Ini Duta Wisata 2017 Kudus, Pati, Rembang, Blora dan Rembang

Duta Wisata Duta Wisata Kudus adalah Alan Ragil Maulana merupakan pelajar SMA Negeri 1 Kudus, dan Hima Choirun Nisa mahasiswa Unnes Semarang. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Duta Wisata merupakan sosok yang diharapkan dapat menjadi bagian dalam menggali, memperkenalkan seni, budaya dan pariwisata daerah. Pemilihan duta wisata dilakukan dengan serangkaian tahap dan seleksi. Mereka bersaing menjadi yang terbaik untuk mengemban tugas sebagai Duta Wisata bagi daerahnya masing-masing.

Di wilayah eks Karesidenan Pati, Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, dan Blora sudah memiliki Duta Wisata 2017. Sedangkan, Kabupaten Jepara baru akan melakukan pemilihan pada 8 September 2017. Adapun malam grand final Duta Wisata 2017 untuk Kabupaten Grobogan direncanakan berlangsung pada 9 September 2017.

Masa pendaftaran peserta Duta Wisata Grobogan sudah ditutup 25 Agustus lalu. Sampai hari terakhir, total ada 30 pendaftar. Rinciannya, 20 pendaftar adalah wanita dan 10 pria. Para pendaftar ini sebagian besar merupakan pelajar SMA dari beberapa sekolah di Grobogan.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Jamiat mengatakan, tahun ini, jumlah pendaftar pria memang lebih sedikit. Yakni, hanya 10 orang saja. Kalau pendaftar wanita jumlahnya dua kalinya.

“Jumlah pendaftar tahun ini juga lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang mencapai 50 orang. Hal ini terjadi karena pihak panitia memang membatasi jumlah peserta maksimal hanya 30 orang saja. Pembatasan itu dilakukan supaya pelaksanaannya bisa cepat waktunya serta lebih efektif dan efisien,” kata Jamiat.

 

Adapun untuk Duta Wisata Kudus adalah Alan Ragil Maulana merupakan pelajar SMA Negeri 1 Kudus, dan Hima Choirun Nisa mahasiswa Unnes Semarang. Di Kabupaten Pati, Duta Wisata yang terpilih pada tahun ini adalah Farizki Bagus Kurniawan, dan Gunita Wahyu Sektyanti.

Di Kabupaten Blora, Duta Wisatanya adalah Frillian Gerry Hutama yang merupakan pelajar SMA Negeri 1 Blora,  dan Septiya Risqi Umami pelajar dari SMA Negeri 1 Blora. Di Kabupaten Rembang, Duta Wisatanya merupakan siswa SMA Negeri 1 Rembang Eza Faisal Meileno Rizqi, dan Intan Sugiarti merupakan mahasiswa kebidanan.

Editor : Akrom Hazami

Ini yang Bikin Istimewanya Objek Wisata Kura-kura Ocean Park, Sea Worldnya Jepara 

Pengunjung menikmati Kura-Kura Ocean Park atau KOP di Kabupaten Jepara, Sabtu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Menikmati keindahan biota laut tak harus berbasah-basah menyelam. Di Jepara ada wahana bernama Kura-kura Ocean Park, Di dalamnya terdapat ratusan koleksi ikan, dari mulai ikan kembung hingga hiu sirip hitam. 

Kura-Kura Ocean Park atau KOP berada di dalam areal pariwisata Pantai Kartini. KOP berbentuk penyu raksasa berwarna cokelat. Untuk dapat masuk, wisatawan harus membayar tiket masuk Rp 17.500 bagi pengunjung dewasa, dan Rp 12.500 untuk mereka yang masih anak-anak. Wahana KOP sendiri buka setiap hari, Senin-Minggu dari pukul 08.00-16.00 WIB. 

Setelah membayar karcis, pengunjung dipersilakan memasuki pintu masuk yang terbuat dari baja tahan karat. Ketika pintu terbuka, pelancong akan disambut kolam besar berisi ikan raksasa yakni jenis Arapaima. 

Setelahnya, ada dua pilihan bagi pengunjung untuk melanjutkan petualangan air, berjalan ke sisi luar atau masuk ke wahana Misteri Bawah Laut. Jika memilih berjalan ke sisi luar, ada aquarium berukuran kecil dan akses untuk memandang laut lepas melalui beranda. 

Namun, jika memilih memasuki wahana Misteri Bawah Laut pengunjung akan dipertontonkan dengan biota laut. Di sisi kanan ada hiu sirip hitam yang berenang bersama penyu. Sementara di sisi kiri, ada fauna laut berupa kerapu, ikan kembung, ikan platar dan lainnya.  Sementara itu, di lantai dua ada wahana edukatif dan bioskop mini.

Wisatawan menikmati salah satu wahana Kura-Kura Ocean Park atau KOP di Kabupaten Jepara, Sabtu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

 

Baskoro seorang pelancong asal Semarang mengaku telah tiga kali mengunjungi KOP. Bersama keluarganya, ia mengaku senang mengamati biota laut yang disuguhkan.

“Biota lautnya bagus, seperti wahana di Jatim Park. Saya datang bersama keluarga untuk menikmati tempat ini, karena di Semarang tidak ada yang seperti ini,” ujar warga Pedurungan Semarang ini, Sabtu (5/8/2017).

Sementara itu, Wulan pengunjung asal Solo juga mengungkapkan apresiasinya. Baru kali pertama berkunjung dirinya mengaku fasilitasnya cukup bagus. “Bagus tempatnya bersih, ikannya juga banyak,” jawabnya, yang datang bersama rombongan teman-teman kuliahnya.  

Meskipun demikian, pengunjung mengeluhkan wahana edukasi di lantai dua yang terkesan tidak maksimal. Hal itu karena berbagai permainan dan komputer interaktif nampak mangkrak, atau tak dihidupkan. “Tapi yang wahana edukasinya di lantai dua kurang maksimal. Sayang sebenarnya, padahal biota lautnya bagus,” ujar Baskoro.

Hal itu juga diungkapkan Lia. Ia menyebut KOP sebenarnya cukup representatif, namun tidak demikian dengan lantai duanya. “Yah masih kurang kalau di lantai duanya,” tutup warga Solo ini. 

 

Editor : Akrom Hazami

 

Pemkab Jepara Seriusi Bidang Pariwisata untuk Genjot PAD

Diskusi santai terkait pengembangan pariwisata seni antara Pemkab Jepara dan pelaku wisata  serta seni di Bumi Kartini. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sektor pariwisata akan serius digarap oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara sebagai penggenjot pendapatan daerah. Tahun depan, pemkab berencana menggelontorkan anggaran besar-besaran di bidang tersebut. 

Hal itu disebutkan oleh Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi, Kamis (2/7/2017). Menurutnya, sektor pariwisata merupakan salah satu bidang andalan bagi masyarakat pesisir utara laut Jawa itu. 

“Ketika sektor pariwisata digarap dengan serius, otomatis akan meningkatkan pendapatan dari pajak. Dengan sendirinya, akan meningkatkan pendapatan daerah. Tahun 2019 nanti, pemkab juga akan membebaskan bea retribusi ke objek pariwisata,” ucap dia. 

Untuk mewujudkan hal itu, berbagai langkah ditempuh. Selain memperbaiki infrastruktur menuju objek wisata, pihaknya juga meminta pemerintah desa untuk turut berperan serta. 

Hal itu bisa dilakukan dengan menyisihkan Dana Desa (DD) untuk ikut memperbaiki sarana jalan menuju tempat wisata. Hal itu tentu saja hanya berlaku bagi desa yang memiliki destinasi pariwisata. 

Di samping itu Pemkab Jepara juga terus berupaya membuka ruang terbuka hijau. Hal itu disampaikan oleh Zamroni Lestiaza Kabid Pariwisata Disparbud Jepara. Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah dalam usaha menata kembali ruang publik. 

