Jaringan Masyarakat Peduli Prgunungan Kendeng Tuntut Cabut Izin Pabrik Semen

PATI – Masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), menggelar aksi damai dengan membawa berbagai hasil bumi untuk diserahkan sebagai hadiah kepada Bupati Pati Hariyanto, pada hari Kamis (27/2) 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk sindiran dan peringatan kepada Pemkab Pati, bahwa masyarakat di sekitar Pegunungan Kendeng berharap pemkab mencabut izin pembangunan pabrik semen oleh PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) yang merupakan anak perusahaan PT Indocement Tunggal Perkasa (ITP).

Puluhan warga yang sebagian besar kaum perempuan dari sedulur sikep  tersebut, mengenakan pakaian adat warna hitam dan membawa tampah dan dunak berisi bermacam jenis bibit tanaman buah.  Antara lain bibit buah jambu, avokad, dan mangga. Selain itu, beberapa tampah dan dunak berisi bibit tanaman itu bertuliskan ”Pati Bumi Mina Tani, Tolak Pabrik Semen, dan Lestarikan Pegunungan Kendeng”.

 

Kehadiran rombongan sedulur sikep yang merupakan masyarakat sekitar pegunungan Kendeng, disambut Bupati Pati Haryanto beserta jajarannya untuk menerima penyerahan hasil bumi serta mendengarkan aspirasi.

”Kedatangan kami ke sini, selain memberikan hadiah kepada bupati Pati, juga untuk meminta kebijakan pemkab agar tidak ada pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Aneka bibit tanaman hasil panen yang kami serahkan ini, bisa menjadi pertimbangan pemkab agar berkenan menolak pendirian pabrik semen,”ujar salah seorang perwakilan sedulur sikep Siti.

Perwakilan JMPPK Bambang mengatakan, kondisi alam yang semakin tidak menentu seharusnya bisa menjadi peringatan bagi manusia untuk berfikir dan bersikap dalam menjaga kelestarian alam. Bencana banjir yang terjadi di Pati beberapa waktu lalu, juga bisa dijadikan pertimbangan.

“Terkait kondisi alam yang semakin tidak seimbang, kami berharap pemkab juga harus bersikap bijak menghadapi rencana pembangunan pabrik semen di kawasan Kendeng Utara. Jangan sampai, kerusakan alam dengan adanya pabrik semen justru akan menjadi ancaman besar bagi kelangsungan hidup warga setempat, serta menganggu keseimbangan alam,” tandas Bambang.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menegaskan, bahwa pemkab tidak berpihak terhadap investor pabrik semen. Ia mengakui, meski hingga saat ini proses pengkajian amdal masih dalam proses sebaiknya masyarakat tidak perlu terlalu memojokkan pemkab, ” katanya.

SYAMSUL FALAK / SUMARNI