Sopir Truk Keluhkan Kerusakan Jalan

KENDAL-Jalur Pantura Kendal yang rusak parah, acap kali dikeluhkan para pengendara jalan, terutama para sopir truk dan bus antarkota dalam provinsi. Selain mengakibatkan pembengkakan biaya operasional, kerusakan jalan juga menyebabkan kemacetan dan keterlambatan pengiriman barang.
Dari pantuan Koran Muria di lapangan, kerusakan yang paling parah berada di jembatan Kalibodri dan jembatan Kali Waringin. Selain itu, simpul kemacetan akibat kerusakan jalan terlihat di pertigaan Arteri Kaliwungu, depan Pengadilan Agama Kabupaten Kendal.
Salah seorang sopir truk Mukhtar (50) asal Tambakmadu Surabaya mengaku, sepanjang jalan Pantura dari Surabaya hingga Jakarta banyak yang rusak, utamanya ketika melintas di wilayah Kendal. Akibatnya pengiriman barang sering terlambat.
”Kerusakan jalan membuat aktivitas terhambat. Sekarang, Surabaya menuju Jakarta bisa jadi lima sampai tujuh hari, dari normalnya hanya tiga hari perjalanan,” katanya,kemarin.

Badrun (53), sopir truk dari Kudus menambahkan, kerusakan jalan menjadi kendala utama dalam pengiriman barang. Hal itu diakibatkan, hujan yang turun setiap hari dan menggenangi badan jalan. Namun demikian, dirinya meminta pada pengguna jalan yang lain, yakni mobil pribadi, agar bisa berbagi jalan.
”Mobil pribadi seringkali asal-asalan tidak mau ngalah. Akibatnya, semakin menambah suasana kemacetan karena tidak sabar dan maunya cepat sampai,” keluhnya.
Terpisah, Kasatlantas Polres Kendal Christian Aer menyatakan, guna mengantisipasi kemacetan yang semakin panjang, pihaknya menempatkan petugas di tiga titik kemacetan. Para petugas tersebut siaga di Kecamatan Brangsong, Patebon, dan Kendal.
”Kami sudah menempatkan petugas, masing-masing ada empat personel di tiap titik kemacetan. Selain mengatur lalu lintas, anggota kami juga mengatur pengendara agar tidak saling serobot,” jelasnya.
M HARIYANTO/ARIES BUDI