“Hal itu sesuai dengan nawacita presiden, yakni mengembalikan budaya masyarakat yang guyub,” kata dia.

Editor : Kholistiono 

Sampai Semester I, Pendapatan Pariwisata Pemkab Kudus Telah Mencapai Target  

Mobil wisatawan tampak berada di objek wisata Colo, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Disbudpar Kudus bidang pariwisata tahun ini mendapatkan beban target pendapatan sebesar Rp 3,51 miliar. Sampai Juni 2017, pendapatannya baru mencapai sekitar Rp 1,3 miliar.

Kepala Bidang Pariwisata pada Disbudpar Sri Wahyuningsih, mengatakan pada semester pertama, bidang pariwisata sudah mencapai target pendapatan sekitar 52 persen.  Bidang Pariwisata yakin penyerapan pendapatan akan tercapai pada tahun ini.

“Kami yakin hingga akhir tahun nanti, akan mencapai target yang dibebankan,” kata Sri di Kudus, Sabtu (22/7/2017).

Guna mengejar target, pihaknya akan melakukan upaya. Misalnya, mengintensifkan komunikasi dengan antarobjek wisata yang ada di bawah naungan pemkab.

Dari hasil kordinasi yang dilakukan, lanjut Nining, masing-masing pengelola mengaku sudah memiliki sejumlah strategi nyata. Seperti Museum Kretek, yang akan menggelar sejumlah hiburan untuk menarik pengunjung.

Pihaknya mencatat, dari sejumlah objek wisata, pemasukan terbesar diperoleh dari objek wisata Colo yang  mencapai Rp 689,17 juta dari target setahun sebesar Rp1,23 miliar. Sedangkan untuk objek wisata Krida Wisata, kontribusinya sementara sebesar Rp150,8 juta dari target Rp 229,58 juta.

Di Museum Kretek  Rp 133,6 juta dari target Rp 273,64 juta, paling kecil  Taman Ria baru terealisasi Rp5,8 juta dari target Rp14,33 juta.  

“Sejauh ini baru lokasi wisata yang ramai, sedangkan hal lainya seperti penginapan,  dan olahraga masih cukup sedikit,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Romantisme Langit Eropa

Mirabell Palace, Austria (club-europe.co.uk)

MuriaNewsCom – Tak bisa dimungkiri jika Eropa tetap menjadi negara impian untuk melakukan traveling, apalagi berbulan madu. Terkenal dengan negara-negaranya yang romantis, membuat turis asal Indonesia jumlahnya semakin meningkat, ditahun 2014 saja terdapat 8,9 juta turis asal Indonesia yang berkunjung kesana.

Hal ini menjadi peluang bagi Garuda Indonesia untuk bisa mengantarkan para wisatawan menjajaki indahnya negara-negara di Eropa. Memiliki empat musim dan keunikan lanskapnya, ditambah dengan bangunan-bangunan tua nan eksotis menambah daya tarik negara-negara ini. Bahkan, tak jarang kesuksesan seseorang akan semakin diakui jika ia sudah berhasil berfoto di beberapa landmark terkenal di Eropa.

Cinque Terre, Italia (lonelyplanet.com)

Untuk Anda yang merencanakan akan pergi berlibur ke sana, ada beberapa hal yang harus disiapkan. Seperti paspor dan pengajuan visa. Mengajukan Visa schengen pun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah asuransi perjalanan.

Hanya dengan Visa Schengen, Anda sudah bisa mengunjungi negara-negara di Eropa. Maka, jangan sia-siakan kesempatan saat visa Schengen sudah di tangan. Silakan berkeliling Eropa dan manfaatkan kesempatan yang Ada.

Beberapa dokumen yang harus dilengkapi saat Anda mengajukan visa Schengen adalah, sebagai berikut:

  1. Passport
  2. Pas foto berwarna ukuran 3,5 cm x 4,5 cm dengan latar belakang putih dua buah.
  3. Biaya untuk pembuatan Visa, dibayarkan dalam rupiah dan cash. Biaya pembuatannya adalah 60 euro/orang untuk usia 12 tahun keatas, dan 35 euro untuk anak 6-12 tahun. Dan di bawah 6 tahun, tidak dikenakan biaya.
  4. Mendownload formulir dari website resmi kedutaan yang dituju, isi selengkap mungkin dan print out dokumen tersebut lalu bawa saat pendaftaran.
  5. Asuransi perjalanan
  6. Bukti keuangan, berupa rekening Koran selama 3 bulan, dan dana mengendap minimal 34 euro dikalikan lama tinggal di Eropa.
  7. Bukti booking pesawat. Untuk memudahkan, Anda bisa memesan tiket pesawat Garuda Indonesia di Traveloka karena buktinya akan langsung di kirim via email. Klik untuk detil selengkapnya.
  8. Bukti pemesanan penginapan.
  9. Surat keterangan kerja dan itinerary perjalanan selama di Eropa.

Asuransi perjalanan pada dasarnya akan sangat membantu dan perjalanan Anda akan semakin tenang, setiap perusahaan asuransi memiliki benefit-benefit masing-masing. Meski Garuda Indonesia selalu mengutamakan kenyamanan dan keamanan penumpang, namun dengan adanya asuransi perjalanan selain syarat untuk membuat visa namun juga Anda akan lebih merasa nyaman.

Garuda First Class (flightfox.com)

Penerbangan belasan jam dengan menggunakan Garuda Indonesia menyisir setiap jengkal langit menuju Eropa tak akan membuat Anda terlalu lelah, karena banyak fasilitas yang disediakan untuk menemani perjalanan Anda. Terlebih jika Anda menggunakan layanan first class. “The journey begins even before take off “. Anda akan dijemput dari titik penjemputan dan fasilitas ekslusif lainnya, di Bandara, Anda tak perlu melakukan check in. Karena semua diurus oleh assistant pribadi Anda.

Namun, tak hanya first class, di kelas Ekonomi pun Anda akan dimanjakan dengan fasilitas terbaik dari Garuda Indonesia, para awak kabin yang terkenal ramah siap membantu Anda selama di perjalanan. Jarak kursi yang cukup lega dan memungkinkan Anda untuk bisa mengistirahatkan kaki. Fasilitas hiburan selama di atas langitpun tak akan membuat Anda bosan. Dan hal ini telah diakui oleh dunia terbukti dengan diraihnya penghargaan oleh Garuda Indonesia untuk kategori Economy Class offers comfort and convenience like no other dari SkyTrax tahun 2013.

Sudah siap terbang menjelajah langit Eropa dengan Garuda Indonesia?

Editor : Akrom Hazami

Pemdes Tegaldowo Rembang Bakal Manfaatkan Embung jadi Wisata Keluarga

Warga menikmati pemandangan di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang, kini bakal memanfaatkan embung desa setempat untuk dijadikan wisata keluarga atau wisata edukasi.

Kepala Desa Tegaldowo Suntono mengatakan, berhubung di sini ada embung, maka nantinya akan bisa dimanfaatkan sebagai wisata keluarga atau wisata edukasi. “Bagi siswa sekolah baik TK maupun SMP bahkan keluarga juga bisa berkunjung ke sini,” katanya.

Embung seluas 1,3 hektare yang dibangun di luar desa serta dikeliling perbukitan saat ini sudah ramai dikunjungi oleh wisatawan. “Untuk saat ini para wisatawan sudah mulai berdatangan. Khususnya bagi warga luar Tegaldowo. Sebab di sini memang ada beberapa fasilitas sederhana. Misalkan saja gazebo yang berukuran 6×4 2 buah, ayunan, mainan anak anak dan sejenisnya,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, saat libur sekolah atau menjelang sore, tempat ini ramai sekali. Sehingga cocok untuk dijadikan tempat alternatif sebagai wisata yang murah meriah. Kemudian saat ditanya mengenai tindak lanjut pemanfaatan sebagai wisata tersebut. Saat ini ia dan jajaran pemerintah desa lainnya akan membicarakannya lebih lanjut.

