Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Rembang Naik Ratusan Persen

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat membuka Syawalan di depan Pantai kartini Rembang, Senin (3/7/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Selama libur Lebaran sepekan lalu, kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Rembang melonjak pesat hingga mencapai ratusan persen.  Total pengunjung di berbagai objek wisata Rembang meningkat  hingga 300 persen atau sebanyak  225.700 orang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat membuka event Syawalan di depan TRPK Kartini atau Dampo Awang Beach mengatakan, bahwa banyaknya destinasi wisata yang mulai tumbuh di wilayah Kabupaten Rembang merupakan harapan baru bagi warga desa setempat.

“Bagaimana tidak dari pengembangan potensi wisata pertumbuhan ekonomi warga bisa meningkat. Sebab pada saat swayalan ini, merupakan momentum yang sangat strategis  untuk mempromosikan keparwisataan dan budaya yang ada di Kabupaten Rembang. Tentunya semua itu harus dibarengi dengan inovasi,” ujarnya.

Ia meminta ada pembinaan dari Dinas Pariwisata dan tidak saling mematikan antara objek wisata yang satu dengan yang lain.

Terkait Syawalan, pihaknya berharap, Taman Kartini bisa bersaing dengan objek wisata yang lain dan berani tampil beda. Pasalnya, Taman Kartini merupakan satu-satunya objek wisata yang memberikan kontribusi langsung kepada daerah sekitar Rp 1 miliar.

Selain itu, ia juga menyinggung bahwa semua objek wisata di Rembang harus bisa dilakukan pengembangan. Desa juga diharapkan tidak memiliki ego tinggi, pasalnya selama ini desa masih enggan ketika ada tawaran dari pihak lain untuk kerja sama dalam pengelolaan pariwisata. Mereka khawatir potensi tersebut akan diambil alih oleh pihak lain.

“Pemkab tidak akan melakukan itu ( mengambil alih potensi wisata di desa ). Tapi bagaimana wisata itu bisa bertahan panjang, tidak hanya satu sampai tiga tahun saja. Karena dari segi penambahan fasilitas, jika ditangani desa cenderung lambat. Hal itu bahaya ketika rasa bosan orang lebih cepat maka objek wisata tersebut akan ditinggalkan,” terangnya.

Kecepatan untuk berinovasi di suatu objek wisata sangat dibutuhkan untuk menjawab kejenuhan wisatawan.  Dari lonjakan pengunjung yang terjadi menunjukkan wisata di Rembang, saat ini menjadi primadona dan dicintai untuk itu harus dimanfaatkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Dwi Purwanto menyebutkan, Pantai Karangjahe menjadi destinasi wisata yang paling diminati wisatawan. Dari laporannya kurang lebih 100 ribu orang berkunjung ke pantai yang ada di Desa Punjulharjo itu.

Setelah itu Dampo Awang Beach atau Taman Rekreasi Pantai Kartini menduduki peringkat kedua dengan 50 ribu pengunjung, disusul pantai Caruban 20 ribu wisatawan, hutan mangrove Pasar Banggi 10 ribu ,pantai Nyamplung Indah 6 ribu orang, Pantai Balongan Kragan 6 ribu pengunjung, pantai Benowo Wates 5 ribu. Sedangkan Watu Congol 5 ribu pengunjung, , wisata Kajar Lasem dengan 3500 pengunjung, wisata waduk Panohan dikunjungi 3200 orang, Makam RA Kartini 3 ribu pengunjung, Wana Wisata Mantingan 2500 pengunjung, Pantai Dasun 1500 pengunjung, Museum RA Kartini 1000.

Editor : Kholistiono

Ini Destinasi Wisata yang Wajib Kamu Kunjungi saat Liburan di Rembang

Pantai Karangjahe Rembang. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Rembang – Rembang memiliki beragam destinasi wisata yang sangat menarik. Jadi, jika Kamu pas mudik Lebaran kali ini, jangan lupa luangkan waktu untuk sejenak merefresh otak untuk keliling tempat wisata di Rembang, yang pastinya nggak bakalan bikin kamu kecewa.

Nih, ada beberapa rekomendasi tempat wisata yang layak kamu jadikan tujuan berlibur. Di antaranya adalah Pantai Karang Jahe yang berada di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang. Pantai yang mempunyai ciri khas pasir putih itu, akan membuat liburan mudik kamu semakin berkesan.

Biasanya, pada momen liburan, jumlah wisatawan yang datang ke Pantai Karang Jahe juga mengalami peningkatan yang signifikan.

Untuk tiket masuk ke Pantai Karang Jahe, pihak panitia hanya mengenakan biaya per kendaraan, bukan jumlah orang.

Untuk kendaraan sepeda motor, dikenakan retribusi sebesar Rp 5 ribu, mobil pribadi Rp 10 ribu, travel, pikap atau carteran Rp 15 ribu. Sedangkan untuk bus kota atau truk sebesar Rp 25 ribu dan untuk bus besar Rp 50 ribu.

