VIRAL, Buang Sampah 1 Truk ke Sungai Bogowonto Wonosobo

Warga melihat kondisi sungai Bogowonto yang jadi lokasi pembuangan sampah satu truk di Wonosobo. (wonosobozone)

MuriaNewsCom, Wonosobo – Lagi viral, aksi buang sampah liar ke sungai Bogowonto Sapuran Wonosobo. Aksi itu terekam kamera. Tampak seorang pria dengan enaknya membuang sampah hingga berkarung-karung ke aliran sungai tersebut. Pria itu juga sadar kalau dirinya direkam saat membuang sampah. Bahkan sudah diingatkan. Lokasinya di sisi jalan alternatif Magelang-Wonosobo.

Karena video mendapat respons banyak dari warganet, polisi pun bereaksi. Polres Wonosobo melakukan penyelidikan aksi pembuangan sampah di sungai itu. Saat ini, polisi  telah mengamankan dua orang yang ada dalam video, Rabu (30/8/2017). Mereka berdua berinisial NI dan P. Hasil penyelidikan, mereka mengakui jika dalam video itu adalah benar mereka.

“Setelah mendapat informasi kami langsung lidik. Mereka sudah dimintai keterangan dan mengakui,” kata Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan, Kamis (31/8/2017) dikutip dari tribunjateng.com.

Tampak di video itu, mobil truk bercat hijau tosca yang dipakai mereka untuk mengangkut sampah turut diamankan ke mapolres. Sementara ini, mobil itu masih diamankan dan terparkir di halaman mapolres. Sementara keduanya diperbolehkan pulang dan siap dipanggil kembali oleh penyidik untuk keperluan penyelidikan.

Perwira Urusan Subag Humas Polres Wonosobo Nanang Dwi Putro Wibowo mengatakan, dari hasil pemeriksaan oleh penyidik, NI dan P mengakui perbuatannya. Di hadapan polisi, mereka mengaku membuang sampah di sungai dengan alasan kepraktisan karena sampah dianggap langsung hanyut atau lenyap terbawa arus.

Sampah berkarung-karung yang dibuang ke sungai itu berisi limbah jahe dan ubi talas yang tak terpakai. Kejadian yang terekam dalam video itu ternyata bukan peristiwa baru. Menurut pengakuan N, kejadian itu telah berlangsung sekitar 3 bulan lalu.

Polisi harus menggelar perkara itu terlebih dahulu sebelum menjerat terduga pembuang sampah dengan pasal pidana. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonosobo untuk mendalami kasus tersebut karena berkaitan dengan isu lingkungan. “Sungai itu memang sering disalahgunakan warga untuk membuang sampah. Dengan kejadian ini semoga kesadaran warga untuk menjaga lingkungan meningkat,”katanya

Diketahui, sungai itu telah sering menjadi tempat pembuangan sampah. Seperti sampah sayur busuk, bangkai, dan lainnya. Sungai Bogowonto yang jadi viral itu di Desa Pecekelan, Kecamatan Sapuran, Wonosobo. Warga di lokasi itu kerap mengingatkan agar tidak buang sampah di sungai. Sebab bau yang ditimbulkan amat menyengat dan menggangu indera penciuman warga setempat. Biasanya, jika sempat dan tidak hujan, warga membakar sampah buangan orang lain tersebut. Tapi sampah yang sulit dibakar itu biasanya adalah sampah sayuran basah.

Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo berharap polisi menindak tegas pelaku pembuangan sampah di sungai. “Ini tindakan membuang sampah di sungai bisa mengakibatkan dampak negatif luar biasa, merugikan ekosistem sungai sampai memicu banjir, sehingga saya sudah meminta kepada kapolres untuk menindak tegas pelakunya,” kata Agus.

Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk kades dan camat se-Wonosobo.  Komitmen Pemkab Wonosobo untuk serius membenahi kesadaran warga masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan juga diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Supriyanto.

