KPU Jateng Siapkan TPS Bencana

KUDUS – Bencana yang terjadi di Desa Rahtawu dan Desa Kambangan, Kecamatan Gebog, menjadi perhatian serius penyelenggara Pemilu 2014, KPU Jateng. Kondisi di dua desa tersebut terus dipantau, karena pelaksanaan pemilu legislatif tinggal beberapa bulan mendatang. 

Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Hubungan antar-Lembaga KPU Jateng Wahyu Setiawan mengatakan, TPS tersebut dibuat di daerah terdekat dengan daerah bencana. 

”Kami dapat membuat TPS bencana yang dekat dengan mereka. Ini agar pelaksanaan pemilu bisa sukses, termasuk di daerah yang terkena bencana,” ujarnya, Kamis (27/2), saat memberi bantuan kepada korban bencana di Kudus.

Menurutnya, untuk menyukseskan pemilu nanti, termasuk di daerah bencana, KPU Jateng melibatkan dengan sejumlah dan instansi lain. Lembaga tersebut di antaranya relawan demokrasi dan pemerintah. 

 

”Dengan kerjasama ini diharapkan sosialisasi dan persiapan pelaksanaan dapat menyentuh hingga ke tingkat bawah, bahkan di kawasan bencana sekalipun,” katanya.

Terkait sosialisasi yang dilakukan KPU Jateng saat ini, katanya, lebih difokuskan pada pemilih pemula. Jumlah pemilih yang akan menggunakan hak suaranya pertama kali pada tahun ini tersebut, terus bertambah. ”Data yang ada saat ini hanya dari tingkat SMA. Kemungkinan jumlahnya terus bertambah, untuk kami berikan sosialisasi,” katanya. 

Sementara itu, Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan TPS di dua desa yang terkena bencana. Saat ini, KPU Kudus terus berkoordinasi dengan panitia pelaksanaan di lokasi bencana. ”Kami juga berencana akan melakukan sosialisasi di sana,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sangat besar kemungkinan TPS yang sedianya akan dibuat di Rahtawu dan Kambangan, akan dipindah ke daerah lain. Namun jarak TPS tersebut tak jauh dari pemukiman warga yang terkena bencana.  

Sebelumnya diberitakan, dua desa tersebut terkena bencana longsor bulan lalu. Longsor yang terjadi, tidak hanya memutus akses transportasi, namun juga memakan korban jiwa. Berkembang sejumlah wacana sebagai solusi terhadap dua daerah yang rawan terjadi bencana itu, yakni relokasi, bahkan transmigrasi.

M3 / SUWOKO