Masih Kurang Satu Sertifikat

BLORA – Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora dalam mengusut dugaan peyimpangan pengadaan tanah kantor pengadilan agama (PA), terus berlanjut. Terakhir, tim penyidik dari kejari telah menyita tiga dokumen penting yang tersimpan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

”Kami sudah berhasil menyita dokumen yang kami butuhkan. Tapi baru tiga dokumen yang disita,” ujar Kajari Mochamad Djumali melalui Kasi Pidsus Dhian Yuli Prasetyo, kemarin.

 

Dhian menambahkan, sertifikat yang berhasil disita ialah sertifikat nomor 00394 dan sertifikat nomor 00286 atas nama Ida Nursanti, dan sertifikat nomor 00377 atas nama Dwi Entari Handayani. Namun, tim penyidik masih kurang satu dokumen pentimg lagi yang belum disita. Yakni, sertifikat nomor 00350 hak pakai nomor 5 atas nama Mahkamah Agung RI. 

”Sertifikat itu masih disimpan di kantor PA. Nanti, yang di kantor PA akan dilakukan penyitaan lanjutan,” jelasnya.

Dhian menambahkan, sedikitnya ada delapan item dokumen tanah yang diajukan untuk disita. Di antaranya lima sertifikat dan tiga buku tanah. Dokumen-dokumen itu diperlukan, untuk melengkapi berkas dan akan diajukan dalam persidangan nantinya.

ARIES BUDI