“Kalau tindak lanjutnya ke depannya kayak apa tentunya kita akan memanfaatkan ini dengan baik. Apakah nantinya ada retribusinya atau tidak, yang tentu itu urusan nomor kesekian. Yang penting embung ini bisa dimanfaatkan ganda. Yakni perairan sawah dan jujugan atau alternatif wisata keluarga atau edukasi,” imbuhnya.

Sementara itu, pengunjung embung dari Desa Wonokerto Sale Zainal (36) mengatakan, tempat ini sangat bagus. Terlebih ada fasilitas gazebonya. “Saat dilihat sekilas dari jarak kejauhan memang seperti tempat asing. Padahal ini di Rembang. Dan ini harus diekspos ke luar terlebih dahulu. Supaya eksotisme tempat ini bisa dikenal terlebih dahulu,” tambahnya.

 

Editor : Akrom Hazami

2017, Target Pendapatan Wisata Colo Kudus Meningkat

Peziarah melakukan wisata religi di makam Sunan Muria, Colo, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Peziarah melakukan wisata religi di makam Sunan Muria, Colo, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala UPT Colo Pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Mutrikah menyebutkan, pada 2017 ini target pendapatan dalam sektor wisata di Colo ditingkatkan. Meski pada 2016 tak tercapai, namun target tetap ditingkatkan di 2017.

Dia mengatakan, target pendapatan sektor wisata selalu naik setiap tahun. Hal itu sudah dianggap wajar, lantaran peningkatan target selalu dirasakan setiap tahun. Yang jelas upaya optimalkan target digiatkan. “Selama 2017 ini, target pendapatan dipatok sebesar Rp 1.512.649.000. target tersebut naik 0,9 persen dari target 2016 yang hanya Rp 1.387.291.000,” katanya di Kudus, Kamis (19/1/2017).

Menurutnya, target tersebut meliputi sejumlah objek wisata yang ada di Colo. Seperti pendapatan dari retribusi pengunjung, hotel, villa, pondok wisata dan pedagang kaki lima (PKL) Colo.

Dikatakan, upaya yang dilakukan selama ini dalam mengejar target terus ditingkatkan. Seperti halnya promosi dan juga pelayanan yang baik serta sebagainya. Hal itu terbukti di 2016 target meningkat  dibanding tahun sebelumnya.

“Mudah-mudahan dapat tercapai. Upaya jelas kami tingkatkan dan selalu kami evaluasi setiap saat. Jadi kami yakin tahun ini bakalan tercapai,” katanya yang biasa dipanggil Tika, yang baru menjabat setengah tahun.

Guna meningkatkan pendapatan pada 2017, pihaknya akan menawarkan sejumlah even untuk digelar di kawasan wisata Colo. Dengan adanya sejumlah even yang mampu menyedot banyak penonton. Diharapkan pendapatan ikut meningkat pula.

Editor : Akrom Hazami

Grobogan Siapkan Peraturan Bupati Tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata

Kasi Pemasaran Promosi dan Produk Wisata Ruswandi menyampaikan penjelasan rencana pembuatan Perbup tanda daftar usaha pariwisata di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasi Pemasaran Promosi dan Produk Wisata Ruswandi menyampaikan penjelasan rencana pembuatan Perbup tanda daftar usaha pariwisata di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Makin menggeliatnya sektor pariwisata di Grobogan mulai menjadi perhatian dari pemkab setempat. Indikasinya, pemkab bakal menyiapkan sebuah peraturan bupati (Perbup) mengani tanda daftar usaha pariwisata (TUDPar).

Terkait dengan masalah tersebut, Pemkab Grobogan melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata mengundang berbagai komponen yang berkaitan dengan dunia kepariwisataan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti, pengelola wisata, jasa transportasi, biro perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman, akomodasi, hiburan dan rekreasi, serta penyelenggara pertemuan maupun pameran.

“Berbagai komponen yang berkaitan dengan usaha pariwisata sengaja kita kumpulkan. Tujuannya, untuk menyosialisasi dan meminta masukan terkait dengan rancangan pembuatan Perbup TUDPar,” kata Kabid Pariwisata Ngadino, Sabtu (24/12/2016).

Dijelaskan, pembuatan Perbup bertujuan memberikan  kepastian  hukum  dalam  penyelenggaraan usaha pariwisata. Kemudian, adanya Perbup bisa sebagai aturan untuk mengendalikan penyelenggaraan usaha pariwisata serta sebagai sarana informasi. Dengan adanya Perbup itu dimaksudkan bisa menjadi pedoman bagi  instansi terkait dalam  memberikan  pelayanan pendaftaran  usaha  dan  bagi  masyarakat  dalam menyelenggarakan usaha bidang pariwisata.

Dalam Perbup nanti akan mengatur berbagai hal yang bersifat teknis. Misalnya, syarat untuk mendapatkan TUDPar. Baik syarat administrasi, yuridis, dan teknis.

Selain itu, dilakukan pula penjelasan mengenai tahapan yang harus dilakukan pemohon untuk mendapatkan TUDPar. Dalam Perbup juga mengatur kewajiban dan larangan para pelaku usaha pariwisata serta sangsinya.

“Mereka yang diwajibkan memiliki TUDPar adalah setiap  orang  atau  badan  usaha  yang  menjalankan  kegiatan usaha  pariwisata. Untuk mendapatkan TUDPar nanti tidak dipungut biaya,” imbuh Kasi Pemasaran Promosi dan Produk Wisata Ruswandi.

Sementara itu, para peserta yang diundang dalam kesempatan itu menyambut baik rencana pembuatan Perbup yang khusus mengatur masalah usaha pariwisata. Sebab, adanya aturan ini akan memberikan kepastian para pelaku usaha.

Meski demikian, ada beberapa masukan yang disampaikan pelaku usaha pariwisata itu. Antara lain, peratuan yang dibuat jangan sampai tumpang tindih dengan aturan yang sudah berlaku selama ini.

“Kami berharap dalam pembuatan Perbup ini dikaji dengan cemat dengan aturan yang sudah ada, baik dari pusat maupun provinsi. Jangan sampai, adanya aturan baru justru akan menyulitkan pelaku usaha pariwisata,” kata Mulyadi, perwakilan dari pengelola jasa makanan dan minuman. 

Editor : Akrom Hazami

3 Air Terjun di Jepara Ini Bikin Wisatamu Berkesan Selamanya

Wisatawan menikmati pemandangan di Air Terjun Kedung Ombo Jepara. (Istiemewa)

Wisatawan menikmati pemandangan di Air Terjun Kedung Ombo Jepara. (Istiemewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Objek wisata di Jepara memang tidak ada habisnya dieksplorasi. Di antaranya adalah objek wisata alam seperti halnya air terjun.

Dikutip dari beberapa sumber yang diolah,sSetidaknya ada tiga objek wisata air terjun di Jepara yang bikin wisatawan betah berlama-lama menikmatinya.

 

  1. Air Terjun Songgo Langit
Suasana objek wisata Air Terjun Songgolangit, Jepara. (Istimewa)

Suasana objek wisata Air Terjun Songgolangit, Jepara. (Istimewa)

Objek wisata ini terletak di Desa Bucu, Kecamatan Kembang 30 km sebelah utara dari Kota Jepara. Air terjun ini mempunyai ketinggian 80 meter dan lebar 2 meter.

Panorama alam di sekitar objek wisata ini begitu indah dan udaranya cukup nyaman, sehingga sangat cocok untuk acara santai atau kegiatan rekreasi lainnya.

Di tempat pula banyak dijumpai kupu-kupu yang beraneka ragam jumlahnya dengan warna-warni yang cukup indah. Untuk mencapai objek wisata tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4 dengan kondisi jalan beraspal.

