Bupati Kudus Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dengan Pemda

Bupati Kudus Musthofa (tengah) berfoto bareng dengan panitia dan peserta UKW. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Ke-XV berlangsung di Kudus, 25-26 Agustus 2017. Acara yang diselenggarakan PWI Jateng ini disupport oleh Bupati Kudus Musthofa yang hadir membuka acara pada Jumat (25/8/2017).

Bupati Kudus menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya ini menentukan kompetensi sebagai pewarta. Karena begitu besarnya peran dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Kami ini tidak akan bisa dikenal kalau tidak ada pemberitaan dari para wartawan,” kata Bupati yang juga dihadiri jajaran OPD, Polres, dan Kodim ini.

Bupati juga meminta jajaran OPD-nya tidak alergi dengan wartawan. Bahkan bupati dua periode ini meminta para Kepala OPD untuk menjadikan jurnalis sebagai mitra.

“Mari bermitra secara profesional antara jurnalis dengan pemda termasuk seluruh OPD yang ada,” jelasnya pada acara yang dihadiri pengurus PWI Pusat dan PWI Jateng ini.

Bahkan, bupati akan memfasilitasi kegiatan ini bagi seluruh wartawan. Sehingga profesionalisme dalam pemberitaan bisa ditingkatkan.

Sementara itu, Ketua PWI Jateng Amir Machmud mengapresiasi dukungan Bupati Kudus. Karena UKW makin memberikan peningkatan kemampuan teknis dan etika para wartawan. 

“Terima kasih, Pak Bupati. Kudus ini sebagai pelopor kegiatan ini,” kata Amir yang mengatakan saat ini di Jateng ada 480 wartawan yang kompeten.

Sedangkan Pengurus PWI Pusat Hendro Basuki mengatakan bahwa selain teknis dan etika, juga harus paham dengan peraturan perundang-undangan. Sehingga produk yang dihasilkan terkait bisnis ‘kata-kata dan waktu’ ini bisa berkualitas.

Editor: Supriyadi

3 Oknum Wartawan Palak Kades di Godong Grobogan Dipolisikan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Polsek Godong, Grobogan menciduk tiga oknum wartawan yang ditengarai sering minta uang pada kepala desa (kades). Ketiganya digelandang saat berada di kantor Kecamatan Godong, Selasa (1/8/2017).

Dari tiga oknum tersebut, dua orang di antaranya adalah warga Demak. Masing-masing berinisial AS (37) dan RB (35) yang mengaku wartawan tabloid. Satu oknum lagi adalah UT (56), warga Grobogan yang mengaku sebagai wartawan media online.

“Dari tangan ketiga oknum tersebut, kami mengamankan barang bukti sejumlah uang tunai dan sebuah mobil Totoyota Avanza H 8586 HW yang diduga nomor polisi palsu,” ungkap Kapolsek Godong AKP Ngadiyo didampingi Danramil Kapten Isbandi dan Camat Godong Bambang Haryono.

Diciduknya ketiga oknum tersebut dilakukan setelah ada laporan beberapa kades yang mengaku resah. Soalnya, mereka selalu dikejar-kejar ketiga pelaku dan dimintai sejumlah uang.

Sebelum meminta uang, pelaku terlebih dulu mencari-cari kesalahan pelaksanaan proyek infrastruktur yang dilaksanakan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa setempat. Jika tidak diberi uang sesuai jumlah yang diminta, ketiga pelaku mengancam akan memberitakan di media mereka.

“Setelah mendapat laporan dari para kades itu, kami langsung berkoordinasi dengan kapolsek dan danramil. Hari ini tadi ketiga pelaku malah datang ke Kantor Kecamatan Godong. Akhirnya, pak kapolsek langsung menjemput ketiganya untuk dimintai keterangan,” imbuh Camat Godong Bambang Haryono.

Informasi yang didapat, ketiga pelaku meminta uang antara Rp 1-1,5 juta pada kades. Sebanyak lima kades di wilayah Kecamatan Godong sudah memberikan uang yang diminta. Namun, beberapa kades menolak permintaan itu.

Dalam pemeriksaan di Mapolsek Godong, ketiga pelaku mengaku terus terang jika telah mintai sejumlah uang kepada beberapa kades. Mereka berdalih meminta uang uang untuk biaya cetak.

 

Editor : Akrom Hazami

Wartawan Kudus Ziarah ke Makam Tokoh Pers Indonesia yang Mendunia, Sosrokartono

Sejumlah pewarta baik cetak, elektronik dan online yang berada di Kudus juga berziarah ke makam Sosrokartono. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah pewarta baik cetak, elektronik dan online yang berada di Kudus juga berziarah ke makam Sosrokartono. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Momen 9 Februari, para  wartawan di Indonesia merayakan Hari Pers Nasional (HPN). Hal itu juga dilakukan di Kudus. Insan pers dilakukan dengan berziarah ke makam tokoh pers nasional, Sosrokartono di Kaliputu Kudus.

Sunarto, penjaga makam menyebutkan beberapa kehebatan wartawan hebat itu. Dikatakan saat itu, Sosrokartono berhasil membuat tulisan dari liputan yang dilarang, bahkan tak satu pun wartawan lain yang berhasil meliputi acara yang sangat tertutup itu.

“Beliau hebat sekali, saat itu ada musyawarah yang sangat rahasia. Bahkan jarak satu kilo saja sudah steril termasuk dari wartawan. Namun tidak bagi beliau, yang mampu menyelinap pada acara tersebut,” katanya di makam Sosrokartono kepada para wartawan di Kudus, Kamis (9/2/2017).

Di hadapan sejumlah wartawan, diceritakan kalau Sosrokartono sangat mumpuni dalam melakukan kegiatan liputan. Dikutip dari Sinar Harapan.co, dijelaskannya Sosrokartono adalah wartawan Perang Dunia Pertama (1914-1918) dari surat kabar The New York Herald Tribune, Amerika Serikat (AS), yang bertugas di Eropa.

Sosrokartono juga menguasai 30 lebih bahasa internasional. Itulah kehebatan beliau, yang jarang dikuasai orang lain. Apalagi pada zamannya. Dan satu lagi, dia tak pernah melupakan Jawanya, dan mampu fasih berbahasa Jawa.

Sosrokartono lahir di Mayong, Jepara,  pada 10 April, 1877. Dia  adalah kakak kandung RA Kartini, tokoh pergerakan perempuan Indonesia di zaman penjajahan Belanda. Dia meninggal pada usia 62 tahun. Seorang wartawan Perang Dunia Pertama, putra Indonesia, tokoh intelektual dan spiritual, Raden Mas Panji (RMP) Sosrokartono.

Dalam tulisan juga disebutkan  kalau beliau menyusup dalam perundingan perdamaian akhir PD I, yang mana lokasi stetil sejauh satu kilometer.

Editor : Akrom Hazami