Banyak Perusahaan Asing di Jepara Tak Kooperatif

WNA Bermasalah 2 (e)

WNA bermasalah yang diamankan oleh petugas imigrasi kelas III Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Seiring dengan keberadaan perusahaan asing atau penanaman modal asing (PMA) yang semakin banyak di Kabupaten Jepara. Membuat jumlah tenaga kerja asing (TKA) juga tak sedikit. Akibatnya, potensi rawan dengan keberadaan TKA bermasalah pun ikut meningkat.

Terlebih, baru-baru ini sejumlah warga Negara Asing (WNA) yang juga berstatus sebagai TKA di Jepara diciduk Kantor Imigrasi Kelas II Pati, lantaran bermasalah. Hal itu menunjukkan Jepara masih rawan dengan TKA bermasalah.

Meski begitu, pemerintah melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara mengaku kesulitan melakukan pengawasan lantaran banyak perusahaan asing yang tak kooperatif. Hal itu disampaikan Kepala Dinsosnakertrans Jepara melalui Kasi Wasnaker Muryanto.

Menurut dia, perusahaan seringkali tidak melaporkan jika mendatangkan TKA. Saat dilakukan pantauan, yang ditunjukkan hanya TKA yang tercatat dalam izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA).

”Banyak perusahaan yang tidak kooperatif. Maksudnya, perusahaan kerap merahasiakan TKA yang melanggar ketentuan keimigrasian,” kata Muryanto kepada MuriaNewsCom.

Peraturan yang sering dilanggar yakni soal izin bekerja (visa kerja) maupun izin tinggal. Mereka kerap hanya mengantongi izin (visa) kunjungan. Izin bekerja itu menjadi syarat awal untuk mengurus izin tinggal.

”Meski hanya bekerja di perusahaan itu dalam beberapa hari, dan hanya bertugas memantau kualitas produk pabrik, TKA harus tetap mengurus persyaratan yang ada,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Banyak Perusahaan Asing di Jepara, Sebabkan Banyak WNA Bermasalah

WNA Bermasalah (e)

WNA bermasalah yang diamankan oleh petugas imigrasi kelas III Pati beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Banyaknya industri penanaman modal asing (PMA) di Kabupaten Jepara, menjadi alasan terkuat rawan adanya warga Negara asing (WNA) yang bermasalah. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara melalui Kasi Wasnaker Muryanto.

Menurutnya, banyaknya industri dan usaha milik investor asing di Jepara membuat rawan dengan adanya tenaga kerja asing (TKA) yang bermasalah. Terlebih, di sejumlah perusahaan besar tersebut, TKA memang sengaja dipekerjakan sebagai tenaga ahli. Hanya saja, sebagian diantara mereka tak memiliki kelengkapan dokumen sebagaimana yang disyaratkan.

Hal itu terbukti dari temuan Kantor Imigrasi Kelas II Pati beberapa waktu lalu di Jepara yang menciduk lima WNA yang diketahui melanggar peraturan keimigrasian. Dua di mejahijaukan, tiga lainnya dideportasi ke negara asal mereka.

Berdasarkan data yang dimiliki, tercatat terdapat 171 TKA yang berizin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA) di Jepara. Mereka bekerja di sektor mebel, garmen dan usaha pariwisata. ”Potensi pelanggaran terkait TKA memang besar. Untuk itu, kami akan memperketat pengawasan,” kata Muryanto kepada MuriaNewsCom. (WAHYU KZ/TITIS W)