Selain itu, ada juga wisata alam hutan mangrove yang ada di desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang. Wisata ini juga tak jauh dari pantai Karang Jahe. Sebab wilayah itu juga berada di pinggi jalur pantura Rembang Lasem.

Hutan Mangrove di Rembang. (MuriaNewsCom)

Untuk menuju ke wisata hutan mangrove ini sangat mudah. Dari Kota Rembang menuju ke timur arah ke Lasem. Sebelum memasuki Kecamatan Lasem, di kiri jalan dari arah terdapat papan petunjuk arah bertuliskan Hutan Wisata Mangrove.

Sebelum menuju kawasan wisata, para pengunjung bisa menitipkan kendaraannya di Dukuh Kaliuntu. Setelah itu, berjalan sekitar 200 meter melewati tambak garam atau udang.

Setelah sampai di tempat, mereka nantinya akan disuguhi pemandangan yang menarik dan sejuk. Hutan mangrove nan asri tersebut luasnya sekitar 22 hektare dengan panjang 2.900 meter. Selain menikmati pemandangan, di sini, pengunjung juga bisa mengenal beragam jenis mangrove.Di hutan ini, setidaknya terdapat enam jenis pohon mengrove.

Di kawasan hutan mangrove ini, juga tersedia beberapa tempat duduk sederhana yang disediakan pengelola untuk dijadikan tempat istirahat.

Sembari berkeliling hutan, pengunjung juga bisa sambil duduk di angkruk yang disediakan tempat wisata. Selain itu juga banyak yang duduk lesehan di jembatan ini sambil berfoto selfie.

Untuk tarif masuk, pihak panitia manarik tiket masuk ke tempat ini sangat murah. Yakni untuk satu mobil hanya ditarik Rp 10 ribu. Sebab dari informasi yang ada sistem retribusinyanya itu bukan secara perorangan. Namun secara kelompok atau per kendaraan.

Editor : Kholistiono

Menikmati Romantisme Wisata Watu Layar di Lasem

Taman yang dihiasi payung-payung cantik, yang menjadi salah satu spot foto di area wisata Watu Layar Lasem (Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Keberadaan objek wisata Watu Layar di Lasem sebenarnya sudah ada cukup lama. Namun demikian, dulunya tempat ini hanya dihiasi sejumlah pohon saja, dan masih kurang menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Tapi kini, Watu Layar sudah disulap menjadi lebih cantik dan bakalan membuat betah bagi wisatawan. Bagi yang suka foto-foto, terdapat beberapa spot yang sangat cocok untuk memuaskan hasil foto kalian. Mulai dari foto di atas jembatan yang eksotis, foto di atas simbol cinta, foto dengan background pemandangan Pantai Binangun dan juga ada spot foto payung yang dijamin kamu ketagihan berfoto di sini.

Sementara itu, buat yang datang bersama pasangan, jangan lupa memasang gembok cinta di tempat ini. Juga ada ayunan, serta tempat duduk yang sengaja diposisikan di bawah pohon yang rindang.

Untuk bisa menjangkau tempat wisata ini, wisatawan tak perlu repot, karena tempatnya dapat dijangkau sangat mudah dari arah mana pun karena di tepi jaluur jalan raya pantura, berdekatan dengan wisata religi Pasujudan Sunan Bonang, atau sekitar 200 meter sebelah selatan dari rest area Pantai Binangun. Dari  arah Rembang atau Jawa Timur, sangat mudah dijangkau dengan kendaraan umum yang beroperasi 24 jam penuh.

Untuk masuk tempat wisata ini, wisatawan dipungut restribusi parkir, untuk kendaraan sepeda motor sebesar Rp 5ribu dan untuk mobil Rp 10ribu.

Di atas jembatan ini juga menjadi salah satu spot foto favorit bagi wisatawan. (Istimewa)

Tarmin, salah satu karyawan KPH Kebonharjo mengatakan, wisata Watu Layar ini sebelumnya sempat tidak aktif selama bertahun-tahun. Namun sekitar setahun terakhir, pihak KPHJ Kebonharjo mulai membenahi seluruh sarana yang ada, termasuk menghias lokasi secantik mungkin.

“Dari uang retribusi karcis yang masuk ini, dipakai untuk menata seluruh sarana yang ada. Sehingga dana yang masuk dan keluar itu berputar,” bebernya.

Akan tetapi, untuk mencapai lokasi ini, para pengunjung  harus bersiap dengan akses jalan yang masih sebagian besar bebatuan. Terlebih saat hujan turun dan membuat jalanan licin.

“Semoga saja kami pihak pengelola bisa segera melengkapi sarana di lokasi, termasuk kamar mandi, lahan parkir pengunjung, juga nanti rencananya agar ada lahan istirahat. Juga nanti akses masuknya akan kami usulkan untuk diperbaiki menggunakan dana karcis,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Grojogan Kalimancur di Lasem yang Oke Jadi Tujuan Wisatamu

Beberapa wisatawan saat menikmati kesejukan air Grojogan Kalimancur di Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa wisatawan saat menikmati kesejukan air Grojogan Kalimancur di Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Rembang, yang terkenal dengan julukan Kota Garam, ternyata juga memiliki potensi wisata alam selain pantai, yang layak menjadi jujugan Anda untuk menghabiskan waktu libur. Salah satunya adalah Air Terjun atau Grojogan Kalimancur.