 

  1. Air Terjun Gembong
Sejumlah wisatawan asyik menikmati Air Terjun Gembong, Jepara. (istimewa)

Sejumlah wisatawan asyik menikmati Air Terjun Gembong, Jepara. (istimewa)

Objek wisata Air Terjun Gembong terletak di Dukuh Papasan, Bangsri, Jepara.

Dengan luasnya 49.246 Ha, Sebelah utara berbatasan dengan Desa Srikandang, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Tanjung, pada sebelah barat berbatasan dengan Desa Kepuk, dan di sebelah timur berbatasan dengan Desa Dudakawu.

Air Terjun Gembong terletak tidak jauh dari Air Terjun Kedung Ombo. Pengunjung bisa berjalan kaki sekitar 30 menit melewati jalan setapak yang telah disediakan. Tidak seperti Kedung Ombo, Air Terjun Gembong dilewati dengan sebuah perjalanan  yang lebih asyik dan menantang. Selain pengunjung tracking, wisatawan juga dapat melakukan olahraga motor trail di area ini karena medannya sangat mendukung dan menantang.

  1. Air Terjun Kedung Ombo
Suasana wisataw di Air Terjun Kedung Ombo, Jepara. (Istimewa)

Suasana wisataw di Air Terjun Kedung Ombo, Jepara. (Istimewa)

Objek  wisata Air Terjun Kedung Ombo terletak di Dukuh Papasan, Bangsri, Jepara.

Terdapat tumpukan bebatuan rapi berbentuk persegi, layaknya buatan manusia. Itu merupakan hasil dari aktivitas alamiah tanpa campur tangan manusia sama sekali.

Jalur trekking menuju Air terjun Kedung Ombo memiliki panjang 2Km dan selama perjalanan akan disuguhkan pemandangan indah yang masih alami. Dengan melewati medan persawahan, hutan dan sungai bebatuan yang masih alami serta udara yang sejuk sehingga membuat perjalanan semakin menyenangkan.

Editor : Akrom Hazami

Kendal Buka Trayek Karimunjawa, KMP Siginjai Jepara Tak Khawatir Ditinggal Penumpang

kapal

KMP Siginjai siap mengangkut penumpang ke Karimunjawa Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pelabuhan Tanjung Kendal telah resmi membuka trayek ke Karimunjawa, Jepara dengan pelayanan kapal cepat Express Bahari. Meski begitu, PT ASDP Cabang Jepara tak khawatir banyaknya penumpang yang bakal beralih pemberangkatan dari pelabuhan Jepara ke pelabuhan Kendal tersebut.

Kepala PT ASDP Cabang Jepara Yudhi Yanuar menjelaskan, pihaknya tidak khawatir akan ditinggalkan penumpang kapal yang dikelolanya yakni KMP Siginjai. Pasalnya, ia menilai segmentasi penumpang kapal cepat dengan KMP Siginjau sudah berbeda.

“Segmen penumpangnya berbeda, jadi kami tidak khawatir. KMP Siginjai segmennya masyarakat kelas menengah ke bawah, atau penduduk Karimunjawa dan wisatawan mancanegara,” ujar Yudhi kepada MuriaNewsCom, Selasa (23/8/2016).

Menurutnya, penumpang yang beralih ke Kendal diprediksi adalah wisatawan yang kelas menengah ke atas. Sebab, pelabuhan Kendal lebih dekat dari Bandara Ahmad Yani Semarang.

“Justru sebetulnya yang perlu khawatir adalah Pemkab Jepara. Sebab, dengan dibukanya trayek dari Kendal ke Karimunjawa, maka diprediksi banyak wisatawan kelas menengah ke atas lebih memilih lewat Kendal. Jadi potensi ukir, dan lainnya yang ada di Jepara, tidak bisa dilihat oleh mereka,” ungkapnya.

Ia menilai sejauh ini sejumlah wisatawan mancanegara banyak yang memilih menggunakan transportasi KMP Siginjai ketimbang kapal cepat. Salah satu alasannya, para turis asing tersebut lebih suka menikmati perjalanan laut.

“Kalau naik kapal cepat tidak bisa leluasa menikmati perjalanan laut. Tapi kalau KMP Siginjai bisa, dan itu yang lebih dipilih turis asing. Apalagi kalau mereka berlibur tidak dikejar-kejar jam kerja, lebih leluasa,” katanya.

Ia menambahkan, selain turis asing yang banyak menggunakan KMP Siginjai, pihaknya juga lebih memprioritaskan penumpang lokal terutama warga Jepara dan Karimunjawa sendiri.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ratusan Peserta Antusias Ikuti Jepara Batik dan Tenun Festival

f-upload jam 1720  festival kartini (e)

Para peserta yang mengikuti Jepara Batik dan Tenun Festival (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Jepara ke-467, Pemkab Jepara menggelar sejumlah kegiatan yang dikemas dalam Festival Kartini. Salah satu kegiatan yang cukup meriah adalah Jepara Batik dan Tenun Festival, yang digelar di Gedung Wanita Jepara, Rabu (13/4/2016).

Acara bernuansa fashion show ini diikuti ratusan peserta yang terbagi dalam dua sesi dengan empat kategori. Sesi pertama untuk kategori satu diikuti balita dan kategori dua diikuti anak usia 6 sampai 9 tahun.

“Sesi pertama dilaksanakan siang hari, dan untuk sesi kedua malam nanti,” ujar Koordinator Acara Indria Mustika kepada MuriaNewsCom, Rabu (13/4/2016).

Menurutnya, sesi kedua akan digelar pada malam hari untuk kategori tiga dan empat. Kategori tiga untuk peserta usia 10 hingga 14 tahun, sedangkan untuk kategori empat dengan peserta berusia diatas 15 tahun.

“Kegiatan seperti ini dilaksanakan rutin setiap tahun. Tujuannya untuk mencari bibit-bibit yang memiliki kreatifitas tinggi dalam bidang fashion,” ungkapnya.

Selain itu, tujuan yang tak kalah penting juga sebagai wahana promosi batik dan tenun khas Jepara. Untuk itu, pada kesempatan ini peserta diwajibkan mengenakan batik dan tenun Jepara.

“Untuk kategori satu, dua dan tiga, tema bajunya adalah pesta. Sedangkan untuk kategori empat atau diatas 15 tahun pakaiannya kebaya,” terangnya.

Dia menambahkan, kegiatan ini untuk semua peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Sedangkan untuk hadiahnya akan diserahkan pada puncak acara. Para peserta yang memperoleh juara akan diminta tampil dalam puncak acara Festival Kartini.

Editor : Kholistiono

Hotel di Pinggir Pantai di Jepara Juga Ramai pada Libur Panjang ini

Salah satu hotel di Jepara yang terletak di kawasan pantai Bandengan yang ramai pengunjung pada liburan kali ini. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

Salah satu hotel di Jepara yang terletak di kawasan pantai Bandengan yang ramai pengunjung pada liburan kali ini. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Tidak hanya di Kepulauan Karimunjawa yang ramai dikunjungi wisatawan. Sejumlah penginapan seperti hotel dan yang lainnya juga ramai diisi oleh wisatawan, terutama penginapan yang berada di pinggir pantai.

Hal itu seperti yang dikatakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jepara, Sigit Nugroho. Menurut dia, pada musim libur panjang akhir pekan ini terjadi lonjakan okupansi.

”Ada peningkatan tingkat hunian, tapi khususnya hotel dan penginapan yang berada di sekitar pantai. Sementara untuk hotel yang berada di kawasan kota biasa saja,” kata Sigit.

Menurut Sigit, ramainya pengunjung memang hanya terjadi di hotel dan penginapan yang berada di kawasan tepi pantai. Hal itu terjadi karena para pengungjung ingin melihat dan menikmati suasana pantai selama libur panjang ini.

