Dana Pengamanan Pemilu 2014 di Jateng Belum Cair

KOTA SEMARANG – Polda Jawa Tengah masih menunggu realisasi kucuran dana untuk pengamanan Pemilu 2014 sebesar Rp 118 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengamanan pileg, pilpres hingga putaran kedua, dan kegiatan operasional lainnya.
”Informasi yang saya peroleh anggarannya sebesar Rp 118 miliar. Tapi sampai sekarang belum kami terima,” kata Irjen Pol Dwi Priyatno, Kapolda Jateng, usai memimpin simulasi pengamanan tahapan Pemilu 2014, di Jalan Pahlawan Semarang, kemarin.
Dana tersebut nantinya akan didistribusikan ke polda dan polres-polres, sesuai daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Polri. ”Belum tahu kapan akan diterima,” lanjutnya.

Polri mengajukan anggaran Rp 3,4, triliun untuk pengamanan Pemilu 2014. Namun, dari anggaran tersebut baru disetujui Rp 1 triliun.
Dana itu juga akan digunakan untuk koordinasi antar-stakeholder. Selain itu juga untuk pembentukan sentra penegakan hukum terpadu (gakumdu), yang terdiri dari unsur kepolisian, Bawaslu/panwaslu, dan kejaksaan.
Jajaran Polda Jateng sudah mulai merancang pola pengamanan. Termasuk mengkategorikan tempat pemungutan suara (TPS) berdasarkan identifikasi. ”Ada beberapa wilayah yang masuk kategori rawan satu atau dua dan sebagainya. Tentunya tenaga keamanan yang disiapkan juga harus disesuaikan,” kata Dwi.
Dari sekitar 77.000 TPS di Jawa Tengah, sekitar 2.000 TPS masuk kategori rawan. Namun Dwi tidak terlalu mempermasalahkan kondisi tersebut.
Menurutnya, dengan terciptanya koordinasi dan sinergitas semua pihak, dia optimistis pelaksanaan pemilu akan berjalan aman. ”Melalui kegiatan simulasi seperti ini, kami siap jika sewaktu-waktu terjadi kekacauan,” ujarnya.
Dalam simulasi kemarin, melibatkan ribuan personel gabungan TNI, Polri, Linmas dan semua komponen penyelenggara pemilu. Beberapa antisipasi diperagakan untuk menghalau para pengacau yang ingin menggagalkan pelaksanaan pemilu.
TRI WURYONO / ALI MUNTOHA