lestari (35)menuturkan, keberadaan tempat-tempat hiburan ilegal itu sangat meresahkan. Biasanya mereka beroperasi mulai petang hingga dinihari.

”Di sini kan banyak anak-anak dan tentu saja juga tidak bagus bagi perkembangan mereka. Terkadang pengunjung juga sering bikin keributan,” ujarnya.

Dia berharap petugas terkait rutin melakukan penertiban sehingga mampu menimbulkan efek jera. 

TRI WURYONO / SUWOKO