Seperti diketahui di wilayah Kabupaten Jepara terdapat banyak penginapan misalnya hotel yang berada di pinggir pantai. Untuk di kawasan pantai Kartini dan pantai Bandengan misalnya, ada sejumlah penginapan baik hotel maupun yang lainnya, yang banyak diisi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Kondisi ini juga terjadi di wilayah Kepulauan Karimunjawa. Pengelola biro perjalanan wisata Karimunjawa, Djati Utomo mengatakan, pada libur panjang akhir pekan kali ini diserbu wisatawan. Lonjakan kunjungan wisatawan mencapai 200 persen.

Selama sehari kemarin saja, lanjutnya, tercatat lebih kurang 900 wisatawan berkunjung ke Karimunjawa. Biasanya, pada musim libur akhir pekan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu tidak lebih dari 300 wisatawan setiap harinya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Libur Panjang Kepulauan Karimunjawa Diserbu Wisatawan

Gerbang pintu masuk Karimunjawa mulai dipadati pengunjung sejak Jumat (25/3/2016) kemarin hingga hari ini. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

Gerbang pintu masuk Karimunjawa mulai dipadati pengunjung sejak Jumat (25/3/2016) kemarin hingga hari ini. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Libur panjang lantaran tanggal merah pada 25 Maret 2016, dan libur akhir pekan ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi sebagian kalangan. Mereka banyak yang menghabiskan waktu libur panjang ini untuk rekreasi. Salah satu lokasi di Jepara yang dipilih untuk dijadikan tempat rekreasi adalah di kepulauan Karimunjawa.

Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Jepara, Sutana, menyatakan, sejak Jumat kemarin memang terjadi lonjakan pengunjung ke Karimunjawa. Hal itu diketahui dari banyaknya wisatawan yang menyeberang dari dermaga Kartini.

”Liburan ini memang banyak penumpang. Peningkatan dibanding hari biasa sangat tajam, dua kali lipat lebih,” ujar Sutana kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, akibat lonjakan pengunjung ke Karimunjawa, kapal motor cepat (KMC) Express Bahari yang biasa melayani penyeberangan ke Karimunjawa terpaksa menambah trip pelayaran. ”Normalnya hari Jumat hanya satu kali pelayaran, tapi karena ada lonjakan penumpang tripnya ditambah. Sehari menjadi dua kali pelayaran,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan Pengelola biro perjalanan wisata Karimunjawa, Djati Utomo. Menurut dia, pada libur panjang akhir pekan kali ini diserbu wisatawan. Lonjakan kunjungan wisatawan mencapai 200 persen.

Selama sehari kemarin saja, lanjutnya, tercatat lebih kurang 900 wisatawan berkunjung ke Karimunjawa. Biasanya, pada musim libur akhir pekan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu tidak lebih dari 300 wisatawan setiap harinya.

”Wisatawan yang masuk Karimunjawa pada liburan akhir pekan ini sekitar 900 orang. Selain karena liburnya cukup panjang, juga kondisi cuaca sudah mulai membaik tidak seperti dua bulan terakhir,” kata Djati.

Editor : Titis Ayu W

Wisata di Sambilawang Pati Memang Jos, tapi….

Sejumlah pengunjung menikmati indahnya kawasan Pantai Sambilawang di pinggiran anak sungai yang menuju pantai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pengunjung menikmati indahnya kawasan Pantai Sambilawang di pinggiran anak sungai yang menuju pantai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Upaya yang dilakukan Pemerintah Desa Sambilawang, Trangkil, Pati untuk membuka kawasan wisata di daerah pesisir pantai menemui kendala. Salah satunya, persoalan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan wisata.

Kepala Desa Sambilawang, Mustain mengaku kawasan itu sudah mulai dikenal warga sekitar sebagai tempat tujuan untuk wisata pantai, sekaligus wisata flora karena ribuan tanaman mangrove tersebar di lahan seluas 8 hektare sebagai sabuk pantai.

“Meski ramai, tapi sarananya minim. Warung yang berjualan di sekitar pantai saja tidak ada. Listrik juga tidak ada. Saat ini, kami mencoba mendekati warga yang mau berjualan di sana. Selain bisa mendukung aktivitas wisata, itu bisa meningkatkan ekonomi warga,” tutur Mustain berbincang dengan MuriaNewsCom, Sabtu (5/3/2016).

Selain itu, mereka khawatir bila ada kejahatan yang tak diinginkan saat warung dibuka, lantaran lokasinya sekitar 3 kilometer dari permukiman. Namun begitu, pihaknya bakal bekerja sama dengan Polsek Wedarijaksa untuk memantapkan area wisata dari sisi keamanan.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum saat dikonfirmasi mengaku siap mengamankan kawasan itu sebagai destinasi wisata baru. “Kami tidak hanya siap melakukan pengamanan, tapi juga siap mendukung sebagai kawasan wisata,” katanya.

Pihaknya berharap agar Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pati memberikan perhatian terkait dengan upaya pemdes untuk menjadikan kawasan itu sebagai tempat wisata. “Kami mohon ada perhatian dari pemerintah. Lokasi ini prospektif jadi jujugan wisata baru di kawasan Pati bagian utara,” tukasnya.

Editor : Akrom Hazami
Baca juga : Pantai Sambilawang Jadi Destinasi Wisata Baru di Pati 

Ini Kelebihan Gurihnya Kopi Santan yang Hanya Ditemui di Blora

Rukini saat meracik kopi santan dengan cara tradisional di warungnya. (MuriNewsCom/Rifqi Gozali)

Rukini saat meracik kopi santan dengan cara tradisional di warungnya. (MuriNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Hampir semua warga Blora gemar mengkonsumsi kopi kothok, kopi yang cara penyajiannya dengan diseduh bersamaan antara kopi, gula, dan air diatas tungku api atau kompor. Tapi kini ada lagi kopi yang tak biasa dalam penyajiannya hadir di Blora. Adalah Rukini (58) warga Jepangrejo Blora, peracik kopi yang dicampur dengan santan.

Hampir semua warga Jepangrejo sudah mafhum ketika mendengar kopi santan buatan Rukini. Pasalnya, hanya dia seorang sebagai pemilik warung sekaligus pembuat kopi spesial dengan varian berbeda dengan kopi yang lain.

Tak ada perbedaan menonjol antara kopi biasa dengan kopi santan. Perbedaannya, jika kopi biasa dibuat menggunakan air putih, kopi santan dibuat menggunakan santan sebagai pengganti airnya. Hal itu, lanjut nenek dua cucu, yang membuat kopi tersebut tidak berwarna hitam seperti pada umumnya kopi. Melainkan berwarna coklat seperti kopi susu. ”Hanya itu perbedaannya,” ujar si empunya kopi santan.

Rukini membeberkan cara pembuatan kopi santan, yakni dengan memeras kelapa untuk memperoleh santan. Kemudian kopi dan gula dikothok (digodok dalam satu wadah besi) bersamaan  layaknya membuat kopi kothok. Dalam proses pembuatan kopi tersebut, lanjut nenek dua cucu itu hampir sama dengan kopi kothok biasa. Bedanya tidak menggunakan air melainkan santan. Dalam pembuatan santan pun, menurutnya, harus dibuat secara dadakan, karena kalau santan segar lebih memilki rasa yang lebih gurih.

”Setelah ada yang memesan kopi santan, baru diparutkan kelapa. Sebab, jika santannya sudah lama dibuat, akan sangat mempengaruhi rasa kopi santan itu,” jelasnya.

Rukini mendapatkan formula kopi itu secara turun temurun dari ibunya. Ia merupakan generasi kedua setelah ibunya, bahkan ia lupa kapan ibunya memulai membuat kopi dengan rasa gurih itu. Sejak dulu, saat ibunya masih setia membuat kopi hingga saat ini masih dikelola dengan tradisional. ”Saya ini generasi kedua,” jelasnya.

Cukup merogoh kocek Rp 3 ribu, sudah bisa menikmati kopi santan Rukini. Sementara, untuk kopi dengan gelas besar dihargai Rp 5 ribu. Tak ada yang istimewa dari kopi itu selain rasa gurih dan sensasi menikmati kopi dengan cita rasa berbeda dengan kopi lain. ”Tidak ada khasiat mengobati penyakit tertentu kok,” kata Rukini.

Bagi Anda penikmat kopi tak ada salahnya sejenak menikmati kopi santan buatan Rukini yang buka sejak puluk 05.00 WIB hingga 21.00 wib. Tepatnya di Desa Jepangrejo, Blora. Dari Blora ambil arah Randublatung, sesampainya di jembatan Badong maju sekitar 100 m lalu masuk ke kiri menuju Desa Jepangrejo dengan jarak tempuh kurang lebih 1,5 kilometer.

Editor : Titis Ayu Winarni

Baca juga :

Kopi Jetak Khas Kudus Dipercaya Manjur Obati Kantuk

Ribuan Bibit Kopi Arabika Siap Ditanam di Pegunungan Muria

Bagi Pecinta Kopi, Berikut Tempat Ngopi Terhits di Kudus

Boleh Percaya Boleh Tidak, Air Terjun Gua di Dawe Kudus Diyakini Bisa Datangkan Jodoh

Keberadaan Air Terjun Gua yang berada di Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Keberadaan Air Terjun Gua yang berada di Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

 

MuriaNewsCom, Kudus–Selain memiliki panorama yang indah, keberadaan Air Terjun Gua di Desa Piji, Kecamatan  Dawe, Kudus, ternyata oleh sebagian masyarakat, percaya jika mandi tepat di pancuran air terjun, bisa cepat mendatangkan jodoh.

Seperti halnya diungkapkan Suradi, warga setempat. Menurutnya, saat-saat tertentu, di air terjun tersebut kerap dikunjungi masyarakat dari luar daerah. Dari beberapa yang datang, mereka percaya dengan mandi disana akan mudah jodohnya.

“Biasanya yang datang untuk mandi itu malam hari, namun tidak setiap malam. Beberapa pekan sekali baru pada datang untuk mandi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, biasanya yang datang kesana untuk mandi, juga tidak sendirian. Beberapa kali pengunjung yang datang pada malam hari itu secara berkelompok. “Jalan ke tempat itu lumayan jauh dari pemukiman warga, dan tak jarang mereka yang berkunjung diantar warga setempat,” katanya.

Sementara itu, Kades Piji Nurul Mustain mengatakan, biasanya yang datang untuk mandi adalah warga luar Desa Piji. Bahkan ada pula yang datang dari luar Kudus untuk mandi ke air terjun itu. “Terkadang itu malam Jumat Wage dan yang paling ramai itu biasanya malam 1 Suro. Mereka datang kesini untuk mandi, namun mengenai apa tujuan mereka, kami tak banyak tahu,” ungkapnya.

Baca juga : Tak Hanya Montel, Kudus Juga Punya Air Terjun Gua yang Eksotis

Editor : Kholistiono

Ayo Ngakak Bareng Komika Stand Up Comedy Kudus di Angkringan Cekli

sukun-standup_WMuriaNewsCom, Kudus – Masih bingung mau cari hiburan apa di Kudus? Datang saja ke Angkringan Cekli. Malam ini (7/2/2016) , bakal ada open mic komika-komika keren dari stand up comedy Kudus, dalam acara WMild Open Mic Sengak (Seneng-seneng dan Ngakak).

Mulai pukul 19.30 WIB, mereka akan menghibur pengunjung. Dijamin, Kamu bakal ngakak dengan joke-joke yang dibawakan komika-komika yang sudah tak asing lagi di Kudus. Di antaranya, @bukanacik, @Rengga_Febrian dan @chanif_gaga.

Tak hanya itu, jika pengunjung ingin menjajal kemampuannya dalam membawakan lawakan, di sini juga dibuka kesempatan bagi penonton yang ingin mencoba open mic. Bahkan, dibuka kesempatan bagi siapa aja yang ingin bergabung dengan komunitas ini untuk belajar bersama stand up comedy.

Komunitas ini, merupakan satu-satunya komunitas stand up comedy di Kudus yang sudah dua tahun menghibur Kudus. Komunitas ini tampil menghibur secara reguler di Angkringan Cekli secara gratis.Setiap dua minggu sekali di hari Minggu, mereka tampil open mic.

Dalam acara tersebut, biasanya akan tampil tiga sampai lima komika yang akan menghibur pengunjung Angkringan Cekli. Bahkan terkadang juga ada komika tamu dari Semarang, Kendal, Jepara, Pati, Rembang.

Editor : Kholistiono

 

Kampung di Karimunjawa Ini Sudah 3 Bulan Tanpa Listrik

PLTD yang berada di Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

PLTD yang berada di Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Meskipun urusan listrik di Karimunjawa telah diambil alih oleh PT PLN sejak Januari ini, namun permasalahan listrik di wilayah terluar Kabupaten Jepara itu belum sepenuhnya tuntas. Faktanya, sampai saat ini masih ada beberapa kampung yang berada di tiga dukuh Desa Kemojan tak bisa menikmati listrik sejak tiga bulan terakhir.

Pasalnya, kerusakan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang mengalirkan aliran listrik ke wilayah itu belum teratasi. Hal itu pun diakui Humas PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Kudus Arif Suryadi.

Menurut dia, kerusakan tersebut telah terjadi sejak sebelum pengelolaan listrik di Karimunjawa secara resmi diambil alih oleh PT PLN. Meski begitu, sampai saat ini masalah tersebut belum bisa teratasi.

“Kerusakannya cukup parah. Salah satu diesel mengalami overhoal lantaran kelebihan daya. Dengan kerusakan yang ada, tidak mungkin diperbaiki,” ungkap Arif kepada awak media di Jepara, Jumat (22/1/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, selain itu, kerusakan juga terjadi saat proses transisi pengelolaan dari Pemkab Jepara ke PT PLN. Sedangkan PT PLN berencana mengganti semua instalasi PLTD lama dengan yang baru. Sehingga diputuskan untuk menunggu datangnya mesin baru.

Dia menambahkan, instalasi diesel baru yang akan didatangkan dipastikan akan memiliki daya yang lebih besar dari mesin sebelumnya. Mesin diesel yang baru akan mampu menghasilkan daya listrik 2 hingga 3 megawatt (MW). Sedangkan instalasi sebelumnya hanya mampu menghasilkan daya sekitar 1,1 MW. Semua instalasi baru akan beroperasi pertengahan tahun ini.

“Kami belum bisa pastikan kapan kembali bisa normal untuk aliran listrik ke tiga dukuh tersebut, karena menunggu instalasi baru. Kami hanya bisa mengusahakan agar pengiriman instalasi baru dipercepat. Paling tidak untuk mengganti diesel yang rusak tersebut terlebih dahulu,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Ini Tarif Tiket Penyeberangan ke Karimunjawa Menggunakan Kapal Leuser

Rombongan dari PT Pelni Persero disambut Bupati Jepara beserta pejabat terkait di Karimunjawa Jepara. Kini kapal Leuser akan meramaikan dunia pariwisata Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Rombongan dari PT Pelni Persero disambut Bupati Jepara beserta pejabat terkait di Karimunjawa Jepara. Kini kapal Leuser akan meramaikan dunia pariwisata Karimunjawa (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemerintah melalui PT Pelni Persero telah menambah rute baru untuk Kapal Motor (KM) Leuser, Tanjung Emas (Semarang) – Karimunjawa. Kapal yang berkapasitas 900 penumpang ini resmi melakukan pelayaran perdana ke Karimunjawa awal Januari 2016.