Editor : Akrom Hazami

Ingin Hewan Kurbanmu Cantik? Bawa saja ke Salon Kambing di Wonosobo

Foto Ilustrasi (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Wonosobo – Jelang Hari Raya Idul Adha, jasa salon hewan kurban di Kabupaten Wonosobo, laris manis. Salon kambing ini, diketahui milik Suharman, warga Desa Wonolelo, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo.

Dikutip dari berbagai sumber, salon kambing ini melayani bagian tubuh hewan kurban. Seperti perawatan bulu, tanduk dan kuku kaki. “Salon hanya untuk kambing. Khusus kambing saja,” kata Suharman.

Di salon miliknya tersedia beberapa peralatan, seperti gergaji besi, gunting kebun, kikir dan semir sepatu cair. “Gergaji untuk memotong tanduk, gunting untuk cukur bulu sedangkan kikir untuk merapikan kuku kaki,” ujarnya.

Lokasi salon kambing dekat dengan pusat jual beli pasar hewan. Hal itu juga yang menjadi pemicu salon kambing kian ramai.

Saat jelang Idul Adha seperti sekarang, kambing yang butuh perawatan semakin banyak. Saat jelang Idul Adha 1 September, dia bisa merias kambing hingga 125 ekor per hari. Hari biasa, dia hanya merias sekitar 20 ekor per hari.

Adapun biayanya Rp 20 ribu per ekor. Biaya itu, menurutnya, tak begitu mahal. Mengingat, usai dirias, harga kambing bisa lebih tinggi dari pasaran. Bahkan kenaikannya bisa mencapai Rp 500 ribu per ekor.

Biasanya, mereka yang datang ke salonnya, adalah pemilik kambing yang ingin meningkatkan harga jual kambingnya. “Kalau biasanya cuma ditawar Rp 2 juta, setelah disalon, harga tawar meningkat bisa mencapai Rp2,5 juta,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Material SIM Langka, Satlantas Polres Wonosobo Luncurkan Aplikasi Ini

Kegiatan ujian SIM di Mapolres Wonosobo, beberapa waktu lalu. Kini, polres setempat meluncurkan aplikasi keren. (Tribratanewswonosobo)

MuriaNewsCom, Wonosobo – Satlantas Polres Wonosobo meluncurkan Aplikasi Layanan Informasi Masyarakat (ALIM). Tujuannya agar mereka tetap bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat di tengah terkendalanya distribusi material Surat Izin Mengemudi (SIM).

Aplikasi bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat apakah SIM yang dibuatnya sudah selesai dicetak atau belum. Sejauh ini, ALIM imasih menginduk di website tribratanewswonosobo.com. Masyarakat yang menginginkan informasi tersebut bisa mengaksesnya secara langsung.

Selain untuk pelayanan SIM, ALIM juga diperuntukkan agar masyarakat mengetahui apakah SIM, STNK, BPKB dan TNKB yang dibuat sudah jadi/cetak atau belum/masih proses.

Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP SS Udiono menjelaskan jika ALIM dibuat untuk memudahkan masyarakat. “Semisal warga yang memiliki kesibukan atau kediamanannya cukup jauh dengan kantor Satlantas Polres Wonosobo akan sangat terbantu,” katanya dikutip dari tribratanewswonosobo.

Mereka tidak usah datang ke Satlantas kalau hanya ingin tahu sudah jadi belum SIM/STNK/BPKB/TNKB. Karena sudah diumumkan di dalam layanan ini.

Warga cukup mengecek di website, dan akan tahu SIM sudah jadi atau masih dalam proses. Masyarakat tidak perlu kecewa bila sudah jauh-jauh datang ke Satlantas ternyata belum jadi.

Selanjutnya, semisal SIM sudah jadi maka masyarakat bisa langsung ambil di Satlantas Polres Wonosobo. “Dengan kata lain, datang ke Satlantas pasti sudah jadi, tapi ya harus pada jam kerja,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami