Libur Panjang, KMC Express Bahari Tambah Trip ke Karimunjawa

Sejumlah wisatawan memadati Pulau Karimunjawa saat liburan, belum lama ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapal Motor Cepat (KMC) Express Bahari menambah jadwal pemberangkatan selama libur panjang hari raya Idhul Adha. Selain faktor membeludaknya penumpang, absennya Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai juga memengaruhi penambahan trip tersebut. 

“Penambahan trip ada, sebanyak 2 kali untuk hari Jumat dan nanti kembali ke sini (Jepara) pada hari Minggu juga 2 trip,” kata Sugeng Riyadi, Manajer Cabang Jepara PT Pelayaran Sakti Makmur, Kamis (31/8/2017). 

Menurutnya, pihaknya sudah membuka reservasi tiket untuk menyebrang ke Karimunjawa. Ia mengatakan ada sekitar seratus tempat duduk yang tersedia. 

Sugeng menyatakan, penambahan trip itu juga dipengaruhi oleh absennya KMP Siginjai, saat hari raya Idul Adha. “Maka dari itu kita disuruh untuk menambah trip lagi. Nanti hari Sabtu reguler, sedangkan Jumat dan Minggu ada dua trip,” ujarnya.  

Ditanya tentang dominasi penumpang, Sugeng menyebut lebih banyak orang mancanegara yang melancong ke pulau tropis tersebut. Menurutnya, hal itu karena di luar negeri saat ini sedang libur musim panas.

“Ya presentasenya sekitar 60 banding 40 persen. Lebih banyak yang dari luar negeri, seperti Hongkong, Amerika, dan Malaysia. Mereka menghabiskan sisa liburan,” katanya. 

Adapun kapal yang dipersiapkan adalah KMC Express Bahari 2C dan KMC Expres Bahari 9C. Sementara total kapasitas yang ada dari kedua kapal tersebut adalah 761 tempat duduk, terdiri dari 410 kursi pada 9C dan 351 kursi pada 2C. 

Terpisah Kasi Pelabuhan Penyebrangan Jepara Supomo membenarkan bahwa Siginjai absen pada hari Jumat (1/9/2017). Hal itu karena bertepatan dengan hari raya Idul Adha. 

“Ya Jumat nanti memang off (Siginjai) karena bertepatan dengan libur hari raya Idul Adha. Nanti Sabtu sudah mulai reguler lagi,” urainya. 

Editor: Supriyadi

Akhir Pekan, Kawasan Pemancingan Ikan di Talun Pati Dibanjiri Warga


Sejumlah pengunjung tengah menikmati aneka jenis masakan ikan air tawar di kawasan wisata pemancingan, Desa Talun, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kawasan wisata pemancingan ikan di Desa Talun, Kecamatan Kayen, Pati dibanjiri pengunjung saat hari libur dan akhir pekan. Ada beragam tawaran yang diberikan pengelola kepada pengunjung di sana, mulai dari mancing ikan hingga langsung pesan menu dan tinggal makan.

Imbang Setiawan, salah satu pengunjung asal Pati Kota mengatakan, kawasan wisata Talun sangat cocok untuk menghabiskan liburan bersama keluarga. Pengunjung bisa menikmati aneka jenis ikan tawar dengan pemandangan hamparan tambak ikan.

“Suasananya asyik. Yang hobi mancing juga bisa mancing. Harganya bisa dibilang cukup terjangkau. Sangat direkomendasikan bagi yang ingin berburu ikan air tawar,” tuturnya, Sabtu (12/8/2017).

Dia sendiri bersama 12 orang temannya berkunjung ke kawasan wisata tersebut dan makan beragam jenis masakan ikan. Ikan goreng, ikan bakar dan kelo mrico menjadi salah satu andalan masakan di sana.

Satu kilogram gurami bakar dihargai Rp 65 ribu, dua kilogram nila bakar Rp 90 ribu dan satu kilogram ikan patin kelo mrico Rp 45 ribu. Bagi yang tidak suka ikan, ada pula pilihan tempe, tahu, dan telur.

Dari Pati Kota, kawasan wisata pemancingan ikan air tawar Talun bisa ditempuh dengan waktu sekitar 40 menit. Sementara dari jalan utama Kayen-Sukolilo, pengunjung bisa masuk ke objek wisata sekitar 10 menit.

Kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah pada hari-hari libur dan akhir pekan. Tidak ada objek menarik yang dikunjungi di sana, kecuali bagi yang hobi mancing dan makan ikan air tawar.

 

Editor : Akrom Hazami

Cara Unik Warga Desa Banjarejo Sambut Kedatangan Pengunjung saat Libur Panjang Imlek

 

Pengunjung Desa Wisata Banjarejo berpose dengan photobooth yang sudah disediakan untuk berselfie. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengunjung Desa Wisata Banjarejo berpose dengan photobooth yang sudah disediakan untuk berselfie. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Datangnya libur panjang akhir pekan ini ternyata sudah diantisipasi warga Desa Wisata Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. Caranya, dengan menyiapkan beberapa sarana pendukung yang bisa dimanfaatkan para pengunjung. Salah satunya, adalah menyediakan photobooth bagi pengunjung yang hobi jeprat-jepret.

“Meski tidak banyak, tetapi sudah kita siapkan photobooth bagi pengunjung yang hobi selfie. Barangnya kita bikin sederhana saja. Yang penting bisa dipakai pengunjung untuk berekspresi,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Selain ditempatkan di rumahnya yang sementara jadi ‘museum’, photobooth juga disediakan di lokasi wisata alam bekas sumur minyak tua yang dikenal dengan nama Buran. Tempat pengeboran minyak tersebut, sekarang ini jadi salah satu favorit pengunjung yang datang ke Desa Banjarejo.

Taufik menyatakan, lokasi wisata itu berada di tanah tegalan milik Mbah Lamidi. Jarak sumur dari perkampungan penduduk sekitar satu kilometer jauhnya dan tempatnya memang agak terpencil.

Bentuk sumur ini menyerupai lingkaran dengan diameter 7 meter dan kedalamannya diperkirakan lebih dari 10 meter. Dari jarak sekitar 5 meter dari sumur sudah tercium bau menyengat, seperti bau solar. Sumur minyak ini merupakan sisa peninggalan zaman Belanda. “Lokasi Buran ini memang menarik dan unik. Sekarang, banyak pengunjung yang minta diantar kesana setelah melihat koleksi benda bersejarah di rumah,” cetus Taufik.

Menurut Taufik, pilihan orang mengisi  libur panjang bertepatan dengan Imlek ternyata tidak hanya dilakukan pada objek wisata terkenal saja. Keberadaan Desa Wisata Banjarejo ternyata juga mulai mengundang daya tarik pengunjung untuk menghabiskan libur panjang. “Pengunjung pada libur Imlek lumayan ramai. Dari pagi sampai siang, sudah ada 500 orang yang datang dari berbagai daerah,” katanya.

Taufik menambahkan, saat libur panjang Natal dan tahun baru lalu, pengunjung yang datang juga cukup banyak. Dari pengalaman itulah, ia sengaja melakukan berbagai upaya untuk bisa memuaskan para pengunjung.

“Khusus untuk liburan panjang bersamaan dengan Natal dan tahun baru lalu, pengunjungnya ada 1.000 lebih. Beberapa di antaranya bahkan ada yang datang dari Kalimantan,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Taman Ria Colo Kudus Kurang Diminati Wisatawan

Warga berada di objek wisata Taman Ria Colo, Kabupaten Kudus, Jumat (13/1/2017). Objek wisata tersebut kurang dinikmati warga. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di objek wisata Taman Ria Colo, Kabupaten Kudus, Jumat (13/1/2017). Objek wisata tersebut kurang dinikmati warga. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu objek wisata kawasan Colo, yakni Taman Ria Colo, Kudus, hingga kini masih kurang diminati wisatawan, baik warga lokal maupun luar daerah. Hal ini tampak dari sepinya pengunjung.

Kepala UPT Colo pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrikah, mengatakan kalau kawasan Taman Ria Colo sudah sepi cukup lama. Bahkan dalam sepekan, hanya dihitung ramai pada Minggu. Sedangkan keenam hari lainnya sepi.

“Minggu yang ramai, itupun tidak penuh dan masih terlihat longgar. Bahkan tak terlalu beda dengan hari- hari biasanya,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Sabtu (13/1/2017).

Taman Ria Colo menyasar segmen anak-anak. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya wahana bermain anak seperti jembatan tali, perosotan anak dan sejumlah wahana lainnya. Di dalam taman juga penuh dengan pepohonan besar, yang mampu meneduhkan wisatawan.

Sementara untuk orang dewasa, bisa memanfaatkan taman untuk melepas kepenatan denagn menikmati pemandangan yang ada.

Biasanya, Taman Ria Colo malah lebih sering untuk lokasi kemah ataupun kamping masyarakat Kudus atau luar daerah.

Mutrikah mencermati, terdapat beberapa hal yang menyebutkan lokasi taman kurang hidup. Di antaranya, tidak tersedianya lahan parkir pengunjung yang berdampak pada malasnya wisatawan.

Selain itu, lokasi yang terkesan di pojokan dianggap tidak representatif untuk dijadikan sebagai lokasi taman. Hal itu jelas membuat masyarakat atau peziarah enggan untuk mampir di lokasi taman ria.

“Karena memang daya tarik taman kepada peziarah kurang. Makanya susah untuk menarik peziarah memasukinya,” tegasnya.

Dikatakan, tarif masuk Taman Ria Colo dibedakan dua kategori. Untuk hari libur, tiket masuk seharga Rp 4 ribu, sedangkan untuk hari biasa hanya Rp 3 ribu.

Editor : Akrom Hazami

Wisatawan Waduk Greneng Blora Kerap Celaka, Begini Cara Polsek Tunjungan Antisipasi

Polisi saat berpatroli di area Waduk Greneng, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Kamis. (Polres Blora)

Polisi saat berpatroli di area Waduk Greneng, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Kamis. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora –  Anggota Polsek Tunjungan Blora mengantisipasi adanya wisatawan yang celaka di Waduk Greneng, Dukuh Greneng,  Desa/Kecamatan Tunjungan, Blora, Kamis (1/12/2016).

Kanit Binmas Aiptu Pardan dan Bhabinkamtibmas Desa Tunjungan Brigadir Joko Supriyanto melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kepada pengunjung Waduk Greneng.

“Para pengunjung waduk untuk selalu berhati-hati melintasi pinggiran waduk Greneng yang sangat licin. Dikarenakan Waduk Greneng selalu memakan korban jika sampai tercebur ke dalam waduk,” kata Pardan dikutip dari situs resmi Polres Blora.

Dalam kesempatan itu pula Bhabinkamtibmas mengimbau kepada para pemuda Desa Tunjungan yang berada di sekitar waduk untuk tidak minum minuman keras (miras) dan menganggu para pengunjung yang berwisata di Waduk Greneng.

“Karena Waduk Greneng merupakan salah satu tujuan wisata di Kabupaten Blora. Kegiatan berjalan dengan aman, lancar dan tertib,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Jumlah Wisatawan ke Pantai di Jepara Capai Seribu Orang

pantai 2

Wisatawan menikmati tempat wisata Pantai Tirta Samudra Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Manajer pantai Tirta Samudra Jepara, Mat Khairum mengatakan, jumlah pengunjung yang datang ke pantai cukup banyak, pada liburan HUT RI, Rabu (17/8/2016).

Jika dibanding hari biasa, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Ini biasa terjadi terutama saat momen liburan tiba.

“Kalau hari biasa paling lengkung sekitar 100-300 orang saja. Tapi hari ini tadi sekitar seribu pengunjung,” katanya.

Meski banyak, ia mengaku pengunjung yang membeludak dimulai siang hari dan puncaknya pada sore hari tadi. Sedangkan pada pagi hari masih terlihat biasa saja.

Peringatan hari kemerdekaan RI ke-71 ini, banyak kegiatan yang digelar baik oleh pemerintah maupun masyarakat pada umumnya.

Selain banyak yang menggelar berbagai lomba, ternyata banyak pula yang memanfaatkan momen 17 Agustus ini dengan berwisata.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Libur Panjang, Masyarakat Karimunjawa Kebanjiran Berkah

Pengunjung Karimunjawa tengah bersantai di salah satu penginapan di Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pengunjung Karimunjawa tengah bersantai di salah satu penginapan di Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara diserbu ribuan wisatawan baik lokal, regional bahkan mancanegara pada momen libur panjang dan akhir pekan ini. Kondisi itu membawa berkah tersendiri bagi warga masyarakat yang tinggal di sana.

Warga yang ketiban berkah tidak hanya yang berjualan makanan maupun barang-barang lainnya. Tetapi juga sebagian warga yang membuka jasa biro perjalanan pariwisata. Tak hanya itu, pemilik hotel dan homestay yang ada di Karimunjawa juga kebanjiran berkah, lantaran usaha mereka laris manis.

Hal itu seperti yang disampaikan salah satu pemilik biro pariwisata di Karimunjawa, Djati Utama. Menurutnya, ramainya wisatawan yang berkunjung ke kepulauan terluar di Kabupaten Jepara, juga dirasakan berkahnya bagi pemilik homestay maupun hotel yang ada di Karimunjawa. Karena selama liburan panjang akhir pekan ini penginapan dipenuhi tamu yang berlibur.

”Tak hanya itu para pedagang kaki lima ataupun penjaja kuliner yang berjualan di Alun Alun Karimunjawa juga ikut menikmati berkahnya,” ujar Djati.

Dia menambahkan, lonjakan wisatawan yang berlibur ke Karimunjawa diperkirakan akan terus bertambah. Tidak hanya masa libur panjang akhir pekan ini, tetapi diperkirakan hingga bulan Juli mendatang ketika musim liburan sekolah.

”Peningkatan wisatawan sebetulnya sudah terlihat pasca musim baratan lalu. Namun lonjakan wisatawan yang sangat signifikan juga terjadi dim omen-momen khusus seperti libur panjang ini,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Fadilla, warga Karimunjawa yang membuka stand untuk berjualan kelontong. Menurut dia, banyaknya wisatawan membuat pembeli jajan semakin banyak.

”Alhamdulillah, jualannya lancar. Banyak pengunjung yang datang kesini (Karimunjawa) dan membeli makanan maupun minuman,” katanya.

Editor : Supriyadi 

Wuih, Pulau Panjang Jepara Mendadak Jadi Lokasi Kamping

Sejumlah tenda mulai menghiasi pemandangan di bibir pantai Pulau Panjang Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah tenda mulai menghiasi pemandangan di bibir pantai Pulau Panjang Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Libur panjang pekan ini banyak yang tidak ingin melewatkan begitu saja. Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Jepara ramai dikunjungi wisatawan. Salah satu yang ramai dikunjungi adalah pulau panjang. Tak hanya sekedar berkunjung dan bermain saja, tetapi mereka juga ada yang memilih untuk menginap dengan cara kamping.

Seperti pantauan yang dilakukan MuriaNewsCom, ada sekitar 20 anak muda yang melakukan kamping di kawasan pantai di pulau panjang, Jumat (6/5/2016). Mereka kamping dengan mendirikan sejumlah tenda kecil.

”Kami sudah sampai disini Kamis (5/5/2016) kemarin disini. Rencananya nanti sore kami pulang karena memang agendanya nginap cuma dua hari, satu malam saja,” ujar salah satu wisatawan yang kamping di pulau panjang, Febri kepada MuriaNewsCom, Jumat (6/5/2016).

Febri yang kamping bersama belasan teman lainnya mengaku berasal dari salah satu perguruan tinggi di kota Semarang. Agenda kamping yang dilakukan, selain untuk menikmati masa liburan juga sekaligus untuk agenda perkumpulan kelompok belajar.

”Ini kami sekalian melakukan serahterima jabatan kelompok kami di kampus. Ya liburan sekaligus melakukan agenda penting,” katanya.

Sementara itu, salah satu petugas di pulau panjang, Arifin mengatakan, bahwa sejumlah orang yang melakukan kamping dengan mendirikan tenda sudah meminta ijin. Pihaknya pun mengijinkannya.

“Sudah ijin mas, sudah membayar retribusi juga. Mereka ijinnya kamping di pinggir pulau atau di pantai, bukan di dalam,” kata Arifin.

Editor: Supriyadi

Tak Kebagian Tiket, Ratusan Wisatawan Karimunjawa Terlantar di Dermaga Kartini Jepara

Cap// Wisatawan terpaksa menunggu di halaman Dermaga Kartini setelah tak kebagian tiket ke Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Cap// Wisatawan terpaksa menunggu di halaman Dermaga Kartini setelah tak kebagian tiket ke Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Jelang libur panjang pekan ini, wisatawan yang ingin ke Karimunjawa membludak. Saking membludaknya wisatawan yang ingin ke Karimunjawa, ratusan wisatawan terpaksa harus terlantar di dermaga Kartini Jepara lantaran tak kebagian tiket kapal.

Kondisi ini seperti yang terlihat di Dermaga Kartini, Rabu (4/5/2016) pagi tadi. Pagi buta tadi antrean pembelian tiket untuk kapal KMP Siginjai sangat banyak. Bahkan, kemudian tak berselang lama, tiket pun ludes terjual. Ratusan wisatawan yang tak kebagian tiket harus terlantar.

Sedangkan KMC Express Bahari saat ini berada di Karimunjawa setelah melakukan perjalanan pada Selasa (3/5/2016) kemarin. Kapal andalan tersebut baru tiba hari ini sekitar pukul 11.00 WIB, dan tidak mungkin melakukan pelayaran kembali ke Karimunjawa.

Salah satu wisatawan asal Jakarta, Dina Rahmatul mengaku kecewa dengan kondisi ini. Dirinya yang datang bersama temannya harus terlantar di Dermaga Kartini. Terlebih, sejak dari Selasa kemarin, ia dan rombongan sudah sampai di Jepara.

”Kecewa mas, kami sudah sampai Jepara sejak kemarin. Kami tak tahu jika tiketnya malah sudah habis. Belum tahu apa tetap menunggu sampai besok atau tidak,” terang Dina.

Hal senada juga dikatakan wisatawan mancanegara dari Yunanai, Jacrech. Dia mengatakan, sangat menyesalkan pelayanan yang kurang maksimal terhadap calon penumpang kapal yang ingin berwisata ke Karimunjawa. Dia bersama pasangannya tiba di Karimunjawa sejak Selasa malam.

”Saya kira bisa membeli tiket di Dermaga sini, ternyata tidak. Kita kecewa sekali dengan jadwal yang kacau seperti ini,” katanya.

Editor: Supriyadi

Jelang Libur Panjang, Karimunjawa Diserbu Wisatawan

Para pengunjung mengantre tiket menuju Karimunjawa, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para pengunjung mengantre tiket menuju Karimunjawa, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Karimunjawa masih menjadi salah satu tujuan wisatawan baik lokal, regional, maupun mancanegara. Bahkan, untuk momen libur panjang pekan ini saja, tiket untuk penyeberangan ke Karimunjawa dengan kapal KMC Express Bahari sudah ludes beberapa hari yang lalu.

Begitupula kapal KMP Siginjai, meski tiket dijual di lokasi dermaga, nyatanya langsung ludes. Kondisi ini seperti yang terlihat Rabu (4/5/2016) pagi tadi, ketika loket dibuka pagi buta, tak berselang lama sudah ludes terjual. Ratusan wisatawan yang ingin ke Karimunjawa memenuhi dermaga paling besar di bumi Kartini tersebut.

Mengantisipasi membeludaknya penumpang tersebut, dari hasil kordinasi dengan Dishunkominfo Jepara, UPP Syahbandar, Polairut, dan Pos TNI AL Jepara, PT ASDP yang msngoperatori KMP Siginjai mengeluarkan kebijakan untuk menambah jumlah penumpang. Dari kapasitas maksimal 250 penumpang, diberangkatkan sebanyak 360 penumpang

Kabid perhubungan laut pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Jepara, Sutana mengatakan, untuk mengantisipasi membludaknya penumpang lagi, rencananya kapal akan ditambah trip penyeberangan untuk besok, Kamis (5/5/2016).

“Ya melihat kondisi ini, minat wisatawan yang semakin banyak, besok trip penyeberangan mungkin akan ditambah. Jadi, yang belum bisa berangkat hari ini masih bisa berangkat besok,” katanya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Wisatawan di Jepara Tertipu Biro Perjalanan Wisata Online

Sejumlah wisatawan yang sedang berlibur di Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah wisatawan yang sedang berlibur di Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Di tengah perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Jepara, ternyata justru dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk mengeruk keuntungan dengan cara melakukan penipuan.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, ada puluhan wisatawan dari beberapa kota yang ke Jepara terkena tipu.

Salah satu pemilik jasa pariwisata, Lilo Sunaryo mengatakan, beberapa hari yang lalu ada puluhan wisatawan dari sejumlah daerah dengan tujuan Kepulauan Karimunjawa tertipu melalui jasa biro pariwisata online.

“Mereka sudah memesan tiket melalui paket wisata di internet atau online, tapi saat tiba di Jepara, kantor dari biro perjalanan wisata itu tidak ada. Pengelola yang sebelumnya diajak berkomunikasi untuk pemesanan jasa, juga tak lagi bisa dihubungi,” ujar Lilo kepada MuriaNewsCom, Rabu (30/12/2015).

Menurutnya, masalah ini harus ditanggapi secara cepat. Sebab menyangkut kepercayaan dari wisatawan. Hal ini, katanya bisa merugikan pemilik jasa wisata lainnya jika dibiarkan.“Itu jelas, jika ada biro paket wisata abal-abal, akan berdampak pada biro wisata yang asli,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Mulyaji tak menampik informasi tersebut. Dia mengaku sering menjumpai masalah demikian. Hanya saja, untuk penindakan, pihaknya tidak dapat berbuat banyak. Sebab, lantaran sudah masuk penipuan, maka penindakan menjadi ranah kepolisian.

“Di luar itu, kami intensif memberikan arahan kepada pengelola biro paket wisata agar menjaga kepercayaan wisatawan. Selain masalah tiket dan sarana lainnya, juga mengenai pemandu wisata,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Gelombang Tinggi Diprediksi Selama Sepekan

Sejumlah wisatawan kecelek di Dermaga Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah wisatawan kecelek di Dermaga Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ada puluhan wisatawan yang kecele akibat penyeberangan ke Karimunjawa ditunda lantaran gelombang tinggi. Sesuai data dari Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG), gelombang tinggi akan terjadi selama sepekan ini. Kasi Teknik Sarana dan Prasarana Bidang Perhubungan Laut, Suroto menjelaskan, kemungkinan dua kapal andalan ke Karimunjawa, KMC Express Bahari dan KMP Siginjai diperkirakan tidak bisa diberangkatkan selama sepekan.

”Sesuai data prakiraan cuaca dari BMKG seperti itu. Sejak Senin (10/8/2015) gelombang tinggi hingga akhir pekan nanti,” kata Suroto.

Menurutnya, meski prakiraan cuaca tersebut telah keluar, namun tak menutup kemungkinan dalam pekan ini gelombang laut kembali normal. Sebab, kondisi cuaca dapat berubah-ubah sewaktu-waktu. Untuk itu, agar informasi lebih valid, setiap hari BMKG juga mengeluarkan data informasi gelombang laut.

”Kalau yang harian dapat dilihat di website BMKG. Biasanya sekitar pukul 14.00 WIB sudah ada prakiraan cuaca untuk esok hari,” ungkapnya.