KM Leuser dengan rute Semarang –Karimunjawa ini akan melayani trayek tersebut dua minggu sekali. Adapun untuk perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Emas menuju Karimunjawa memakan waktu 4 – 5 jam.

Kepala Cabang Semarang PT Pelni Masrul Khalimi menjelaskan, kehadiran KM Leuser dengan rute baru ini adalah permintaan Gubenur Jateng. Yakni, menjawab kebutuhan trayek menuju Karimunjawa yang biasanya dengan kapal berkapasitas terbatas dan terkendala cuaca.

“PT Pelni juga mulai membuka rute langsung Semarang – Makassar dengan KM Ciremai. Launching perdana pelayaran tersebut telah dilaksanakan 5 Januari 2016. Tujuan utamanya adalah untuk melayani rute di wilayah Indonesia Timur termasuk Papua. Karena selama ini untuk menuju area tersebut harus transit ke Surabaya dulu,” katanya dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom, Senin (11/1/2016).

Harapannya, kehadiran layanan dengan rute baru ini dapat membantu kelancaran trasportasi, khusunya lewat laut. Sehingga lewat Pelni, wilayah Indonesia barat hingga timur tidak terisolasi.

Khusus pada pelayaran perdana ke Karimunjawa, KM Leuser berangkat 9 Januari 2016dari Pelabuhan Tanjung Emas, tepatnya pukul 01.00 WIB dan tiba di Karimunjawa sekitar 06.00 WIB. Harga tiket KM Leuser dari Semarang ke Karimunjawa untuk dewasa Rp 142.000, anak-anak Rp 104.000 dan bayi Rp 22.300. Adapun trayek sebaliknya secara berurutan Rp 135.000, Rp 97.000, dan Rp 15.300.

Sementara, untuk paket pulang pergi (PP) untuk dewasa Rp 277.000, anak Rp 201.000 dan bayi Rp 37.300. Dalam perjalanan pulang dari Karimunjawa, penumpang akan mendapatkan fasilitas makan malam. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Hore…, Menjelajahi Eksotisme Karimunjawa Kini Lebih Mudah dengan Kehadiran Kapal Leuser

Rombongan dari PT Pelni Persero disambut Bupati Jepara beserta pejabat terkait di Karimunjawa Jepara. Kini kapal Leuser akan meramaikan dunia pariwisata Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Rombongan dari PT Pelni Persero disambut Bupati Jepara beserta pejabat terkait di Karimunjawa Jepara. Kini kapal Leuser akan meramaikan dunia pariwisata Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Upaya pemerintah untuk mengembangkan dan memajukan destinasi wisata Kepulauan Karimunjawa Jepara tidak main-main. Setelah dijanjikan listrik menyala lebih lama, kini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menambah fasilitas transportasi ke wilayah terluar di Kabupaten Jepara tersebut.

PT Pelni Persero dipastikan menambah rute baru untuk Kapal Motor (KM) Leuser, Tanjung Emas (Semarang) – Karimunjawa. Kapal yang berkapasitas 900 penumpang ini resmi melakukan pelayaran perdana ke Karimunjawa awal Januari 2016, tepatnya 9 Januari 2016 dengan membawa 250 orang pelaku wisata. edatangannya disambut langsung Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, dengan sejumlah pejabat terkait di Pelabuhan Karimunjawa.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyatakan, pembukaan trayek baru ini merupakan jawaban atas kendala infrastruktur, utamanya kelancaran trasportasi dalam pengembangan destinasi wisata Kepulauan Karimunjawa. Selama ini, alat transportasi menuju Karimunjawa sangat minim dengan hanya beberapa kapal berkapasitas kecil dan masih ditambah kendala cuaca.

“Jika musim baratan tiba, kapal yang ada saat ini tidak berani berlabuh. Dengan kehadiran kapal Leuser, tentunya akan mengeliminir hambatan dan permasalahan transportasi, sehingga terjadi peningkatan arus wisatawan menuju Karimunjawa. Kehadiran kapal baru Semarang – Karimunjawa ini sendiri sesuai dengan permintaan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo,” kata Marzuqi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebelumnya Gubenur Jateng bersinergi dengan Pemkab Jepara telah melakukan perbaikan sarana prasarana di Karimunjawa. Mulai perbaikan jalan dari Bandara hingga pusat kota, listrik pada pertengahan tahun ini menyala 24 jam, sinyal HP yang mendapat dukungan langsung dari Menteri BUMN serta sarana air bersih untuk mendukung banyaknya wisatawan.

“Terakhir adalah dukungan menciptakan lingkungan perkotaan yang nyaman dan indah dengan merencanakan tukar guling tanah pemprov di sekitar Alun-alun Karimunjawa. Semuanya itu adalah upaya dan dukungan nyata dari gubenur dan Pemda Jepara dalam mewujudkan Karimunjawa sebagai destinasi wisata eksklusif,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Begini Cara Desa Karangjati Blora Kian Mempesona

Khumaidi, Lurah Desa Karangjati (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Khumaidi, Lurah Desa Karangjati (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Lurah Karangjati, Blora, Khumaidi berinisiatif untuk meningkatkan perekonomian warganya dari sektor pariwisata. Ia mengungkapkan, bahwa sebelumnya beberapa hal telah ia lakukan guna meningkatkan perekonomian warga. Di antaranya bekerjasama dengan dinas terkait seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM (Disperindagkop UMKM) untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada warganya. Selain itu juga dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos).

Dengan adanya Embung Rowo di Desa Karangjati tentunya membuatnya berkeinginan akan meningkatkan kualitas ekonomi dari potensi itu, “Akan dikembangkan potensi pariwisatanya,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom (31/12/2015).

Sampai saat ini embung tersebut sudah selesai pengerukannya, direncanakan pada akhir 2016 sudah bisa diresmikan sebagai tempat wisata. Ia juga menambahkan bahwa di area embung tersebut akan diberi fasilitas berupa taman bermain, sarana hiburan, dan pemancingan. “Ada juga tempat untuk warga berjualan di sekitar,” ujarnya.

Dari beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas warganya dengan beberapa pelatihan keterampilan, yang dalam hal ini bekerjasama dengan dinas terkait, ternyata menemui kendala. Dalam penuturannnya, kendala yang biasa dihadapi adalah dari pemasaran. “Seperti pelatihan pembuatan besek (bakul dari bambu, red) itu saya sulit memasarkan. Dan tentu ada pelatihan-pelatihan lain,” ungkapnya.

Selain kendala pemasaran, ia menambahkan, yakni mengenai sumber daya manusia dan kapasitas pengalaman atas keterampilan yang masih minim. Maka dari itu, Khumaidi akan meningkatkan kualitas ekonomi warganya dari sektor pariwisata. Selain ekonomi warganya terangkat, Karangjati juga memiliki ciri khas tersendiri dengan adanya tempat wisata. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

Impian Lasem Sebagai Kota Pusaka Dunia Semakin Dekat

Salah satu wilayah 'Tiongkok Kecil' di Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Salah satu wilayah ‘Tiongkok Kecil’ di Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Sedikit demi sedikit, impian Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem untuk menjadikan Lasem sebagai Kota Pusaka Dunia semakin dekat.

Ernantoro, salah satu pegiat Fokmas Lasem menuturkan, keinginan untuk menjadikan Lasem sebagai Kota Pusaka Dunia pertama di Indonesia mulai menemukan titik terang. “Mimpi lasem sebagai Kota Pusaka dunia semakin dekat,” katanya ketika berbincang dengan MuriaNewsCom, Rabu (30/12/2015).

Menurutnya, usaha dan kerja keras Fokmas yang rela mencurahkan ide, pikiran, tenaga hingga dana untuk mewujudkan hal itu tidaklah sia-sia. Dari sisi sejarah, peninggalan sejarah dari masa ke masa di Lasem sudah lengkap. “Akhirnya menjadi impian bersama, bahwa Lasem ini harus dilestarikan dan dipromosikan karena sangat potensial,” ungkapnya.