Kalimancur, merupakan wisata air terjun empat tingkat, yang letaknya di wilayah Dusun Sidorejo, Desa Gowak, Kecamatan Lasem, atau tepatnya berada di kawasan hutan Perhutani KPH Kebonharjo Petak 7 RPH Kajar BKPH Gunung Lasem.

Untuk mencapai tempat ini, pengunjung harus memarkirkan kendaraannya di tempat parkir yang telah disediakan atau di pekarangan rumah warga. Untuk biaya parkir, dikenakan tariff sebesar Rp 3 ribu. Kemudian, pengunjung berjalan kaki sekitar 800 meter dari Desa Gowak untuk menuju Grojogan Kalimancur yang berada di bawah bukit Pegunungan Gowak.

Namun jangan khawatir, dengan berjalan kaki menyusuri hutan lindung selama hampir 20 menit, Anda akan disuguhkan dengan panorama alam berupaka perbukitan dan area persawahan nan hijau yang sangat indah. Begitu sampai, pengunjung akan langsung dibuat kagum dengan air terjun tingkat dua setinggi 20 meter lebih. Kemudian di bawahnya terdapat air terjun tingkat satu yang lebih besar.

Istoyo, salah seorang warga Desa Gowak yang juga mengelola Grojogan Kalimancur mengatakan, jika Grojogan Kalimancur mulai dikenal publik sekitar setahun terakhir. Cukup banyak, wisatawan yang mulai datang untuk menikmati keindahan Grojogan Kalimancur.

“Bahkan, ada juga warga yang kemah di tempat ini. Bukan hanya warga Rembang saja, tapi warga dari Tuban, Jawa Timur, juga pernah berkemah di tempat ini. Kemudian, mereka juga jelajah alam di sini,” ungkapnya.

Menurutnya, dulu, tempat ini cukup sulit untuk diakses, sebab, tidak ada jalan dan masih berupa semak belukar. Setelah ada beberapa warga yang berinisiatif untuk membuatkan jalan setapak, akhirnya, tempat tersebut mulai banyak dikenal, dan kini banyak dikunjungi wisatawan, baik dari Rembang maupun luar Rembang.

Sementara itu, Masudi, salah pengunjung wisatawan Asal Kaliori mengatakan, jika panorama yang terdapat di kawasan Grojogan Kalimancur sangat indah, sehingga, cocok digunakan reefreshing untuk menghilangkan kepenatan kerja.

“Kebetulan ini kan hari libur kerja, jadi kita coba menikmati liburan ke sini. Kita ke sini ramai-ramai, jadi lebih seru. Apalagi melihat Grojogan Kalimancur yang ternyata luar biasa. Ini potensi alam yang harus dikembangkan, biar pengunjung lebih banyak ke sini,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Sektor Pariwisata Digenjot, Wacana Kereta Gantung di Binangun Lasem Kembali Mencuat

Pantai Karangjahe, salah satu tempat wisata di Rembang yang sedang ramai dikunjungi, belakangan ini. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Pantai Karangjahe, salah satu tempat wisata di Rembang yang sedang ramai dikunjungi, belakangan ini. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas Kabupaten Rembang di bawah kepemimpinan Bupati Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto selama lima tahun ke depan. Dari penguatan sektor tersebut, diyakini dapat menjadi ujung tombak untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menurut Hafidz, sektor pariwisata ternyata mampu menggerakkan UKM dan ekonomi kreatif. ”Seperti di pantai Karangjahe, sudah banyak warga Punjulharjo yang membuka usaha di sekitar lokasi wisata pantai Karangjahe,” tuturnya.

Selain wisata pantai, pihaknya juga akan mengembangkan wilayah Binangun, Lasem menjadi perpaduan wisata modern dan wisata religi. Salah satunya dengan mendirikan wahana kereta gantung yang sudah lama dicetuskan, dengan harapan agar masyarakat betah ketika singgah. ”Wacana kereta gantung sudah lama dicetuskan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bayu Andriyanto, menambahkan Rembang harus berkaca dari kesuksesan Banyuwangi di sektor Pariwisata. Menurut dia, Rembang memiliki potensi yang luar biasa di sektor tersebut, namun belum digarap secara maksimal.

”Rembang memiliki situs kapal tertua di Indonesia, potensi Lasem yang begitu banyak bangunan kuno dan sejarah. Rembang memiliki Museum dan ada Makam RA. Kartini namun belum dimaksimalkan,” tambahnya.

Dengan sejumlah rencana ke depan, pihaknya berharap Pemkab Rembang bersama dengan media dan masyarakat bisa bersinergi dan bergerak bersama untuk memajukan sektor pariwisata.

Editor : Titis Ayu Winarni