Adapun mengenai ada penumpang kecelek lantaran sudah sampai di Dermaga Kartini, menurut dia, hal itu karena tak memesan teket melalui agen wisata (Tour leader). Sebab agen wisata sudah mengetahui ada gelombang tinggi, sehingga melakukan pemberitahuan. ”Tapi tak banyak yang kecele. Sebab wisatawan banyak yang memesan tiket melalui agen wisata maupun ke operator secara langsung,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Gelombang Tinggi, Puluhan Wisatawan ”Kecele”

Sejumlah wisatawan kecelek di Dermaga Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah wisatawan kecelek di Dermaga Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Puluhan wisatawan yang akan ke Kepulauan Karimunjawa ”kecele” lantaran gelombang tinggi. Sesuai data dari BMKG, gelombang laut mencapai tiga meter, sehingga moda transportasi kapal menuju wilayah terluar Kabupaten Jepara itu tak diberi izin berlayar. Bahkan, mereka terlantar di kawasan dermaga Kartini Jepara lantaran datang dari jauh dan tak memiliki kerabat di Jepara.

Salah seorang dari mereka, Vino (21), wisatawan asal Yogyakarta ini bersama enam rekannya terlantar di kawasan Dermaga Kartini Jepara, Selasa (11/8/2015). Pasalnya, informasi mengenai penundaan kapal yang berlayar baru mereka ketahui setelah sampai di Dermaga Kartini.

”Saya tidak memakai jasa pemesanan tiket sebelumnya, jadi baru tau sekarang ini kalau tidak ada kapal yang berlayar,” ujar Vino kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, penundaan kapal yang berlayar itu membuat rencana dirinya bersama teman-temannya berkunjung ke Karimunjawa gagal. Sebab, diprediksi, gelombang besar di perairan Jawa dan Karimunjawa masih terjadi sampai beberapa hari kedepan. Meski demikian, dirinya masih menunggu kejelasan mengenai kepastian berangkatnya kapal.

”Kalau memang kami harus menunggu lama ya terpaksa balik. Kami akan cari informasi kepastiannya dulu,” katanya.

Hal senada juga dikatakan wisatawan asal Bandung Muhammad Ilham (20). Menurut Ilham, dirinya merasa kecewa dengan penundaan pemberangkatan kapal ke Karimunjawa. Pasalnya, rencana awal, dirinya berlibur selama dua pekan di pulau Karimunjawa.”Kami menunggu informasi kejelasannya saja, karena kami taunya setelah nyampe sini baru tau,” katanya.

Dia dan kedua temannya mengaku belum bisa memutuskan apakah tetap menunggu atau kembali lagi ke Bandung. ”Tergantung keputusan teman-teman. Jika memang penundaan lama, kemungkinan kami akan terpaksa kembali. Sebenarnya sih sayang. Sebab ini baru kali pertama akan berlibur di Karimunjawa,” keluhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Duh, Perbaikan Akses Jalan ke Tempat Wisata Baru Dikerjakan Usai Lebaran

Jalan Rusak (e)

Akses jalan dari Kota Jepara menuju ke Pantai Kartini penuh lubang yang bisa mengancam keselamatan para pengendara.(MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Menanggapi rusaknya akses jalan ke tempat-tempat wisata di Kabupaten Jepara, Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Kabupaten Jepara Budiarto  mengakui jika kondisinya memang rusak. Bahkan, pihaknya memastikan musim liburan lebaran nanti terpaksa kondisinya tidak berubah lantaran terkendala dengan keterbatasan waktu. Lanjutkan membaca

Tak Siap Jamu Wisatawan, Akses Jalan Wisata di Jepara Penuh Berlubang

Jalan Rusak (e)

Akses jalan dari Kota Jepara menuju ke Pantai Kartini penuh lubang yang bisa mengancam keselamatan para pengendara.(MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Menjelang lebaran tahun ini, sejumlah akses jalan ke tempat-tempat pariwisata di Kabupaten Jepara masih rusak. Sehingga, ketika liburan nanti terpaksa wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat-tempat wisata harus legawa melewati jalan yang rusak. Lanjutkan membaca