Ernantoro menjelaskan, kerja keras Fokmas dimulai dengan mengumpulkan data sejarah dan budaya Lasem, membangkitkan kembali kesenian rakyat, mengangkat batik Lasem dan menggandeng para tokoh masyarakat setempat. Semua itu dilakukan demi melestarikan dan mempromosikan potensi Lasem yang masih jarang diketahui.

“Rencananya, Lasem akan dijadikan kunjungan wisata Kota Tua dan perlu dilindungi berbagai bangunan tua yang ada disana. Tidak perlu gedung-gedung baru, hanya saja penataan PKL cukup dirapikan,” imbuhnya.

Terkait dengan penataan di wilayah Karangturi, katanya perlu adanya penataan dan pembuatan gapura yang melambangkan identitas masyarakat Lasem. “Keinginan Fokmas salah satunya wilayah di Karangturi yang milik kabupaten harus ditata, dibersihkan dan dibuatkan gapura berarsitek kombinasi Cina dan pesantren dengan warna merah dan hijau,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah setempat sedang serius mengusulkan Lasem sebagai Kota Pusaka Dunia ke Unesco. Banyak pihak menilai, jika dibandingkan dengan Kota Malaka yang merupakan Kota Pusaka Dunia yang diakui Unesco, Lasem memiliki lebih banyak keunggulan dari sisi sejarahnya dan bangunan kunonya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Listrik Tak Nyala Sebulan Lebih, Warga Gantian Gunakan Genset

Salah seorang petugas PLTD sedang mengecek komponen sumber listrik di Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah seorang petugas PLTD sedang mengecek komponen sumber listrik di Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sebulan lebih warga yang tinggal di wilayah Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa tak dapat menikmati barang-barang elektronik yang menggunakan energi listrik. Pasalnya, mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berada di dukuh Telaga, Desa setempat mengalami kerusakan. Praktis, selama itu pula mereka hanya bisa mengandalkan segelintir genset yang digunakan secara bergantian dari rumah ke rumah warga lainnya.

Salah seorang warga setempat, Yarhan mengatakan, sejak sebulan lebih lalu warga di wilayah tempat tinggalnya tersebut tidak dapat menikmati listrik. Sehingga semua kebutuhan hidup yang ada kaitannya dengan listrik, tidak bisa digunakan.

”Ada segelintir orang yang punya genset, kemudian dipinjam warga lainnya hanya untuk menaikkan air. Jadi genset itu digunakan secara bergantian,” katanya.

Hal itu dibenarkan oleh pengelola PLTD wilayah Karimunjawa, Sholeh. Menurut Sholeh, sejak sebulan lebih PLTD di wilayah Desa Kemujan tersebut tidak dapat digunakan karena ada kerusakan pada mesin. Akibatnya, sejumlah kepala keluarga yang ada di sana tidak dapat menikmati aliran listrik.

”Ya, mereka disana hanya menggunakan genset seadanya,” kata Sholeh saat dihubungi MuriaNewsCom, Selasa (29/12/2015).

Menurutnya, karena ini sudah mendekati penghujung tahun 2015, warga harus menunggu sampai awal tahun 2016. Sebab, per 1 Januari 2016 nanti masalah listrik di wilayah Karimunjawa diambil alih oleh PLN.

”Kami sudah sampaikan kepada Indonesia Power atau pun PLN tentang masalah listrik ini. Jadi harapannya di awal Januari nanti PLN bisa memperbaiki kerusakan mesin tersebut. Januari 2016 nanti, masalah listrik sudah diambilalih oleh PLN,” kata Tahsin. (WAHYU KZ/TITIS W)

Kasihan, Sebulan Lebih Kemojan Karimunjawa Tak Berlistrik

Warga berada di gedung PLTD Unit Karimunjawa, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga berada di gedung PLTD Unit Karimunjawa, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Persoalan listrik di wilayah Kecamatan Karimunjawa kembali bermasalah. Tak hanya soal durasi menyala yang minim, kini di wilayah Desa Kemujan, mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) rusak. Kerusakan terjadi sejak sebulan lalu, dan akibatnya masyarakat tak dapat menikmati listrik.

Hal itu dibenarkan oleh Pengelola PLTD wilayah Karimunjawa, Sholeh. Menurutnya, kerusakan terjadi pada mesin yang ada di Dukuh Telaga, Desa Kemujan. Akibatnya ratusan kepala keluarga tak dapat menikmati listri sejak sebulan lalu.

“Kerusakan pada bagian mesin, sehingga semua sistem tidak dapat digunakan,” ujar Sholeh saat dihubungi MuriaNewsCom, Selasa (29/12/2015).

Pihaknya sudah angkat tangan untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Sehingga terpaksa sejak sebulan lalu kebutuhan listrik di wilayah yang terdampak tidak dapat terpenuhi.

Hal senada juga disampaikan oleh Camat Karimunjawa Muh Tahsin. Menurut Tahsin, wilayah yang terparah untuk persoalan listrik di Kecamatan Karimunjawa, salah satunya memang di wilayah Desa Kemujan terutama di Dukuh Telaga dan sekitarnya.

“Untuk itu kami sudah sampaikan kepada pihak PLN dalam hal ini Indonesia Power yang nantinya akan mengambil alih masalah listrik di Karimunjawa, agar mereka tahu mana saja yang memang harus ditangani secara serius,” ungkap Tahsin.

Dia menambahkan, sebelumnya di wilayah tersebut memang kerap terjadi kerusakan pada sistem jaringan listrik. Akibatnya, listrik kerap byar pet. Dan saat ini adalah puncak dari kerusakan tersebut, lantaran nantinya akan segera diambil alih oleh PLN.

“Sesuai jadwal, per 1 Januari 2016 nanti, masalah listrik sudah diambil alih oleh PLN,” kata Tahsin. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Ini Tempat di Jepara yang Jadi Jujugan Warga pada Malam Pergantian Tahun Baru

Apel kesiapan Operasi Lilin 2015 (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Apel kesiapan Operasi Lilin 2015 (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang malam pergantian tahun, muda-mudi di Kabupaten Jepara mulai mencari lokasi untuk menikmati momen setahun sekali itu agar tidak terlewatkan. Ada beberapa lokasi di Jepara yang biasa menjadi jujugan tempat kumpul-kumpul menikmati malam tahun baru. Di antaranya, di bundaran Ngabul, Taman Sungai Kanal, Taman Kerang, Taman Makam Pahlawan, dan sejumlah pantai yang ada di Jepara, seperti di Pantai Bandengan, Pantai Kartini, bahkan di Teluk Awur dan lain sebagainya.

Namun, ketika tepat di malam pergantian tahun, yang biasa menjadi pusat keramaian adalah di Alun-alun Kota Jepara. Sebab, disana ada sejumlah pertunjukan musik dan tentu saja kembang api yang tidak terlewatkan saat detik-detik pergantian tahun. Setelah detik-detik pergantian tahun usai, baru sejumlah muda-mudi mencari tempat nongkrong di tempat lain seperti yang disebutkan tadi.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, aparat keamanan bersiap memberikan pengamanan ekstra ketat selama malam pergantian tahun. Terutama di alun-alun dan di tempat-tempat yang berpotensi digunakan untuk mesum.

Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Adek Chandra Kurniawan menegaskan, aparat keamanan di Jepara sekitar 675 personel disiagakan. Hal itu untuk memberikan jaminan keamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga warga yang merayakan penggantian tahun dengan aman, nyaman, tertib dan lancar.

“Dengan adanya perayaan ini, akan mengakibatkan terjadinya peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat, baik menjelang dan setelah Natal maupun Tahun Baru. Peningkatan aktivitas tersebut akan terjadi pada pusat keramaian, yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas maupun gangguan lalu lintas,” ungkapnya, Rabu (23/12/2015). (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)