Paguyuban Pedagang Wergu Wetan Antusias Lakukan Kebersihan

Paguyuban Suka Maju Kelurahan Wergu Wetan tengah berdiskusi bersama berkoordinasi untuk melaksanakan kebersihan dan penataan tempat usahanya. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Paguyuban Suka Maju Kelurahan Wergu Wetan tengah berdiskusi bersama berkoordinasi untuk melaksanakan kebersihan dan penataan tempat usahanya. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

KUDUS – Salah satu anggota paguyuban PKL Kelurahan Wergu Wetan Suwarno mengakui, saat ini anggotanya telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mensukseskan pembangunan desa Wergu Wetan. Khususnya di bidang kegiatan Agustusan.

”Kami senang, sebab paguyuban kami digandeng oleh pemerintah terkait. Dengan begitu, kami merasa dihargai dan dipercaya untuk diikutsertakan dalam persiapan kegiatan hari kemerdekaan RI mendatang,” kata Suwarno.

Selain itu, lanjut Suwarno, pihaknya ikut merasa memiliki wilayah Wergu Wetan. Meskipun berdomisili di Mlati Norowito, namun ia bekerja sebagai pedagang di kawasan GOR tersebut.

Hal senada juga diiyakan oleh ketua paguyuban ruko (rumah toko) Wergu Wetan Suroso yang juga sebagaiu lurah. Dia berkata, yang penting semua elemen harus bisa dirangkul. Supaya mereka bisa ikut berkontribusi.

”Meskipun hanya mempersiapkan fasilitas maupun kebersihan menjelang Agustusan, secara tidak langsung mereka bisa seguyup dengan warga setempat. Sehingga kerukunan antar warga dan para pedagang  berjalan harmonis,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W).

GOR Wergu Wetan Jadi Prioritas Kebersihan

Paguyuban Suka Maju Kelurahan Wergu Wetan tengah berdiskusi bersama berkoordinasi untuk melaksanakan kebersihan dan penataan tempat usahanya. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Paguyuban Suka Maju Kelurahan Wergu Wetan tengah berdiskusi bersama berkoordinasi untuk melaksanakan kebersihan dan penataan tempat usahanya. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

KUDUS – Lurah Wergu Wetan Suroso mengatakan, dengan kerja sama yang dilakukan pemerintah desa dengan beberapa paguyuban secara gotong royong, mampu menciptakan lingkungan kelurahan yang berpenduduk 5200 jiwa, 23 RT dan 5 RW tersebut lebih tertata dan bersih.

”Adapun yang menjadi prioritas kebersihan yaitu di lingkungan GOR, Jalan poros utama menuju GOR, dan sekitarnya,” katanya.

Selain menjalankan kegiatan bersih lingkungan, mereka juga merapikan standnya masing-masing. Sehingga disaat pelaksanaan kegiatan Agustusan semua PKL di lingkungan GOR nampak rapi. Baik stand yang ada di belakang Taman Krida, maupun yang ada di GOR.

”Kami himbau, kepada seluruh warga dan pelaku usaha di Wergu Wetan juga harus ikut menjaga keindahan, ketertiban, dan kemanan selama keramaian berlangsung,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya berserta jajaran Kelurahan Wergu Wetan mengkondisikan hal itu sedini mungkin. Supaya mereka bisa saling berkontribusi. ”Bila paguyuban dan masyarakat kompak, maka pembangunan di bidang pemberdayaan masyarakat mudah dijalankan. Sebab pembangunan yang paling mendasar, ialah di bidang pemberdayaan masyarakat. (EDY SUTRIYONO/TITIS W).

 

Sambut Agustusan, Gandeng Paguyuban Ciptakan Kebersihan

Suroso Lurah Wergu Wetan sedang bertugas di kantornya dan tengah mempersiapkan kegiatan Agustusan di wilayahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suroso Lurah Wergu Wetan sedang bertugas di kantornya dan tengah mempersiapkan kegiatan Agustusan di wilayahnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Menjelang hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia mendatang, saat ini Pemerintah Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, gencar menggandeng beberapa paguyuban untuk melakukan kegiatan.

Hal itu dilakukan lantaran ingin menciptakan wilayah yang indah dan bersih. Karena wilayah tersebut selalu menjadi pusat perhatian saat pelaksanaan kegiatan Agustusan.

Lurah Wergu Wetan Suroso menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan paguyuban di wilayah tersebut. Di antaranya paguyuban ruko (rumah toko) Suka Maju, dan paguyuban PKL GOR. Kerja sama tersebut untuk mengkoordinasi tiap anggotanya melakukan kebersihan lingkungan, penerapan bendera dan umbul-umbul dalam memeriahkan pesta kemerdekaan di wilayah Weryu Wetan.

”Kami akui, untuk mengatur wilayah di perkotaan harus dengan pendekatan persusif. Yaitu melibatkan organisasi, atau paguyuban yang ada. Sebab jika menggantungkan lingkungan RT maupun RW, maka akan kewalahan. Sebab masyarakat yang bertempat tinggal maupun yang memiliki usaha di wilayah Wergu Wetan, berasal dari berbagai desa di Kudus,” paparnya. (EDY SUTRIYONO/TITIS W).